Archive for the ‘Gunung Sulawesi Selatan’ Category

Gunung Latimojong sebuah gunung yang hampir dikenal dikalangan pendaki. Puncak latimojong adalah salahsatu puncak yang berada pegunungan latimojong. Titik primernya mencapai elevasi 3305 mdpl. Namun sayang puncak latimojong sangat jarang di daki oleh para pengiat alam, hal ini di sebabkan karna masih kurangnya pemahaman kita tentang puncak rantemario yang selama ini di juluki puncak latimojong padahal kedua gunung itu berbeda.

Puncak Rantemario dan Puncak Latimojong

Pegunungan Latimojong

Gunung latimojong berada pada deretan selatan pegunungan latimojong adapun nama lain dari puncak latimojong adalah tomoupa yang berarti orang beruntung, penduduk kampong di lembah seputaran gunung latimojong menamainya karna hanya orang yang beruntunglah yang dapat menggapai puncaknya. Puncaknya tidak terlalu jauh berbeda dengan puncak-puncak lain yang di atas ketinggian 3000 hanya saja untuk menggapai puncak latimojong tomoupa merupakan kebanggaan tersendiri.

Puncak Sejati Latimojong (Tomoupa)Puncak Latimojong Tomoupa 3305 mdpl

Puncak Gunung Latimojong Tomoupa 3305 mdplPuncak Gunung Latimojong Tomoupa 3305 mdpl

Titik primernya di tandai sebuah batu yang di susun setinggi satu meter dan luas ukurannya sekitar 2 meter. Konon katanyanya batu batu itu di susun oleh paman sawerigading. Masyarakat di desa terdekat yaitu tibussan kab.Luwu menyatakan bahwa kerajaan langit dimana sawerigading berasal lokasinya berada di puncak latimojong tomoupa tetapi itu hanya kepercaan masyarakat sekitar benar atau tidaknya tergantung anda yang menyikapinya.

Gunung Latimojong 3305m

Gunung Latimojong Tomoupa 3478 mdpljalur menuju puncak

Gunung Latimojong 3305m Jalur menuju Puncak

Sebuah cerita kuno dari masyarakat tibussan juga menceritakan bahwa dahulu kala disaat bumi ini di penuhi oleh air (air Bah saman nabi nuh) seluruh bumi di penuhi oleh air hanya puncak latimojonglah yang tidak di genangi oleh air bah. Ada sepasang lelaki dan wanita yang mendaratkan perahunya di puncak latimojong. Karena lokasinya sangat kecil makanya sang wanita melangkah ke gunung sinaji sebuah puncak yang berada di paling utara pegunungan latimojong dan mereka percaya pula bahwa kedua orang itu adalah kakek dan nenek dari sawerigading, dan masih banyak lagi hal-hal yang menarik terdapat di puncak Gunung Latimojong 3305 mdpl yang tak bisa di beberkan di sini.

Sampai saat ini 2013, jalur pendakian ke puncak latimojong tomoupa bulum ada yang paten jika ingin menaikinya mesti melalui semak belukar dan merintis beberapa jalur. Ada beberapa jalur yang dapat di lalui untuk menggapai puncak latimojong yaitu dari desa bungin kab. Enrekang dimana memakan waktu sekitar 2 sd 3 hari dan dari desa tibussan kac.latimojong kab.luwu. bisa juga merintis dari sidrap tetapi memakan waktu yang cukup lama.

Sisi Utara Pegunungan Latimojong

Pasa Bombo Camp

Jika melaluli desa tibussan ada beberapa hal penting yang mesti di perhatikan diantaranya : kita sama sekali di larang untuk menggunakan segala macam yang berwarna kuning dan itu mutlak harus di laksanakan, sumber air hanya berada di hutan sekitar kampong saja jadi di haruskan membawa banyak-banyak persediaan air, ada 3 puncak yang harus di lalui jika ingin menggapai puncak latimojong tomoupa yaitu Gunung PantaraSiruk 2930m, Gunung Aruan 3037m, Gunung Pasabombo 3200m. ada 8 pos daki menuju puncak (jika masih ada).ada sebuah danau kecil berada di lereng sisi selatan puncak latimojong yang di berinama ma’tan, Ada baiknya membawa salah seorang dari kampong yang pernah menggapai puncaknya karna warga biasa tidak mengijinkan pendaki naik apabila tidak ada warga yang menjadi pemandu. Camp terakhir sebaiknya di puncak Gunung Pasabombo yang merupakan tanah yang sedikit lapang dan aman di jadikan lokasi camp.

Gunung Pasa Bom'bo

Gunung Pasa Bombo 3200 mdpl

Itulah sedikit data tentang puncak sejati Gunung Latimojong (Tomoupa). Semoga dengan adanya artikel ini dapat menjadi motivasi kita untuk menjelajahi puncak Latimojong Tomoupa dan jalur Pendakian Sisi Timur Pegunungan Latimojong lebih ramai di lalui di kalangan pengiat alam.amin

Artikel By: Ayyung Garis CP:085299960666

G.Latimojong 3305m


Puncak Trianggulasi Gunung Karua 2653 mdpl

Buntu Karua atau Gunung delapan (8) adalah sebuah gunung yang terletak di pedalaman tanah toraja, tepatnya di lembang (Desa) balla kecamatan bituang, Makale, kabupaten tanah tanah Toraja. Buntu puang memiliki ketinggian sekitar 2653mdpl dan merupakan salah satu puncak yang masih jarang di kunjungi oleh para pengiat alam bebas.

Banyak dugaan bahwa buntu puang adalah salah satu gunung berapi, meski tak mempunyai kaldera tetapi jika kita mendaki di buntu karua aroma khas bulerang tercium sangat jelas. Air sungai yang mengalir dari hulu buntu karua berwarna agak ke keruh tidak jernih seperti air sungai pada umumnya hal ini disebabkan adanya campuran bulerang pada air tersebut. Menurut salah satu sumber bahwa dahulu kala buntu karua adalah sebuah gunung yang sangat besar tetapi meletus sehingga dari gunung besar tersebut merubah menjadi gunung-gunung kecil yang berjumlah delapan, maka dari itu puncak tertingginya di sebut buntu karua atau Gunung delapan.

Keunikan dari gunung ini, selain jalur yang lumayan sulit, kelestarian alamnya sangat terjaga hampir 70% hutannya di penuhi oleh lumut, dan juga terdapat tugu trianggulasi setinggi 1m terbuat dari beton yang di bangun oleh belanda. Terdapat 8 pos daki menuju puncak, dan sumber air hanya terdapat di pos 3 dan pos 6 saja. Hal ini lah yang membuat kami ini melakukan expedisi ke buntu karua bersama kpa garis palopo dan kpa TWT tanah toraja.

Perjalanan kami mulai dari kota palopo menuju Kabupaten tanah toraja, kec. Bituang ,lembang (desa) balla. Perjalanan dari palopo memang mulus melalui aspal, tetapi ketika memasuki lembang balla akses di sana sangat hancur, jalannya di susun dari bebatuan yang besar dan sangat menanjak membuat mesin motor kami menjerit, sekitar 4 jam kami tiba di rumah pendeta setempat, mayoritas penduduk di kec.bituang adalah nasrani dan pak pendeta lah yang dijadikan pos lapor jika ingin melakukan pendakian ke buntu karua, Untuk info lebih lengkap silakan Klik di sini http://latimojong.wordpress.com/2012/06/22/wild-expedition-15-gunung-delapan-buntu-karua/ makasih and salam Lestari, sampai jumpa di cerita berikutnya :)

lihat juha info :

G.Balease : http://latimojong.wordpress.com/2011/01/02/wild-expedition-iv-kpa-garis-palopo/

G.Kambuno: http://latimojong.wordpress.com/2011/01/02/wild-expedition-vi-kpa-garis-palopo/

G.Gandang Dewata: http://latimojong.wordpress.com/2011/01/02/wild-expedition-ix-kpa-garis-palopo/

G.Nenemori: http://latimojong.wordpress.com/2011/01/26/wild-expedition-11-kpa-garis-palopo/

http://latimojong.wordpress.com/2011/02/21/daftar-gunung-gunung-di-sulawesi-selatan/

http://latimojong.wordpress.com/2011/08/01/3-puncak-tersulit-sulawesi-selatan/

Gunung kandora kpa garis palopo

Gunung kandora berada  kab. Tanah toraja tepatnya sekitar 10 kilometer dari kota makale, dan dapat juga melalui akses dari Makassar kemudian sidrap, enrekang kemudian terakhir tanah toraja. Gunung kandora merupakan gunung batu yang menjulang tinggi dan memanjang dari  timur ke barat. Titik tertinggi gunung ini adalah 1130 mdpl. Memang tidak terlalu tinggi tetapi jalur yang dilalui sangatlah berbahaya dan memacu adrenalin, hal ini disebabkan karna jalur yang di lalui adalah tepian tebing dan jika terjadi kesalahan sedikit saja dapat berakibat fatal bagi si pendaki.

Gunung kandora kpa garis palopo

Jika ingin menaiki gunung ini anda cukup bertanya kepada warga arah menuju gunung kandora disekitar wilayah makale. Hampir semua orang toraja mengetahui gunung ini dikarnakan berkaitan dengan sejarah daerah setempat. Setelah menemukan jalur akses menuju kaki gunung anda kemudian memasuki jalan berbatu dan sedikit berbahaya jika terjadi hujan karna bebatuan yang bercampur tanah sangatlah licin.

Gunung kandora kpa garis palopo (Tenda Yang berdiri ti tepi jurang)

Garis Palopo . Gunung Kandora

Villa kandora , kpa garis palopo

Anda dapat memarkir kendaraan di rumah warga di sekitar kaki gunung, kemudian mulai mendaki melalui beberapa pohon pinus yang menjulang tinggi, tepat dibawa kaki gunung terdapat Villa kandora yang di bangun oleh pemerintah setempat, dan ditujukan bagi pendaki yang bermalam tepat di kaki gunung. Sebelum melanjutkan perjalanan menuju puncak para pendaki disarankan membawa air sebanyak-banyaknya karna di atas tidak terdapat sumber air yang dapat diminum.

Ada dua jalur yang dapat dilalui yaitu jalur normal dan jalur khusus bagi yang ingin megifesiankan waktu perjalan tetapi jalur itu di khususka bagi yang sudah professional  karna jalurnya jangatlah terjal dan membutuhkan beberapa pegangan besih, tetapi disarankan agar melalui jalur normal. Sekitar sejam para pendaki dapat sampai di punggungan batu pertama bagi yang ingin menginap di puncak haruslah mempersiapkan mental dan stamina karna tempat pijakan tenda sangatlah kecil dan bisa dikatakan sangat berbahaya apabila mendirikan tenda di punggungan tebing pertama.

Gunung kandora kpa garis palopo

Jalur menuju puncak dari punggungan pertama sangatlah berbahaya. Anda mesti konsentrasi dengan pijakan dan pengangan anda karna jenis bebatuan gunung kandora adalah bebatuan kapur yang sangat mudah pecah dan kropos. Puncaknya berada paling ujung sebelah barat dan butuh sekitar sejam apabila berada di punggungan batu ke dua. Ditandai sebuah batu yang di susun oleh para pendaki.

Dalam perjalan pulang anda haruslah berhati-hati, dan mesti lebih waspada karna biasanya para pendaki terkadang lebih ceroboh ketika dari puncak di banding ketika menanjak, sedikit kesalahan saja anda dapat terjatuh ke bawah jurang dengan ketinggian 100-200 meter. Dan sudah di pastikan anda pasti meninggal jika terjatuh dari jalur,

Catatan :

  • Bawalah suplay air sebanyak-banyaknya
  • Usahakan tidak menginap di puncak
  • Berhati-hati ketika naik terutama turun dari puncak
  • Jangan mencoret-coret di dinding fila
  • Hentikan pendakian ketika hujan atau diperkirakan akan turun hujan.

Posting by : Ayyung Kpa Garis Palopo.


Gunung Nenemori adalah Gunung tertinggi ke 2 di Pulau Sulawesi dengan ketinggian sampai 3397 mdpl, Gunung ini terletak di deretan Pegunungan Latimojong yang terbentang dari kab Luwu, Enrekang dan juga Tanah Toraja. Gunung ini mempunyai 2 jalur yang dapat dilalui oleh para Pendaki yaitu jalur dari Gunung Rantemario yaitu Lewat Kab. Enrekang Dusun Karangan, dan apabilah telah sampai di pos7 Rantemario kemudian belok kanan menuju Pemancar dan seterusnya hingga mendapatkan sebuah puncak dengan tumpukan batu, itulah puncak Nenemori 3397 mdpl. Kemudian ada juga jalur Lewat Kab : Luwu, kecamatan Latimojong Desa Gamaru. Kalau jalur Enrekang mungkin sudah banyak yang mengetahui, kali ini kami akan menjelaskan jalur Timur yaitu Ulusalu.

Apabila ingin melaui jalur ini anda dapat memulainya dari Makassar atau dari Palopo menuju Kec. Bajo Barat tepatnya Pasar lama, ongkos dari Makassar kurang lebih sekitar 70 ribu . dari bajo anda dapat menaiki Ojek menuju desa Terakhir yaitu Desa Gamaru Kec. Latimojong dengan ongkos kurang lebih sekitar 60-80 ribu tahun 2011, apabila jumlah tim anda lebih dari 10 orang disarankan anda menyewa mobil Hartop dengan ongkos 400-500 ribu “tergantung Lobi-lobi anda” apabila anda menggunakan mobil Hartop daya tampungnya bias mencapai 20-30 Orang. dijamin ongkos yang anda keluarkan tergantikan dengan melihat keindahan Pegunungan Latimojong. Apabila anda agak kekurangan modal anda dapat naik ojek dari Pasar Bajo sampai di Jembatan Lokopini sebuah jembatan yang memisahkan antara Bonelemo dan Range-range dengan Ongkos kurang lebih 10 ribu.. dari sini anda dapat berjalan kaki sampai di desa terakhir dengan melewati desa antara lain, (kadundung, Saringan kemudian tiba di Desa Gamaru “ tapi anda mesti berhati-hati apabila sampai di sebuah Persimpangan Kadundung dan Persimpangan Tibussan Jangan sampai anda salah jalan anda dapat bertanya kepada penduduk yang berlalu lalang, perjalanan dari Jembatan Lokopini Ke Desa Gamaru Sekitar Satu Harian.

Di Desa Gamaru juga terdapat Ait Terjun Kembar yang biasa di panggil Oleh Penduduk dengan Sarasa Mirambu dengan ketinggian sekitar 100 meter. Di desa Gamaru Anda harus Melapor Ke Pak Desa setempat yang bernama Pak Gafur “2011”, dan anda dapat menginap di rumah pak Dusun yang Bernama Pak Rahman. Di sinilah para pendaki biasanya tinggal, dia jua banyak tau tentang Gunung-gunung di Latimojong,

Dari desa anda cukup mengikuti saluran air hingga sampai di Penghujung saluran disinilah pos1 Nenemori. Dilanjutkan mendaki di Buntu Katapu dengan ketinggian 2130 mdpl di silah anda harus berhati-hati perhatikan baik2 jalur anda anda harus terus menuju arah Barat, pos 2 ditandai sebuah tanah agak Datar dengan pepohonon besar , jalanlah terus ke arah barat maka sampailah anda di pos 3 yaitu tanah datar yang dapat menampung sekitar 7 tenda, persis berhadapan dengan sebuah gunung tinggi di arah barat dan sebuah Sungai Kecil di dekat pos di sini juga di jadikan Camp 1, dari sini tanjakan gila akan anda hadapi, sesekali anda harus membuka jalur apa bila tertutup,

Pos 3 adalah sebuah batu besar dan di bawahnya terdapat sebuah Liang yang sering di jadikan tempat anoa tidur. Sekitar 4 jam perjalanan dari pos 3, kemudian anda akan melewati Punggungan dan tibalah anda di sebuah Punggungan “ Patahan” di seblah patahan adalah pos 5 dan dapat di jadikan Camp tak ada air sama sekali di sini disarankan membawa air dari Pos 3. dari Pos5 atau Camp 2 anda akan melewati Punggungan menuju Puncak Nenemori Latimojong sekitar 3 jam anda berjalan maka sampailah Anda di Puncak Nenemori Latimojong 3397 mdpl dengan tanda sebuah Batu di susun oleh para pendaki dan disana juga terdapat Tower NRA KPA GARIS Palopo yang terbuat dari Besi berwarna Merah “ bila belum rusak”. Dari puncak Nenemori Latimojong anda dapat melihat bentangan seluruh Pegunungan Latimojong karna Gunung ini Berada tepat pada pertengahan Pegunungan tersebut. Dan apabila anda ingin melanjutkan perjalanan menuju Rantemario Latimojong 3478 mdpl anda dapat mengikuti jalur kearah Utara sekitar sejam anda dapat sampai di Puncak Rantemario Latimojong 3478 mdpl. Apa bila anda menginap di puncak anda harus memasang tenda di bawah pohon agar hembusan angina tidak terkena langsung dengan tenda anda, ngecamp di puncak adalah tantangan yang tersulit di dalam expedition anda karma cuacanya di jamin duuiiiingiiin banget 100%.tetapi pemandangan dari Puncak Nenemori Latimojong 3397 mdpl sangat bagus di banding Puncak Rantemario latimojong 3478 mdpl. Buktikanlah Keindahan dan Tantangan jalur timur Latimojong

Rantemario, Rantekambola, Sikolong, lapande dan sinaji

Rantemario Latimojong 3478 mdpl diliat dari Nenemori Latimojong

Puncak Nenemori Latimojong 3397 mdpl

Tower NRA KPA GARIS Palopo Gunung Nenemori Latimojong 3397 mdpl

Itulah beberapa data yang kami ketahui tentang Gunung Nenemori Latimojong 3397 mdpl, semoga bermanfaat bagi kita semua. Makasih

Mari Kita Ramaikan Pendakian Jalur Timur Latimojong

BY : KPA GARIS

 

Saran :

  • Jangan terlalu Santai dalam Perjalannan usahakan untuk terus berjalan (pada ketinggian lebih dari 3000 mdpl)
  • Membawa tenda khusus (tenda badai )
  • Usahakan memakai kompor teranggia (Gas dapat mengalami Kebuntuan )
  • Membawa masing-masing sleeping bag
  • Membawa Kantong Air sebanyak-banyaknya
  • Usahakan berjalan di pagi hari dan ngecamp sebelum sore hari karna cuaca dapat berubah setiap saat.
  • Kompas minimal 2 buah
  • Perlu adanya Peta

Rekor :

  • G.Bawakaraeng 2800 MDPL  thn 2009
  • G.Rantemario Latimojong 3478 MDPL thn 2009
  • G.Mekongga 2620 MDPL thn 2009
  • G.Tolangi 3016 MDPL thn 2009
  • G.Balease 2894 MDPL thn 2009
  • G.Sesean 2100 MDPL   thn 2002-2009
  • G.Buntu Puang 1904 MDPL  thn 2009
  • G.Bambapuang 1012 MDPL thn 2010
  • G.Sinaji latimojong 2600 MDPL   thn 2010
  • G.kambuno 2950 MDPL   thn 2010
  • G.Gandang Dewata  3037 MDPL  thn 2010
  • G.Nenemori Latimojong 3397   MDPL  thn 2011

Target :

  • Semua Gunung di Dunia Ha ha ha

Gunung Rantekambola Di lihat Dari Gunung Rantemario

Gunung Rantekambola Latimojong 3083 mdpl Adalah puncak tertinggi merupakan salah satu Puncak tertinggi dari sekitar 12 puncak pegunungan latimojong..puncaknya terdapat sebuah batu yang di susun oleh pendaki yang di merupakan tanda titik tertinggi pada puncak ini, durasi waktu untuk mendaki gunung ini sekitar 5-7 hari, jalurnya bisa dari kec.Mingkendek kab. Tanah toraja, bisa juga dari kec. Baraka kab Enrekang, dan bisa juga dari Ranteballa kec. Latimojong kab. Luwu.jalur menuju ke gunung ini agak susah karna melewati punggungan yang sangat dingin karna di atas ketinggian 3000 mdpl lebih.dan masih jarang nya orang yang pernah ke puncak ini.

Berikut adalah beberapa Gunung di Pegunungan Latimojong

Puncak yang Membujur dari Barat ke Timur yaitu:

  • Gunung Pantealoan 2.500 mdpl
  • Gunung Pokapinjang 2.970 mdpl

Puncak yang melintang dari Utara ke Selatan adalah:

  • Gunung Sinaji 2.430 mdpl
  • Gunung Lapande 2.457 mdpl
  • Gunung Sikolong 2.754 mdpl
  • Gunung Rante Kambola 3.083 mdpl
  • Gunung Rantemario 3.473 mdpl
  • Gunung Nenemori 3.397 mdpl
  • Gunung Bajaja 2.706 mdpl
  • Gunung Latimojong 3305 mdpl

Rute Pendakian :

Jalur akses yang umum dipakai adalah dari kecamatan Baraka, Baraka ini bisa dicapai dari arah Makassar atau Tana Toraja dengan menumpang bis dan turun di Cakke. Kemudian dilanjutkan dengan menumpang angkutan lokal ke Baraka.

Baraka – Karangan

Dari Baraka ke Karangan bisa ditempuh dengan mobil sejenis Hartop atau Truk  Angkutan ini hanya ada pada hari pasar Baraka yaitu hari Senin dan Kamis. Angkutan lain adalah Ojek dan kita akan diantar langsung ke Karangan hanya saja cukup, sebelum tiba di Karangan ada akan melewati beberapa desa atau dusun ( Karuaja, Agin-agin Rante Lemo dll)

Dusun Karangan – Pos 1

Jalur trekking dari Karangan menuju pos 1 dimulai dengan mengikuti aliran sungai Salu Karangan kemudian menyeberangi sebuah jembatan batang pohon dan menanjak naik dengan kemiringan 50-70 derajat. Keadaan jalur hingga ke Pos 1 ini banyak sekali jalan bercabangnya, yang merupakan jalur pemburu dan penebang kayu. Pos 1 ini bernama Buntu Kaciling dan berada diketinggian 1800m d.p.l dan merupakan sebuah areal terbuka seukuran 4 meter persegi disini tidak ada sumber mata air.

Pos 1 – Pos 2

Menuju Pos 2 dari pos 1 jalur trek akan bervariasi yaitu mendaki dan menurun serta melipiri tepi jurang. Mendekati pos 2 rute jalannya akan menurun karena pos 2 berada disebuah lembah ditepi sungai yang mengalir besar. Pos 2 ini berupa sebuah areal dibawah tebing batu seukuran 4 meter persegi. Sumber air melimpah disini dan sangat dekat dari areal camp. Pos 2 berada diketinggian 1800m d.p.l dan pos 2 ini disebut juga dengan nama Goa Sarung Pakpak. Waktu tempuh dari pos 1 adalah 1 jam 45 menit. Pos 2 biasanya dijadikan tempat bermalam oleh pendaki.

Pos 2 – Pos 3

Menuju Pos 3 yang bernama Lantang Nase rutenya adalah tanjakan terjal 80 derajat dan ini akan ditempuh terus selama 1 jam perjalanan. Tanajakan ini tanpa bonus jalan mendatar dan sangat berbahaya jika lengah dengan keseimbangan bisa terjungkal kebelakang. Pos 3 ini berupa sebuah daerah datar seukuran 5 meter persegi serta tidak ada sumber airnya dan berada pada ketinggian 1940m d.p.l

Pos 3 – Pos 4

Rute menuju Buntu Lebu atau Pos 4 ini dari Pos 3 masih mempunyai kemiringan 60 – 70 derajat dengan sesekali bonus jalan mendatar. Pos 4 berada diketinggian 2140m d.p.l dan merupakan sebuah areal datar ukuran 6 meter persegi. Tertutup pepohonan dan tidak mempunyai sumber air. Waktu tempuh dari pos 3 adalah 45 menit.

Pos 4 – Pos 5

Pos 5 atau dikenal juga dengan sebutan Soloh Tama, merupakan sebuah daerah datar yang luar dan bisa menampung paling tidak 10 tenda. Daerah ini sedikit terbuka dan terletak disisi sebuah punggungan dengan ketinggian 2670 m d.p.l dan waktu tempuh dari pos 4 adalah 1 jam 30 menit. Disini terdapat sumber air berupa sebuah sungai yang berjarak kira-kira 100 meter menurun kelembah. Tempat ini juga biasanya dijadikan tempat bermalam oleh pendaki.dari sini kita sudah dapat melihat puncak Rantemario dari kejauhan apabila cuaca cerah

Pos 5 – Pos 6

Pos 6 merupakan sebuah daerah datar ukuran 3×6 meter dan mempunyai ketinggian 2780 m d.p.l jarak tempuh dari pos 5 sekitar 40 menit. Dari pos ini sudah terlihat jelas jejeran pegunungan Latimojong serta Buntu Dea dari kejauhan. Disini tidak terdapat sumber mata air.

Pos 6 – Pos 7

Jarak tempuh dari pos 6 ke pos 7 adalah 1 jam 30 menit. Sepanjang rute menuju pos 7 jalan setapaknya sudah terbuka dan hamparan jejeran penggunungan Latimojong jelas terlihat. Pos 7 berada pada ketinggian 3100m d.p.l pos ini dikenal juga dengan nama Kolong Buntu. Pemandangan sangat indah dari pos ini. Di pos ini juga terdapat sebuah sumber mata air berupa sungai kecil jernih dan sebuah kolam besar dibawahnya. Jarak dari lokasi camp sekitar 15 meter.

Pos 7 – Pertigaan

Perapatan adalah sebuah medan terbuka yang cukup luas disini kita menemukan jalan kekiri ke puncak Rante Mario, kanan ujung 30° adalah kepuncak Nenemori dan kanan 90° adalah jalan turun ke Palopo. Sebelum mencapai perapatan ini kita akan bertemu dengan jalan bercabang yaitu kekanan ke puncak antene (antene komunikasi ABRI yang tidak terpakai lagi), dan kekiri ke Perapatan. Waktu tempuh dari pos 7 adalah 20 menit, dengan ketinggian 3300m d.p.l dan tidak ada sumber air disini.

Pertigaan – Persimpangan

Dari lapangan (pertigaan) yang berada pada persimpangan  Gunung Nenemori Latimojong 3397 mdpl dan Gunung Rantemario Latimojong 3478 mdpl, kita mengambil jalur kiri yang menuju Rantemario setelah berjalan kurang lebih 30 menit terdapat lagi persimpangan yang apabila anda memilih jalur kiri maka anda akan naik ke puncak Rantemario Latimojong dan apabila memilih jalur kanan maka anda akan menuju Gunung Rantekambola Latimojong 3083 mdpl

Persimpangan – Puncak Rantekambola

Untuk menuju Gunung Rantekambola dari persimpangan masih membutuhkan waktu kurang lebih dua hari, di sinilah jalur tersulitnya di karnakan sepanjang perjalanan tersebut kita harus menjalani hamper seperdua punggungan Pegunungan Latimojong dengan kondisi alam yang terbuka dan dirapati oleh Vegetasi tumbuhan kerdil, di perparah lagi medan yang terbuka dan iklim cuaca yang sangat dingin. Dan di tandai oleh sebuah susunan batu-batu (tranggulasi)

Puncak Gunung Rantekambola

Saran :

  • Jangan terlalu Santai dalam Perjalannan usahakan untuk terus berjalan (pada ketinggian lebih dari 3000 mdpl)
  • Membawa tenda khusus (tenda badai )
  • Usahakan memakai kompor teranggia (Gas dapat mengalami Kebuntuan )
  • Membawa masing-masing sleeping bag
  • Membawa air dari pos7 atau Kolam persimpangan Nenemori Latimojong
  • Usahakan berjalan di pagi hari dan ngecamp sebelum sore hari karna cuaca dapat berubah setiap saat.

Itulah beberapa data yang kami ketahui tentang Gunung Rantekambola 3083 mdpl, semoga bermanfaat bagi kita semua. Makasih

BY : KPA GARIS

Rekor :

  • G.Bawakaraeng 2800 MDPL  thn 2009
  • G.Rante Mario Latimojong 3478 MDPL thn 2009
  • G.Mekongga 2620 MDPL thn 2009
  • G.Tolangi 3016 MDPL thn 2009
  • G.Balease 2894 MDPL thn 2009
  • G.Sesean 2100 MDPL   thn 2002-2009
  • G.Buntu Puang 1904 MDPL  thn 2009
  • G.Bambapuang 1012 MDPL thn 2010
  • G.Sinaji latimojong 2600 MDPL   thn 2010
  • G.kambuno 2950 MDPL   thn 2010
  • G.Gandang Dewata  3037 MDPL  thn 2010
  • G.Nenemori Latimojong 3397 MDPL  thn 2011

Target :

  • Semua Gunung Di Dunia HA…Ha…ha…..???

Gunung Rantemario 3478 mdpl

Adalah puncak teringgi di pulau Sulawesi yang pencapai tinggi 3478 mdpl.dengan kordinat 120°01′30″ BT – 03°23′01″ LS.dan berada tepat pada deretan pegunungan latimojonggunung ini tidak terlalu sulit tuk dijangkau hanya butuh 2-3 hari untuk sampai ke puncak. Dari puncak kita dapat melihat pemandangan yang begitu indah sepanjang mata memandang hanya awan yang membentang..,di puncak terdapat sebuah tiang tranggulasi setinggi 1,5 meter terbuat dari beton. jalur menuju puncak ini ada dua : yaitu dari kec,Baraka kab, enrekang dan kec.latimojong kab, luwu.

Masih banyak orang yang dapat membedakan antara Gunung Rantemario 3478 mdpl dengan Gunung latimojong 3305 mdpl, sebenarnya kedua puncak itu berbeda Gunung Rantemario puncaknya berada pada bagian utara tepatnya di daerah Karangan, Baraka (Kab Enrekang), sedangkan Gunung latimojong berada pada baguan selatan tepatnya di daerah Tibussan (kab. Luwu), keduanya adalah puncak tertinggi di Pegunungan Latimojong, ini juga di sebabkan banyaknya data-data yang kurang akurat yang tersebar, di tambah pengetahuan si pembaca yang tak mengetahui perbedaan antara Gunung dan Pegunungan. Pegunungan ini membujur dari Barat ke timur, dan melintang dari Utara ke Selatan. Konon kabarnya pegunungan ini merupakan tempat asal usul dari nenek moyang orang Enrekang, Toraja, Luwu dan Bone. Sedangkan saat ini yang mendominasi daerah Baraka hingga dusun terakhir Karangan adalah orang suku Duri yang berbicara dengan bahasa Duri. Berikut adalah urutan puncak-puncak pegunungan latimojong

Puncak yang Membujur dari Barat ke Timur yaitu:

  • Gunung Pantealoan 2.500 mdpl
  • Gunung Pokapinjang 2.970 mdpl

Puncak yang melintang dari Utara ke Selatan adalah:

  • Gunung Sinaji 2.430 mdpl
  • Gunung Lapande 2.457 mdpl
  • Gunung Sikolong 2.754 mdpl
  • Gunung Rante Kambola 3.083 mdpl
  • Gunung Rantemario 3.473 mdpl
  • Gunung Nenemori 3.397 mdpl
  • Gunung Bajaja 2.706 mdpl
  • Gunung Latimojong 3305 mdpl

Gunung Rantemario Peg. latimojong 3478 MDPL adalah salah satuh puncak dari beberapa puncak di pegunungan latimojong gunung Rantemario Latimojong merupakan puncak tertinggi Se-Sulawesi yang mencapai ketinggian 3478 mdpl. Gunung Rante Mario juga merupakan salah satuh gunung tersulit  di Sulawesi selatan menurut data kami, dikarnakan cuaca dan iklim yang sangat dingin apabila anda ingin menginap di puncak,

Sumber mata pencaharian penduduk di daerah perdusunan Pegunungan Latimojong adalah bertani kopi. Curah hujan rata-rata adalah 94,6 mm/tahun. Musim pendakian yang paling baik adalah dari Bulan July hingga Agustus. Anoa masih banyak terdapat di pegunungan ini, meskipun sudah dilindungi karena jumlahnya yang mulai berkurang, akan tetapi pemburuan ilegal masih terus berlangsung, baik oleh penduduk lokal maupun pendatang yang sengaja datang untuk berburu.

Rute Pendakian :

Jalur akses yang umum dipakai adalah dari kecamatan Baraka, Baraka ini bisa dicapai dari arah Makassar atau Tana Toraja dengan menumpang bis dan turun di Cakke. Kemudian dilanjutkan dengan menumpang angkutan lokal ke Baraka.

Baraka – Karangan

Dari Baraka ke Karangan bisa ditempuh dengan mobil sejenis Hartop atau Truk  Angkutan ini hanya ada pada hari pasar Baraka yaitu hari Senin dan Kamis. Angkutan lain adalah Ojek dan kita akan diantar langsung ke Karangan hanya saja cukup, sebelum tiba di Karangan ada akan melewati beberapa desa atau dusun ( Karuaja, Agin-agin Rante Lemo dll)

Dusun Karangan – Pos 1

Jalur trekking dari Karangan menuju pos 1 dimulai dengan mengikuti aliran sungai Salu Karangan kemudian menyeberangi sebuah jembatan batang pohon dan menanjak naik dengan kemiringan 50-70 derajat. Keadaan jalur hingga ke Pos 1 ini banyak sekali jalan bercabangnya, yang merupakan jalur pemburu dan penebang kayu. Pos 1 ini bernama Buntu Kaciling dan berada diketinggian 1800m d.p.l dan merupakan sebuah areal terbuka seukuran 4 meter persegi disini tidak ada sumber mata air.

Pos 1 – Pos 2

Menuju Pos 2 dari pos 1 jalur trek akan bervariasi yaitu mendaki dan menurun serta melipiri tepi jurang. Mendekati pos 2 rute jalannya akan menurun karena pos 2 berada disebuah lembah ditepi sungai yang mengalir besar. Pos 2 ini berupa sebuah areal dibawah tebing batu seukuran 4 meter persegi. Sumber air melimpah disini dan sangat dekat dari areal camp. Pos 2 berada diketinggian 1800m d.p.l dan pos 2 ini disebut juga dengan nama Goa Sarung Pakpak. Waktu tempuh dari pos 1 adalah 1 jam 45 menit. Pos 2 biasanya dijadikan tempat bermalam oleh pendaki.

Pos 2 – Pos 3

Menuju Pos 3 yang bernama Lantang Nase rutenya adalah tanjakan terjal 80 derajat dan ini akan ditempuh terus selama 1 jam perjalanan. Tanajakan ini tanpa bonus jalan mendatar dan sangat berbahaya jika lengah dengan keseimbangan bisa terjungkal kebelakang. Pos 3 ini berupa sebuah daerah datar seukuran 5 meter persegi serta tidak ada sumber airnya dan berada pada ketinggian 1940m d.p.l

Pos 3 – Pos 4

Rute menuju Buntu Lebu atau Pos 4 ini dari Pos 3 masih mempunyai kemiringan 60 – 70 derajat dengan sesekali bonus jalan mendatar. Pos 4 berada diketinggian 2140m d.p.l dan merupakan sebuah areal datar ukuran 6 meter persegi. Tertutup pepohonan dan tidak mempunyai sumber air. Waktu tempuh dari pos 3 adalah 45 menit.

Pos 4 – Pos 5

Pos 5 atau dikenal juga dengan sebutan Soloh Tama, merupakan sebuah daerah datar yang luar dan bisa menampung paling tidak 10 tenda. Daerah ini sedikit terbuka dan terletak disisi sebuah punggungan dengan ketinggian 2670 m d.p.l dan waktu tempuh dari pos 4 adalah 1 jam 30 menit. Disini terdapat sumber air berupa sebuah sungai yang berjarak kira-kira 100 meter menurun kelembah. Tempat ini juga biasanya dijadikan tempat bermalam oleh pendaki.dari sini kita sudah dapat melihat puncak Rantemario dari kejauhan apabila cuaca cerah

Pos 5 – Pos 6

Pos 6 merupakan sebuah daerah datar ukuran 3×6 meter dan mempunyai ketinggian 2780 m d.p.l jarak tempuh dari pos 5 sekitar 40 menit. Dari pos ini sudah terlihat jelas jejeran pegunungan Latimojong serta Buntu Dea dari kejauhan. Disini tidak terdapat sumber mata air.

Pos 6 – Pos 7

Jarak tempuh dari pos 6 ke pos 7 adalah 1 jam 30 menit. Sepanjang rute menuju pos 7 jalan setapaknya sudah terbuka dan hamparan jejeran penggunungan Latimojong jelas terlihat. Pos 7 berada pada ketinggian 3100m d.p.l pos ini dikenal juga dengan nama Kolong Buntu. Pemandangan sangat indah dari pos ini. Di pos ini juga terdapat sebuah sumber mata air berupa sungai kecil jernih dan sebuah kolam besar dibawahnya. Jarak dari lokasi camp sekitar 15 meter.

Pos 7 – Pertigaan

Perapatan adalah sebuah medan terbuka yang cukup luas disini kita menemukan jalan kekiri ke puncak Rante Mario, kanan ujung 30° adalah kepuncak Nenemori dan kanan 90° adalah jalan turun ke Palopo. Sebelum mencapai perapatan ini kita akan bertemu dengan jalan bercabang yaitu kekanan ke puncak antene (antene komunikasi ABRI yang tidak terpakai lagi), dan kekiri ke Perapatan. Waktu tempuh dari pos 7 adalah 20 menit, dengan ketinggian 3300m d.p.l dan tidak ada sumber air disini.

Perapatan (lapangan)– Puncak Rante Mario

Dari perapatan menuju puncak rante Mario 3430m d.p.l rutenya mendatar dengan sesekali tanjakan 30 derajat. Melewati jalan terbuka yang luas terdapat dua jalur yaitu kekiri jalur normal dan kekanan jalur potong. Kedua jalur tersebut bertemu kembali sebelum mencapai puncak. Dipuncak terdapat tiang Triangulasi yang di buat oleh mapala 45 terbuat dari beton setinggi 1,5M

Trianggulasi Latimojong

Saran :

  • Jangan terlalu Santai dalam Perjalannan usahakan untuk terus berjalan (pada ketinggian lebih dari 3000 mdpl)
  • Membawa tenda khusus (tenda badai )
  • Usahakan memakai kompor teranggia (Gas dapat mengalami Kebuntuan )
  • Membawa masing-masing sleeping bag
  • Membawa air dari pos7 atau Kolam persimpangan Nenemori Latimojong
  • Usahakan berjalan di pagi hari dan ngecamp sebelum sore hari karna cuaca dapat berubah setiap saat.

Itulah beberapa data yang kami ketahui tentang Gunung Sojol 3025 mdpl , semoga bermanfaat bagi kita semua. Makasih

BY : KPA GARIS

Rekor :

  • G.Bawakaraeng 2800 MDPL  thn 2009
  • G.Rante Mario Latimojong 3478 MDPL thn 2009
  • G.Mekongga 2620 MDPL thn 2009
  • G.Tolangi 3016 MDPL thn 2009
  • G.Balease 2894 MDPL thn 2009
  • G.Sesean 2100 MDPL   thn 2002-2009
  • G.Buntu Puang 1904 MDPL  thn 2009
  • G.Bambapuang 1012 MDPL thn 2010
  • G.Sinaji latimojong 2600 MDPL   thn 2010
  • G.kambuno 2950 MDPL   thn 2010
  • G.Gandang Dewata  3037 MDPL  thn 2010
  • G. Nenemori Latimojong 3397 MDPL  thn 2011

Target :

  • Semua Gunung Di Dunia HA…Ha…ha…..???

Gunung Kambuno 2950 mdpl

Posted: December 29, 2010 in Gunung Sulawesi Selatan

Buntu Lantangunta merupakan gunung yang berada di wilayah Luwu Utara yang tak jarang menjadi tujuan perjalanan para pendaki gunung. Sebenarnya nama Lantangunta tidak lazim dikenal, yang biasanya yaitu Buntu Kambuno dengan koordinat puncak 120 04’ 14,6” BT dan 02 21’ 19,4”, lembar petanya yaitu Sabbang 2113-13, dan Malimbu 2113 – 41, Kambuno sendiri menurut penduduk setempat merupakan nama yang diberikan oleh tim pendataan yang masuk ke daerah Mangkaluku pada taun 80an. Yang lazimnya dikenal oleh penduduk setempat yaitu Pegunungan Tusang. Jadi puncak – puncak yang berada diantaranya yaitu Puncak Lantangunta, puncak Tusang dan puncak – puncak lain yang berada diantara ke 2 puncak ini.
Perjalanan ke puncak Lantangunta membutuhkan waktu 10 hari pulang pergi. Dari Makassar naik bus, kita turun di Sabbang di daerah pasar, kemudian dilanjutkan dengan menaiki kendaraan berupa truk pengankut pasir ke daerah Pongo yang berjarak kurang lebih 5 km, dari daerah Pongo kemudian dilanjutkan dengan menempuh jalan rintisan sejauh kurang lebih 25 km ke dusun Mangkaluku, desa Malimbu, perjalanan ini ditempuh 1 hari. Dari desa inilah perjalanan kemudian dilanjutkan sampai ke puncak, di jalur banyak terdapat sumber air, terlihat juga dari petanya, terdapat bayak anak-anak sungai yang mengalir di daerah punggungan Kambuno ini. Menurut informasi,jalur menuju puncak merupakan jalur kehutanan, banyak juga terdapat pacet sepanjang perjalanan, terutama di bawah ketinggian 2000mdpl, juga terdapat hewan khas Sulawesi anoa
Di desa Mangkaluku tepatnya di KM 27 terdapat sumber air panas yang belum dikelola dengan baik oleh masyarakat sekitar untuk dijadikan objek wisata juga terdapat perencanaan pembangunan PLTA mikro sebagai sumber listrik bagi penduduk mengingat belum terdapat aliran listrik ke dusun Mangkaluku. Penghasilan utama penduduk setempat adalah bertani juga ada yang beternak.

Desa Mangkaluku Kilometer 26

Kolometer 45   Sekaligus  POS 1 Kambuno

  • Sabbang- Pongo 1 jam (berjalan kaki
  • Pongo – Kurirang ( 1-2 hari )
  • Kurirang – Mangkaluku KM 26 (30 menit)
  • Mangkaluku – km45 ( Pos 1 camp 2) ( satu Hari )
  • Pos 1 – Pos 2 1,5 km 2 jam40 menit Trekking melewati punggungan, menyusuri jalur longsoran, kemudian melandai
  • Pos 2 – Pos 3 0,75 km 30 menit Jalur terus agak menurun sampai mendapati sungai ( Sumber Air Terakhir )
  • Pos 3 – Pos 4 0,75 km 40 menit Trekking cukup berat sampaimendapati tempat agak datar
  • Pos 4 – Pos 5 0,375 km 25 menit Jalur agak mendaki
  • Pos 5 – Pos 6 0,75 km 20 menit Jalur agak mendaki
  • Pos 6 – Pos 7 0,25 km 30 menit Trekking cukup berat
  • Pos 7 –Pos 8 0,75 km 45 menit Trekking cukup berat, curam
  • Pos 8 – Puncak 1 km 45 menit Trekking cukup berat, curam sampai mendapati jalur agak mendatar
  • Puncak berupa tanah yang agak datar, dan terdapat sebuah tranggulasi yang di buat oleh batu

itulah sedikit data yang kami ketahui, untuk lengkapnya silakan masuki wild expedition VI KPA GARIS, semoga ada manfaatnya bagi pembaca. salam lestari

By : Ramli KPA GARIS

Rekor :

  • G.Bawakaraeng 2800 MDPL  thn 2009
  • G.Rante Mario Latimojong 3478 MDPL thn 2009
  • G.Mekongga 2620 MDPL thn 2009
  • G.Tolangi 3016 MDPL thn 2009
  • G.Baliase 2894 MDPL thn 2009
  • G.Sesean 2100 MDPL   thn 2002-2009
  • G.Buntu Puang 1904 MDPL  thn 2009
  • G.Bambapuang 1012 MDPL thn 2010
  • G.Sinaji latimojong 2600 MDPL   thn 2010
  • G.kambuno 2950 MDPL   thn 2010
  • G.Gandang Dewata  3037 MDPL  thn 2010
  • G.Nenemori Latimojong 3397 MDPL  thn 2011

Target :

  • Semua Gunung Di Dunia HA…Ha…ha…..???

Gunung Balease 2894 mdpl

Posted: December 29, 2010 in Gunung Sulawesi Selatan

Gunung balease berada pada desa bantimurung bone-bone kabupaten luwu utara sulawesi selatan, gunung ini terletak di pegunungan yang terbentang dari bone-bone ke masamba dengan ketinggian 2894 mdpl, akan tetapi kita harus melalui gunung tolangi dengan ketinggian 3016 mdpl.

Rekapitulasi hari mendaki di balease

  • Hari 1 : Dari Makassar ke bone-bone kurang lebih 100.000 di bone2 langsung ke desa bantimurung menemui juru kunci : pak nas, usahakan dari Makassar pada pagi hari agar tiba di bone-bone pada sore atau malam hari, ojek dari pasar bone2 tersedia setiap saat,
  • Hari 2: Dari rumah pak nas, berangkat sekitar jam 8am, menuju pintu rimba air terjun,isilah kantong air minimal 3 liter max 5 liter, usahakan lepas dari pintu rimba sekitar jam 11am dan ngecamp di pos 2 kpa garis
  • Hari 3; Dari pos 2 menuju pos 3 ada sungai kecil kalau beruntung terdapat air, dan usahakan ngecamp di pos 4 atau lewat,agar target terkejar,
  • Hari 4; Dari pos 5 melewati punggungan dan usahakan ngecamp di lembah waruh (telaga Lumut) kalau beruntung suplay iir disini melimpah tapi kadang2 kering seperti waktu TWKM se-indonesia 2009
  • Hari 5; Menuju puncak baliase dan kembali pulang usahakan ngecamp di pos 5 atau 4,
  • Hari 6: Menuju kampung, apabila star pagi dari pos 4 kalau cepat bisa tiba di kampung pada sore hari,apabilah malam tiba di air terjun, paksakanlah pulang ke kampung dengan menggunakan alat penerangan, jangan sekali2 bermalam di air terjun ???? (menurut analisa kami)
  • Hari 7:Kembali kemakassar

Catatan :

  • Pintu rimba terletak di air terjun desa bantimurung, bone-bone sul-sel
  • Mempunyai juru kunci bernama pak nasaruddin
  • Usahakan membawa liader yang pernah kesana
  • Jangan berharap ada porter yang mau membawa barang, karna penduduk tak satupun perna ke puncak
  • Masing2 membawa kantung air
  • Suplay air hanya ada di air terjun, kali kecil antara pos 2 dan 3 (kalau ada) , tampungan air yang ada di camp dan lembah waruh,
  • Jangan sekali2 berangkat tanpa ijin pak nas
  • jangan naik apabilah ada pendaki yang baru saja dari atas gunung (otomatis suplay air telah habis atau berkurang)
  • Usahakan kantung air selaluh penuh dan usahakan hemat air selama perjalanan
  • Usahakan masaknya malam hari agar pada pagi hari langsung jalan (apabila mengejar target)
  • Perhatikan string dan tanda jalan,
  • jangan sekali2 bermalam di air terjun ???? (menurut analisa kami)
  • Jangan menegur apabila melihat atau mendengar yang aneh-aneh
  • Hati2 terhadap rotan, pacet, pada saat tiarap dan melewati akar
  • Tiang tranggulasinya terbuat dari besi,
  • Tak perlu ijin khusus cukup melapor di pak desa setempat

Negri Lumut Gunung Balease

Lembah Waru

Puncak Balease

Untuk info lengkapnya silakan kunjungi Categores Wild Expeditions IV KPA GARIS, Mudah-mudahan bermanfaat buat kita semua, makasih

By : Hamka S.pd   KPA GARIS

Rekor :

  • G.Bawakaraeng 2800 MDPL  thn 2009
  • G.Rante Mario Latimojong 3478 MDPL thn 2009
  • G.Mekongga 2620 MDPL thn 2009
  • G.Tolangi 3016 MDPL thn 2009
  • G.Baliase 2894 MDPL thn 2009
  • G.Sesean 2100 MDPL   thn 2002-2009
  • G.Buntu Puang 1904 MDPL  thn 2009
  • G.Bambapuang 1012 MDPL thn 2010
  • G.Sinaji latimojong 2600 MDPL   thn 2010
  • G.kambuno 2950 MDPL   thn 2010
  • G.Gandang Dewata  3037 MDPL  thn 2010
  • G.Nenemori Latimojong 3397 MDPL  thn 2011
  • G.Semeru 3676 MDPL Thn 2011
  • G.RInjani 3726 MDPL Thn 2011
  • G. Agung 3147 MDPL Thn 2011

Target :

  • Semua Gunung Di Dunia HA…Ha…ha…..???

GARIS#G.Bambapuang 1021 mdpl

Gunung  Bambapuang 1021 mdpl terletak di Dusun Kotu, Desa Bambapuang, Kec. Anggeraja, Kab. Enrekang sulawesi selatan, sedangkan arti kata dari bambapuang adalah tangga tuhan (menurut yang saya ketahui) sebenarnya Bambapuang tidak terlalu dikenal dikalangan Mountin Climbing tetapi terkenal dengan tebing Bambapung, tebing Bambapung sering dijadikan lokasi latian, Ajang Lomba dan lain-lain sebagainya. Tebing Bambapuang adalah tebing  tertinggi di Sulawesi Selatan tetapi Bambapuang juga dapat di daki oleh para pendaki dari arah belakang tebing yaitu sebelah barat,

Gunung Bambapuang bisa di akses dari kotamadya Palopo melewati Toraja , Kab.Makale kemudian tiba di Kab. Enrekang ada juga akses lain dari Makassar menuju Sidrap kemudian kab. Enrekang , untuk jalur kita dapat bertanya kepada penduduk atau warung-warung di pinggiran jalan

Salah satu kekurangan Gunung Bambapuang 1021 mdpl yaitu tak ada air karna sebenarnya  Gunung Bambapuang 1021 mdpl lebih tepatnya bisa dikatakan Gunung batu (Terdiri dari beberapa bebatuan besar), jadi kita harus membawa air dari kaki Gunung dan kita hanya dapat mendirikan 1 tenda kapasitas 4 org, tapi kita dapat tidur di bawah batu (mirip manusia purba dong….ha ha ha )

Jalur pertama kita melintasi kebun jagung. Yang sedikit menanjak, kemudian melewati padang rumput kemudian mendaki sampai puncak , jalurnya lumayan susah karna sangat miring dan melewati bebatuan rapuh dan tajam. ada 5 pos sampai puncak. Puncaknya di tandai oleh sebuah batu yang berbentuk kerucut.Tak cukup sejam mendaki  Gunung Bambapuang 1021 mdpl (jika mempunyai tenaga extra). Dari puncak kita bisa melihat Lembah Nona dan kota toraja yang begitu indah di kala fajar. Di sini juga terdapat sebuah Gua yang dapat di masuki dan terdapat mata air di dalamnya dan sering kali pendaki mengambil air tersebut jika beruntung air itu dapat di ambil tapi terkadang kering apabila kemarau panjang dan penduduk sekitar percaya bahwa air itu mempunyai wasiat,. Ada yang perlu di perhatikan, kita tidak boleh kencing di sembarang tempat di Gunung ini sering kali para Pendaki menaruhnya di atas wadah atau di dalam botol ???????.

Jika ingin turun gunung, usahakan turun sebelum tengah hari karna Matahari sangat panas di kala siang . itulah segumpal  info dari kami tentang Gunung Bambapuang 1021 mdpl. untuk info lengkap silakan memasuki categori Laporan Kegiatan KPA Garis.  semoga dapat bermanfaat bagi para pembaca. makasih

Gunung Bambapuang

Itulah beberapa data yang kami berikan untuk lengkapnya silakan kunjungi Wild Expedition VII, Makasih

By : Hairul Takdir Syahri S.pd.  KPA GARIS

Rekor :

  • G.Bawakaraeng 2800 MDPL  thn 2009
  • G.Rante Mario Latimojong 3478 MDPL thn 2009
  • G.Mekongga 2620 MDPL thn 2009
  • G.Tolangi 3016 MDPL thn 2009
  • G.Baliase 2894 MDPL thn 2009
  • G.Sesean 2100 MDPL   thn 2002-2009
  • G.Buntu Puang 1904 MDPL  thn 2009
  • G.Bambapuang 1012 MDPL thn 2010
  • G.Sinaji latimojong 2600 MDPL   thn 2010
  • G.kambuno 2950 MDPL   thn 2010
  • G.Gandang Dewata  3037 MDPL  thn 2010
  • G.Nenemori Latimojong 3397 MDPL  thn 2011

Target :

  • Semua Gunung Di Dunia HA…Ha…ha…..???

Gunung Sesean 2100 mdpl

Posted: December 28, 2010 in Gunung Sulawesi Selatan

Gunung Sesean 2100 mdpl

Gunung Sesean 2100 mdpl Terletak di Kabupaten Tanah Toraja Sulawesi Selatan, kita dapat menjangkaunya dari Makassar lewat kab. Sidrap, kemudian melewati kab.Enrekang lau sampailah di kab. Tanah toraja memudian menuju kecamatan sesean. Tempat ini dapat di jangkau dengan mobil angkutan kota sebesar Rp: 15.000 rupiah tahun 2009. Tapi kebanyakan para pendaki dating dengan menggunakan motor

Ini adalah salah satu Gunung yang paling sering dikunjungi oleh para pendaki, karena hanya butuh beberapa jam kira-kira 4jam untuk sampai di puncaknya. Terdapat 9 pos sampai di puncaknya.gunung ini juga sering dijadikan tempat piknik keluarga karna gunung ini sangat terbuka dan sangat jarang ditumbuhi oleh pepohonan, hall ini dis ebabkan karna gunung sesean pernah terjadi kebakaran hutan yang hamper menggabiskan 1/8 dari gunung. Gunung ini sangat menarik hati para pendaki karna dari atas puncak dapat melihat seluruh kab. Tanah toraja apabila cuaca sedang baik.

Trakking pertama di mulai dari kec.sesean sampan kantor desa. Dengan ketinggian 1400 mdpl menuju pos 1 terdapat pohon pinus besar dan pohon bamboo yang rimmbun.disini kita dapat istirahat “hati-hati dengan anjing penduduk” menuju pos 2 jalan dipenuhi bebetuan dan melewati kebun  kopi penduduk, kita juga melewati sebuah batu yang penduduk sekitar menyebutnya batu tumonga yang berarti batu mendongak  konon batu ini adalah jelmaan seekor kerbau besar yang yang berubah menjadi batu dengan posisi kepala mendongak keatas. Lokasi pos 2 sangat bagus sebagai tempat istirahat karna dari pos ini kita dapat melihat pemandangan yang sangat indah dan terdapat juga mata air di seblah barat. menuju pos 3.4.dan pos 5 tidak terlalu sulit. di pos 6 terdapat mata air yang sangat jernih. Di pos inilah para pendaki sering kali menginap karna di pos inilah sumber mata air terakhir.memang ketinggianya tidak terlalu tinggi tetapi kabut dan cuaca dingin dapat menyerang tiba-tiba karna gunung ini sangat terbuka maka angin lembah sangat leluasa berhembus.

Menuju pos 7 harus berhati-hati karna melewati pinggiran jurang, sesampai di pos 8 jalan sangat menanjak dan licin,pos 9 adalah puncak dari gunung sesean dengan elevasi 2100 mdpl yaitu berupa batu yang sangat besar. Apabila ingin menginap di puncak di sarankan agar tenda di ikat keras karnah angin dari lembah sangat keras dan jagan berdiri dekat dengan jurang karna sangat berbahaya, air juga harus dibawah dari pos 6 karna di puncak tidak terdapat sumber air.

Gunung ini sangat ramai di kunjungi bahkan oleh turis asing, kebanyakan gunung ini ramai di kunjungi pada momen, tahun baru, 17 agustus, hari bumi dan sumpah pemuda dan sering di adakan upacara babi para pecinta alam.

Untuk info lengkap kunjungi Categore laporan kegiatan KPA Garis. Makasih

Rekor :

  • G.Bawakaraeng 2800 MDPL  thn 2009
  • G.Rante Mario Latimojong 3478 MDPL thn 2009
  • G.Mekongga 2620 MDPL thn 2009
  • G.Tolangi 3016 MDPL thn 2009
  • G.Balease 2894 MDPL thn 2009
  • G.Sesean 2100 MDPL   thn 2002-2009
  • G.Buntu Puang 1904 MDPL  thn 2009
  • G.Bambapuang 1012 MDPL thn 2010
  • G.Sinaji latimojong 2600 MDPL   thn 2010
  • G.kambuno 2950 MDPL   thn 2010
  • G.Gandang Dewata  3037 MDPL  thn 2010
  • G.Nenemori Latimojong 3397 MDPL  thn 2011

Target :

  • Semua Gunung Di Dunia HA…Ha…ha…..???

 

Gunung Sesean