Gunung Gandang Dewata 3037 mdpl

Posted: December 29, 2010 in Gunung Sulawesi Barat

Gunung Gandang Dewata adalah salah satu gunung tertinggi yang terletak di kawasan bagian Barat Sulawesi (pegunungan Quarlesi) dan gunung tertinggi kedua di Sulawesi setelah gunung Latimojong (3478 Mdpl) yang terletak di kabupaten Enrekang. Gunung Gandang Dewata tepat berada di kabupaten Mamasa berbatasan dengan kabupaten Mamuju yang mempunyai ketinggian 3037 mdpl
Sejarah gunung ini diberi nama Gandang Dewata yaitu apabila ada orang yang masuk hutan, apakah dia mau mengambil hasil hutan atau mendaki, maka apabila terdengar suara gendang dari puncak gunung berarti orang tersebut sudah meninggal. Yang menjadi misterinya adalah siapa yang memukul gendang itu?.
Kalau rasio ingin menjangkau hal seperti itu adalah hal yang mustahil. Dari kota Mamasa saja gunung Gandang Dewata tidak terlihat, yang terlihat hanya gunung Mambulilling (2573 Mdpl) yaitu gunung pertama dari tujuh gunung sebelum gunung Gandang Dewata

jalur menuju Gandang Dewata hingga puncak pertama kali dirintis oleh warga setempat pada tahun 1963. selanjutnya pada tahun 1993, mapala dari salah satu pengurus tinggi di Yogyakarta melakukan pendakian. Sejak itu, mulailah dikenal istilah adanya pos 10 di gunung ini.

Untuk sampai kepuncak gunung, harus melewati 10 pos dengan kondisi medan yang sangat berat. Pendaki harus melintasi 9 gunung, yakni Gunung Lante Bobbok, parandangan, Pappandangan, Lantang Lomo, Lombok Silenda, Damak-damak, Penga, Naik Daeng dan terakhir Gandang Dewata.

Gunung yang terletak dibawah pengawasan administratif tiga kabupaten ini yaitu, Kabupaten Mamasa, Kabupaten Mamuju dan Kabupaten Kalumpang di propinsi Sulawesi Barat. Puncak gunung ini juga merupakan puncak tertinggi dari jejeran pegunungan yang terbesar di pulau Sulawesi yaitu pegunungan Quarles. Butuh waktu 7 hingga 15 hari di lapangan, yang dikarenakan lokasinya yang cukup rumit dan susahnya akses transportasi. Hal ini menyebabkan gunung ini jarang sekali didaki. Namun keindahan pemandangan dari puncak gunung ini tidak kalah dengan gunung lainnya.

gunung gandang dewata memiliki 10 pos, dengan durasi pendakian 6-12 hari tergantung kekuatan sang pendaki

Anggaran Dana

Anggaran Dana yang harus disiapkan untuk pendakian ke Gunung Gandang Dewata paling sedikit Rp. 300.000/org Dengan perincian dana sebagai berikut :

Transportasi

- Kampus Unhas – Terminal Regional Daya (PP) @ Rp.5.000 = Rp. 10.000

- Terminal Regional Daya – Mamas (PP) @ Rp. 80.000 = Rp. 160.000

Ransum untuk perjalanan 8 – 10 hari = Rp. 100.000

Lain-lain = Rp. 30.000

Jarak dan waktu tempuh

No RUTE PENDAKIAN JARAK UDARA WAKTU KETERANGAN
01 Kampung Baru – Rantepongko 2.85 km 1 jam20 menit Sebagian jalan sudah diaspal, selanjutnya merupakan jalanan perintis
02 Rantepongko – Pos I 4,10 km 3 jam10 menit Melalui pematang sawah, jalan setapak, kebun kopi
03 Pos I – Pos II 1,05 km 2 jam10 menit Tracking cukup berat dan jalur curam
04 Pos II – Pondok kecil (puncak) 1,95 km 2 jam Tracking berat
05 Pondok kecil – Pos III 1,35 km 2 jam10 menit Tracking sedikit kemudian menurun
06 Pos III – Camp II 350 m 15 menit Jalur terus menurun hingga menemukan tempat datar di dekat sungai
07 Camp II – Pos IV 2,45 km 2 jam5 menit Menyusuri anak sungai, mendaki, melewati punggungan, kemudian jalan agak datar cenderung menurun
08 Pos IV – Pondok kecil (sungai) 1,75 km 1 jam50 menit Menyusuri punggungan kemudian menurun menuju sungai besar kemudian menyebrangi sungai 1 kali.
09 Pondok kecil – Pos V 925 km 30 menit Jalur menyusuri sungai dengan 5 kali penyebrangan basah
10 Pos V – Camp III 150 m 15 menit Satu kali menyebrangi sungai kecil kemudian dilanjutkan dengan pendakian
11 Camp III – Pos VI 1,9 km 1 jam25 menit Tracking sampai puncak
12 Pos VI – Pos VII 2,05 km 2 jam20 menit Melewati punggungan, sedikit mendaki kemudian agak landai cenderung menurun
13 Pos VII – Camp IV 1,1 km 45 menit Jalur menurun yang terjal dan licin hingga menemukan tempat datar dekat dari sungai
14 Camp IV – Air terjun 50 m 5 menit Jalur menurun yang curam
15 Air terjun – Pos VIII 1 jam30 menit Menyebrangi sungai 1 kali kemudian pendakian.
16 Pos VIII – Pos IX 1 jam45 menit Tracking hingga punggungan mengarah ke kiri, kemudian jalur landai dan dilanjutkan dengan pendakian lagi
17 Pos IX – Pos X 45 menit Jalur mendaki
18 Pos X – puncak 40 menit Sedikit mendaki cenderung datar

Ketinggian dan Titik Koordinat

No. Lokasi Ketinggian(mdpl) Koordinat
1 Kampung Baru 1140 S 02o 56′ 16,0″E 119o 22′ 39,9″
2 Pos I 1575 S 02o 52′ 58,2″E 119o 23′ 10,8″
3 Pos II 2070 S 02o 52′ 25,8″E 119o 23′ 00,1″
4 Pos III 2650 S 02o 50′ 29,1″E 119o 22′ 58,7″
5 Pos IV 2450 S 02o 49′ 37″E 119o 23′ 07″
6 Pos V 2085 S 02o 48′ 52,5″E 119o 22′ 38,5″
7 Pos VI 2530 S 02o 47′ 49,6″E 119o 22′ 29,4″
8 Pos VII 2110 S 02o 46′ 58,8″E 119o 21′ 47,7″
9 Pos VIII SE
10 Pos IX SE
11 Pos X SE
12 Puncak 3037 S 02o 44′ 40,5″E 119o 22′ 30,8″

Puncak Gandang dewata memiliki 2 tranggulasi, ayo …. siapa yang berani memengangnya ya datangglah di pegunungan Quarles.

Rekapitulasi Hari Mendaki di Gandang Dewata

  • Hari 1: Dari Makassar ke polmas 60,000 dilanjutkan ke mamasa 50.000 turun di rumah pak daud depan gereja GTM (Gereja Toraja Mamasa)
  • Hari 2: Setelah dilepas oleh pak daud menuju rante pongkok kemudian lanjut di pos satu kalau bisa usahakan ngecamp di atas pos 2 ada tempat yang bisa menampung 2-3 tenda ukuran sedang,kalau mau nginap di pos tersebut harus membawa air dari pos 1 tak usah banyak secukupnya
  • Hari 3: Dari pos2 menuju pos3 usahakan ngecamp di pos4 atau lewat
  • Hari 4: Tujuan pos 6 usahakan sampai di pos ini
  • Hari 5: Usahakan ngecamp sampai di pos 8 kalau cepat pos9
  • Hari 6; Menuju puncak dan kembali camp di pos 8
  • Hari 7: Dari pos 8 usahakan camp di pos 4
  • Hari 8: Dari pos 4 insyah allah sampai di mamasa pada sore hari.
  • Hari 9: Kembali ke Makassar

Catatan :

  • Gunung ini tertinggi di Sulawesi barat
  • Mempunyai juru kunci bernama pak daud, mantan petugas kesehatan
  • Usahakan membawa leader yang telah pernah ke puncak
  • Jalur menuju pos1 penuh dengan persimpangan
  • Perbanyak logistic dikarnakan durasi pendakian yang cukup lama
  • Masalah porter ( kurang tau juga tatapi kayaknya agak susah menemukan porter )
  • Harus melapor di kapolsek, atau kapolres mamasa (usahakan membawa surat jalan)
  • Bawalah air apabila diperkirakan ngecamp di punggungan
  • Usahakan masaknya malam hari agar pada pagi hari langsung jalan (apabila buru target)
  • Usahakan jangan nginap di lembah ??????? (menurut analisa kami)
  • Jangan menegur apabila melihat atau mendengar yang aneh-aneh
  • Berhati-hati apabila melakukan peneyebrangan basah perhatikan debit air, dan usahakan membawa webbing.
  • Sambil berjalan kamu bisa memungut buah kalpataru (saya sempat memungut 57 buah waktu mendaki disana)

Untuk info lengkapnya silakan kunjungi category Wild Expedition KPA GARIS, semoga ada manfaatnya, makasih

by:  Hairul Takdir Syahri S.pd (ayyung)

By : KPA GARIS

Rekor :

  • G.Bawakaraeng 2800 MDPL  thn 2009
  • G.Rante Mario Latimojong 3478 MDPL thn 2009
  • G.Mekongga 2620 MDPL thn 2009
  • G.Tolangi 3016 MDPL thn 2009
  • G.Balease 2894 MDPL thn 2009
  • G.Sesean 2100 MDPL   thn 2002-2009
  • G.Buntu Puang 1904 MDPL  thn 2009
  • G.Bambapuang 1012 MDPL thn 2010
  • G.Sinaji latimojong 2600 MDPL   thn 2010
  • G.kambuno 2950 MDPL   thn 2010
  • G.Gandang Dewata  3037 MDPL  thn 2010
  • G.Nenemori Latimojong   MDPL   thn 2011

Target :

  • Semua Gunung Di Dunia HA…Ha…ha…..???
About these ads
Comments
  1. eagle fly free says:

    saya tambahkan sedikit sejarah penamaan gandang dewata..

    daerah mamasa, toraja dan duri enrekang diaman dulu adalah satu rumpun dan dekat dlm hal kekerabatan..makanya setiap ada salah satu keluarga dari kerajaan di mamasa yang meninggal dunia..maka dibunyikanlah gendang dipuncak gunung ini untuk mengabarkan hal tersebut kepada kerabat mereka di tanah toraja dan duri (enrekang)

    (sumber: dr informasi seorang tokoh dimamasa)

  2. latimojong says:

    makanya di beri nama gandang dewata dikarnakan hal tersebut, thanks buat tambahanya, makasih BY: KPA GARIS

  3. petualangbwk says:

    Versi yg saya pernah dengar adalah bila ada bangsawan di Mamasa yg meninggal, maka akan dipukullah gendang di perkampungan..Masyarakat yg sedang beraktifitas di dlm hutan lebat konon akan mendengar pantulan gendang tersebut dari gunung ini sehingga menghentikan semua aktifitas & segera turun menghadiri kedukaan…

    Sekalian izin untuk sharing info..Sy pernah ke GD thn 1993. Dari info penduduk, kami tim ke-2 yg naik GD via Mamasa. Yg pertama kalo nda salah ingat adalah tim PALAPSI (Pencinta Alam Psikologi) UGM Jogjakarta di thn yg sama. Konon, wkt tempuh mereka, 8 hari ke puncak (sebagian besar buka jalur) plus 4 hari turun. Rute yg kami tempuh cenderung sama, tapi belum ada pos2 yg dibuat. Kami jg tidak membuat satu pos pun. Dari tempat2 yg disebutkan di atas, yg sy msh ingat adalah Kebun kopi, lante Bobo’, pa’parandangan (apakah ini yg dimaksud parandangan?), Pa’pandangan, Lantang Lomo, Dama’-dama’ & Ne’ Daen..sementara Lombok Silenda & Penga sy tdk ingat lagi..Kemungkinan rute kita jg sama, tp kami tidak melewati Mambulilling..Kami masuk ke puncak pd hari ke-5 (sebagian besar buka jalur) & butuh 3 malam untuk tiba kembali di Mamasa..Peta yg kami bawa adalah peta US Army skala 1:250.000 yg menetapkan puncak GD berketinggian 3073 m dpl. Di puncak, altimeter yg kami bawa menunjukkan ketinggian 3070 m dpl..Deviasi 3 meter sy rasa amat wajar..Ada satu tim Makassar lagi yg mendaki GD thn 1993, yaitu Mapala YPUP, tapi menurut info via Mambi. Sy jg kurang jelas waktu pendakian mereka..(kalo ada info soal ini, tlg infokan ya?) Yg pasti, setelah penduduk, tim UGM memang yg pertama sampai di puncak GD..

    Terima kasih atas postingannya ttg GD..Salut utk upayanya mempublikasikan pendakian gunung..semoga dgn ini, masyarakat luas tdk lagi mencap pendakian gunung sebagai kegiatan buang2 wkt atau cari mati saja, seperti stigma luas yg sering kami alami dulu..Setelah Kamran dulu gagal, semoga ada anak Makassar yg bs mencapai Everest..Keep on posting, Man! And Bravo dunia pendakian gunung Sul-Sel!

  4. Rio says:

    Triangulasi Gandang Dewatanya sudah tidak seperti itu lagi. Sudah diperbaiki oleh Tim Expedisi Gandang Dewata MPA PMK UNM baru-baru ini, jika ingin tau gimana yang barunya yach kembali lagi mendaki Gunung Gandang Dewata…… hehehe….
    Salam dari Tim Expedisi Gandang Dewata…
    Pakis, MPA PMK UNM…..

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s