Archive for the ‘Gunung Sulawesi Tengah’ Category

Gunung Sojol 3025 mdpl

Posted: December 31, 2010 in Gunung Sulawesi Tengah

Gunung Sojol

Gunung Sojol 3025 mdpl merupakan Gunung tertinggi di propinsi Sulawesi Tengah, Gunung dengan ketinggian mencapai 3025 mdpl (data peta Bakosurtanal) terletak di Kecamatan Sojol Utara Kabupaten Donggala, Kecamatan sojol berjarak 190 Km dan memakan waktu perjalanan delapan jam dari Palu Ibukota Propinsi Sulawesi Tengah. Para pendaki biasanya memulai pendakian dari salah satu desa di kaki gunung sojol yaitu desa Siboang, untuk mencapai Desa ini dari kota Palu bisa menggunakan  jasa angkutan umum dari terminal Mamboro palu dengan biaya Rp.100.000.

Seperti  umunya pendakian ke Gunung lainnya di Sulawesi Tengah, pendakian gunung sojol termasuk pendakian berat, hal ini dikarenakan panjangnya jalur/lintasan pendakian yang disebabkan titik strat pendakian yang dimulai dari bawah (-50 mdpl), berbeda dengan pendakian beberapa gunung dijawa yang titik start berkisar 500-100 mdpl.

Selain itu kondisi medan yang sangat alami juga menyulitkan para pendaki, pendakian ke Sojo bukan sebatas trekking atau hiking saja, jarangnya pendakian ke gunung ini menyebabkan setiap pendaki harus membuka/merintis jalur sendiri, termasuk menentukan arah lintasan yang akan ditempuh, ditambah dengan kondisi hutan tropis yang sangat rapat.

Dengan kondisi medan seperti diatas, kesiapan tim pendakian harus benar-benar matang, mulai dari perlengkapan navigasi, perbekalan hingga golok untuk merintis jalur. Beberapa kali pendakian yang dilakukan oleh beberapa tim pendaki baik dari sulteng maupun dari luar membutuhkan waktu pendakian berkisar antara 12-20 hari dilapangan. Dengan waktu tempuh sedemikian lama tentunya beban peralatan dan perbekalan semakin bertambah.

Untuk menggapai puncak Anda harus melalui perkampungan Suku Pedalaman, berhati-hatilah apabila berpapasan dengan mereka, terdapat 10 pos menuju puncak, Gunung Sojol Juga Mempunyai Hutan yang sangat rapat, di puncaknya terdapat Triangulasi yang terbuat dari beton setinggi 1 M.

Namun meski sedemikian berat, tentu para petualang sejati tak akan surut bahkan semakin tertantang untuk menjajal dan menikmati pesona pendakian ke Gung Sojol. Selamat mendaki

Itulah beberapa data yang kami ketahui tentang Gunung Sojol 3025 mdpl , semoga bermanfaat bagi kita semua. Makasih

BY : KPA GARIS

Rekor :

  • G.Bawakaraeng 2800 MDPL  thn 2009
  • G.Rante Mario Latimojong 3478 MDPL thn 2009
  • G.Mekongga 2620 MDPL thn 2009
  • G.Tolangi 3016 MDPL thn 2009
  • G.Balease 2894 MDPL thn 2009
  • G.Sesean 2100 MDPL   thn 2002-2009
  • G.Buntu Puang 1904 MDPL  thn 2009
  • G.Bambapuang 1012 MDPL thn 2010
  • G.Sinaji latimojong 2600 MDPL   thn 2010
  • G.kambuno 2950 MDPL   thn 2010
  • G.Gandang Dewata  3037 MDPL  thn 2010
  • G.Nenemori Latimojong  3397  MDPL   thn  2011

Target :

  • Semua Gunung Di Dunia HA…Ha…ha…..???

Gunung Mad 2545 mdpl

Posted: December 31, 2010 in Gunung Sulawesi Tengah

Gunung Mad 2545 Mdpl terletak di Kabupaten Poso Propinsi Sulawesi Tengah, pendakian ke gunung ini termasuk jarang,  padahal keindahan dan tantangan pendakian ke gunung ini cukup tinggi. Pendakian ke gunung Mad dimulai oleh Mapala Sagarmatha Fakultas Pertanian Universitas Tadulako Palu pada Tahun 1999. Akses Kesana cukup dengan Menaiki kendaraan dari Bandara palu atau pelabuhan pantoloan Palu anda tingal melanjutkan perjalanan dengan menggunakan bus, sekitar 6 jam menuju Desa Pinedapa di Kecamatan Poso pesisir kabupaten Poso.
Rute pendakian gunung berketinggian 2535 mdpl ini termasuk panjang dibanding pendakian ke beberapa gunung lainnya di Sulteng, terlebih lagi bila dibandingkan dengan rute pendakian gunung di pulau Jawa, hal ini dikarenakan titik start pendakian di mulai dari desa pesisir yang ketinggiannya sekitar 10 m dpl. Selain itu posisi Gunung Mad yang di kelilingi oleh bukit dan barisan Pegunungan Balingara menambah panjang lintasan dan tingkat kesulitan.
Apalagi pendakian ke gunung ini pasca pembukaan jalur pendakian termasuk jarang, hal ini dikarenakan konflik yang melanda wilayah ini, seiring meredanya konflik komunitas di Poso pendakian kegunung ini mulai dilakukan lagi oleh para pendaki gunung. Karenanya pendakian ke gunung ini tidak hanya sekedar hiking saja melainkan sama dengan membuka jalur karena jalur yang ada terkadang sudah ditumbuhi semak dan pepohonan.
Salah satu pesona yang sangat luar biasa di gunung ini adalah Danau Tanamorambu yang terletak di ketinggian 2100 mdpl, ini mengingatkan kita pada Gunung Rinjani dengan danau Segara Anak. Namun di danau ini suasana alamiahnya sangat kental dikarenakan jarang didatangi oleh manusia.  Lokasi danau yang tidak jauh dari danau membuat lokasi danau ini bagus dijadikan lokasi beristirahat (camp) sebelum maupun sesudah Puncak. di puncak gunung ini terdapat tringulasi dan dari sini anda bisa menyaksikan keindahan teluk tomini atau lembah napu di kejauhan. Selamat menikmati

Gunung Mad 2545 Mdpl merupakan salah satu gunung dari beberapa gugusan gunung yang secara tidak langsung membagi atau menjadi pembatas antara wilayah Kabupaten Poso dan Kabupaten Sigi Provinsi Sulawesi Tengah dengan ketinggia 2545 meter dpl dimana terdapat danau Tanamorambu pada ketinggian ± 2139 Mdpl.
Pendakian Gunung Mad di awali pada tahun 1998 oleh tim buka jalur anggota Mapala Sagarmatha, kemudian di bentuk lagi tim Expedisi pendakian Gunung Mad guna pembersian jalur tahun 1999, berselang 10 tahun Mapala Sagarmatha Fakultas Pertanian Universitas Tadulako kembali membetuk tim Ekspedisi atau tepatnya tahun 2009 tim tersebut dinamakan “ Tim Ekspedisi Pembersihan Jalur Dan Pemasangan Papan Informasi Gunung Mad 2009” dengan tetap mengacu pada rute pendakian pertama kali di bukanya jalur pendakian.sehinga menghasilkan informasi yang mungkin sangat berguna ketika teman-teman di luar sulawesi tengah mau melakukan pendakian ke Gunung mad

Berikut ini adalah definisi pos/tempat menginap pada jalur pendakian gunung mad.

  • Pos I : Koordinat LS  01 º 23′ 01″  BT 120º 35′ 08″
    Titik air 10 Meter. Vegetasi: Damar(Agatis alba), Rotan(Colamus sp) dll. Elevasi: ± 341 Mdpl. Pos Bayangan. Koordinat LS  01 º 23′ 05″ BT 120º 34′ 37″ Titik air 50 Meter. Vegetasi : Paku-pakuan, Rotan (Colamus sp), dll. Elevasi : ± 800 Mdpl.
  • Pos II : Koordinat
    LS  01 º 23′ 08″ BT 120º 34′ 12″ . Titik air tidak ada Vegetasi : Paku-pakuan,Rotan (Colamus sp), dll. Elevasi ± 1041 Mdpl. Pos Bayangan Koordinat LS  01 º 23′ 28″
    BT 120º 33′ 41″ . Titik air tidak ada Vegetasi : Damar (Agathis alba). Elevasi: ± 1200.
  • Pos III : Koordinat
    LS  01º 23′ 49″ BT 120º 32′ 57″  Titik air 100 Meter.Vegetasi : Damar (Agathis alba) Rotan (Colamus sp), dll.Elevasi : ± 1800 Mdpl 

    Pos Bayangan. Koordinat LS  01 º 24′ 04″  BT 120º 32′ 19″ . Titik air 10 Meter. Vegetasi: Paku-pakuan, Damar (Agathis alba) Pandan Hutan dll. Elevasi : ± 1600 Mdpl. Pos Bayangan Koordinat LS  01 º 23′ 42″
    BT 120º 31′ 49″. Titik air 15 Meter. Vegetasi : Paku-pakuan, Damar (Agathis alba),Rotan (Colamus sp), Pandan hutan dll. Elevasi : ± 1800 Mdpl.

  • Pos IV : Danau Tanamorambu. Koordinat LS  01 º 23′ 34″  BT 120º 31′ 31″ . Titik air 10 Meter. Vegetasi : Meranti (Shorea sp),Rotan (Colamus sp),Damar (Agathis alba) Pandan hutan, dll. Elevasi : ± 2139 Mdpl. Pos Bayangan Koordinat LS  01 º 24′ 18″  BT 120º 31′ 05″
    Titik air tidak ada. Vegetasi :Rotan (Colamus sp),Damar (Agathis alba), dll. Elevasi : ± 2100 Mdpl.
  • Pos V : Koordinat LS  01 º 25′ 02″  BT 120º 30′ 46″ . Titik air tidak ada. Vegetasi : Pohon-pohon santigi, Kalpataru, Kantung Semar (Nepenthes), dll. Elevasi :± 2321 Mdpl.
  • Puncak G. Mad : Koordinat LS  01 º 26′ 20″  BT 120º 30′ 30″ . Titik air tidak ada Vegetasi : Pohon-pohon santigi Elevasi :± 2545 Mdpl

Itulah beberapa data yang kami ketahui tentang Gunung Mad 2545 mdpl, semoga bermanfaat bagi kita semua. Makasih

BY : KPA GARIS

Rekor :

  • G.Bawakaraeng 2800 MDPL  thn 2009
  • G.Rante Mario Latimojong 3478 MDPL thn 2009
  • G.Mekongga 2620 MDPL thn 2009
  • G.Tolangi 3016 MDPL thn 2009
  • G.Baliase 2894 MDPL thn 2009
  • G.Sesean 2100 MDPL   thn 2002-2009
  • G.Buntu Puang 1904 MDPL  thn 2009
  • G.Bambapuang 1012 MDPL thn 2010
  • G.Sinaji latimojong 2600 MDPL   thn 2010
  • G.kambuno 2950 MDPL   thn 2010
  • G.Gandang Dewata  3037 MDPL  thn 2010
  • G.Nenemori Latimojong  3397  MDPL   thn  2011

Target :

  • Semua Gunung Di Dunia HA…Ha…ha…..???
Gunung Nokilalaki 2535 MDPL
Gunung Nokilalaki dengan ketinggian 2535 mdpl, merupakan salah satu tujuan pendakian yang cukup popular di Sulawesi Tengah. Selain jalur pendakian yang baik, keindahan alam dan kekayaan flora fauna di kawasan ini menjadi daya tarik tersendiri bagi kalangan yang menggemari aktifitas alam bebas. Nokilalaki terletak di kecamatan Palolo kabupaten Sigi, atau berada di sebelah timur kota Palu, dapat di capai dengan dengan kendaraan selama 45 menit dari Kota Palu. Gunung ini berada dalam kawasan Taman Nasional Lore Lindu.

Sepanjang jalur pendakian menuju puncaknya anda akan melalui hutan tropis dengan pepohonan yang lebat, sumber air terdapat hampir di sepanjang jalur. Di sepanjang jalur pendakian terdapat tiga lokasi shelter yang bisa digunakan sebagai tempat menginap para pendaki.

Di gunung ini ada beberapa alternatif jalur, namun yang umum digunakan para pendaki adalah jalur pendakian daari desa Tongoa kecamatan Palolo. Dari desa yang berada di ketinggian 200 meter dari permukaan laut inilah pintu masuk yang bagus ke gunung Nokilalaki.

Pendakian kegunung ini memakan waktu 3 hingga 4 hari perjalanan normal dan santai. Kondisi medan juga cukup bervariasi dari landai, menanjak hingga cukup terjal, namun kondisi hutan dan suasana alami akan mengurangi kelelahan anda selama mendaki di gunung ini.

Data-data :
Gunung Nokilalaki mempunyai ketinggian 2.535 Mdlp, berada di kec. Palolo, Desa Tongoa, Kab. Sigi Biromaru, Sulawesi Tengah yang berjarak lebih kurang 62 Km dari kota Palu ibu kota Sulawesi Tengah. Flora yang terkenal yaitu Ekualiptus dan Rotan, sedangkan faunanya adalah Anoa, Kupu-kupu, Monyet dan berbagai jenis burung.

Pencapain ke Gunung Nokilalaki : 

Dari pelabuhan Pantoloan naek bis menuju terminal Mamboro Palu. Kemudian perjalanan dari terminal Mamboro Palu naek bis lagi ke terminal Petobo (SigiBiromaru), di sini anda dapat menyewa kendaraan seperti mobil, taxi, atau ojek yang akan mengantar anda langsung ke kaki gunung Nokilalaki (Desa Tongoa).
Keadaan jalur tiap pos :

KAKI GUNUNG – POS (SALTER) 1:
Jalur menuju pos 1 melalui hutan rapat dengan jalan yang cukup licin karena lumut, di sepanjang jalan terdapat sawah dari warga – warga yang tinggal di sekitar kaki gunung, juga terdengar aliran air yang mengalir, perjalanan ke pos 1 memakan waktu sekitar 1 jam. Keadaan di pos 1 atau salter 1 terdapat sebuah basecamp yang khusus di buat untuk para pendaki yang ingin menginap semalam di pos 1.
KET POS1 :
ketinggian : 322 mdpl
Suhu : 33 sampai 30 derajat celcius
Air : sungai deras. 

POS 1 – POS 2:
Perjalanan ke pos 2 di lalui dengan jalur yang agak sulit karena kurangnya Stringline, tanjakan yang terjal, dan menelusuri sungai kecil sampai sekitar 1500 meter, dari sini mulai menjauhi sungai dengan menerobos hutan. Berjalan melalui sela – sela pohon dan rotan, kemudian tiba di pos 2 dalam waktu 6 – 7 jam. di sini anda dapat menginap semalam jika di perlukan.
KET POS 2 :
Ketinggian : 1852 mdpl
Suhu : 28 sampai 26 derajat celcius / 24 celcius (jika hujan)
Air : sungai kecil (mulai menipis)

POS 2 – POS 3:
Dari pos 2 ke pos 3 memakan waktu sekitar 2 jam. keadaan jalurnya membingungkan karena kurangnya StringLine dan banyak terdapat jalur setapak yang bercabang – cabang. Saran saya jika anda masih pertama kali mendaki gunung ini gunakanlah Gaek (pemandu). Dari Pos 3 jika cuaca cerah kita dapat melihat panorama alam yaitu Danau Lindu yang berada di balik gunung Nokilalaki tepatnya di kecamatan Kulawi Kab. Donggala.
KET POS 3 :
Ketinggian : 2044 mdpl
Suhu : 25 sampai 24 derajat celcius
Air : tidak ada.

POS 3 – PUNCAK:
Dari pos 3 perjalanan ke puncak melalui punggung gunung dan sesekali terdapat tanjakan yang terjal. namun keadaan jalurnya sangat jelas terlihat. Dan sepanjang perjalanan kita dapat mendengar suara – suara Anoa, dan beberapa monyet yang menemani perjalanan. perjalanan di tempuh Selama kurang lebih 3-4 jam sebelum kita menggapai puncak Gunung Nokilalaki. keadaan di puncak gunung sangat lembab dan terdapat sebuah tugu yang menandakan titik tertinggi gunung Nokilalaki.
KET PUNCAK :
Ketinggian : 2535 mdpl
Suhu : 24 sampai 22 derajat celcius
Air : tidak ada

Waktu yang di habiskan dari Puncak ke kaki gunung sekitar 8 jam, dari kaki gunung berjalan kembali ke jalan raya tempat untuk menunggu angkot kembali ke Palu. jika ingin istirahat sejenak di kaki gunung terdapat sebuah warung makan.
ada baiknya sebelum mendaki dan setelah melakukan pendakian melapor pada pos penjaga kehutanan yang berada di kaki gunung.
Perjalanan dari kaki gunung langsung ke palu di tempuh sekitar 2 jam.

NB : 

  • mobil dari desa Tongoa ke Palu agak sulit. sehingga kadang kita harus menginap lagi di kaki gunung sembari tunggu mobil yang lewat.
  • setiap tanggal 17 agustus di adakan upacara pengibaran bendera merah putih di puncak gunung. oleh KPA, MAPALA, dan SISPALA se-sulawesi tengah.

Itulah data yang kami punya tentang Gunung Nokilalaki 2535 mdpl , semoga ada manfaatnya, makasih

By : KPA GARIS

Rekor :

  • G.Bawakaraeng 2800 MDPL  thn 2009
  • G.Rante Mario Latimojong 3478 MDPL thn 2009
  • G.Mekongga 2620 MDPL thn 2009
  • G.Tolangi 3016 MDPL thn 2009
  • G.Baliase 2894 MDPL thn 2009
  • G.Sesean 2100 MDPL   thn 2002-2009
  • G.Buntu Puang 1904 MDPL  thn 2009
  • G.Bambapuang 1012 MDPL thn 2010
  • G.Sinaji latimojong 2600 MDPL   thn 2010
  • G.kambuno 2950 MDPL   thn 2010
  • G.Gandang Dewata  3037 MDPL  thn 2010
  • G.Nenemori Latimojong  3397  MDPL   thn  2011

Target :

  • Semua Gunung Di Dunia HA…Ha…ha…..???

Gunung Tinombala adalah salah satu puncak Gunung Di Sulawesi Tengah , adalah nama sebuah Puncak Gunung di Pegunungan Bosagong, gunung ini terletak di Desa Tinombala, Kecamatan Tomini, Kabupaten Parigi Moutong , Provinsi Sulawesi Tengah Jarak dari Parigi sekitar 200 km, sedangkan jarak dari Tolitoli sekitar 40 km.

Mohon Maaf data yang kami punya belum akurat, Silakan berikan Masukan Buat Gunung Ini

By : KPA GARIS

Rekor :

  • G.Bawakaraeng 2800 MDPL  thn 2009
  • G.Rante Mario Latimojong 3478 MDPL thn 2009
  • G.Mekongga 2620 MDPL thn 2009
  • G.Tolangi 3016 MDPL thn 2009
  • G.Baliase 2894 MDPL thn 2009
  • G.Sesean 2100 MDPL   thn 2002-2009
  • G.Buntu Puang 1904 MDPL  thn 2009
  • G.Bambapuang 1012 MDPL thn 2010
  • G.Sinaji latimojong 2600 MDPL   thn 2010
  • G.kambuno 2950 MDPL   thn 2010
  • G.Gandang Dewata  3037 MDPL  thn 2010
  • G.Nenemori Latimojong  3397  MDPL   thn  2011

Target :

  • Semua Gunung Di Dunia HA…Ha…ha…..???

Gunung Nti 2345 mdpl

Posted: December 30, 2010 in Gunung Sulawesi Tengah

Gunung Nti atau “Bulu Nti” dalam bahasa lokal setempat adalah salah satu gunung dari beberapa gugusan pegunungan yang membatasi sebelah barat Lembah Palu yang membujur arah utara selatan, gugusan pegunungan ini menjadi sumber beberapa aliran sungai yang menyuplai air untuk masyarakat di sekitar lembah Palu dan sekitarnya untuk lahan pertanian,objek wisata dan konsumsi air bersih.

Jika dilihat di peta topografhi, Gunung Nti memiliki puncak tertinggi (2345 mdpl) dari beberapa puncak gunung yang membujur di bagian barat lembah palu, pembukaan jalur pendakian ke gunung ini pertama kali dilakukan pada tahun 1994 oleh tim ekspedisi Mapala Sagarmatha yang mengambil titik start pendakian dari desa Bobo, Kecamatan Dolo, Kabupaten Sigi.

Gunung ini merupakan salah satu dari sepuluh gunung tertinggi di Sulawesi Tengah, selain jalur desa Bobo Jalur alternative menuju puncak Bulu nti adalah Jalur Mantikole, yakni dimulai dari Desa Mantikole, Kecamatan Dolo Selatan. Kabupaten Sigi 24 kilometer sebelah selatan kota Palu. Jalur ini juga rintis oleh tim ekspedisi Mapala Sagarmatha di tahun 2004.

Di desa mantikole titik start untuk memulai pendakian berada di dekat lokasi pemandian mata air panas alami, oleh masyarakat lokal puncak gunung ini dinamai “Vobontombi”. Panorama alam sepanjang jalur pendakian ini sangat menakjubkan, lembah palu terlihat jelas dari sini, pada malam hari cahaya lampu kota palu bagaikan ribuan kunang-kunang yang beterbangan. Siang hari, aliran sungai palu yang berkelok dari dari arah selatan ke utara terlihat seperti ular raksasa.

Keindahan lainnya adalah menyaksikan budaya masyarakat setempat, komunitas lokal yang mendiami kawasan ini adalah komunitas “kaili Inde”. Sepanjang perjalanan hingga ketinggian tertentu kita masih dapat menyaksikan aktifitas keseharian mereka, beserta ragam budaya dan nilai local mereka. Mereka adalah komunitas peladang yang sangat mengandalkan kearifan local dalam memanfaatkan hasil alam.

Saat ini kebanyakan tim Pendaki, lebih memelih rute atau jalur mantikole. Untuk mencapai lokasi ini sangat mudah, dari pelabuhan laut pantoloan perjalanan anda lanjutkan ke terminal mamboro dengan menggunakan angkot, dari sini selanjutnya menuju terminal manonda, di terminal ini tersedia angkutan yang akan menuju desa mantikole. Bila dari pelabuhan udara, perjalanan bisa anda lanjutkan langsung menuju desa manonda dengan menngunakan jasa sewa mobil di bandara atau melanjutkan lebih dulu ke terminal manonda.

Itulah data yang kami punya tentang Gunung Nti , Semoga ada manfaatnya, makasih

By : KPA GARIS

Rekor :

  • G.Bawakaraeng 2800 MDPL  thn 2009
  • G.Rante Mario Latimojong 3478 MDPL thn 2009
  • G.Mekongga 2620 MDPL thn 2009
  • G.Tolangi 3016 MDPL thn 2009
  • G.Baliase 2894 MDPL thn 2009
  • G.Sesean 2100 MDPL   thn 2002-2009
  • G.Buntu Puang 1904 MDPL  thn 2009
  • G.Bambapuang 1012 MDPL thn 2010
  • G.Sinaji latimojong 2600 MDPL   thn 2010
  • G.kambuno 2950 MDPL   thn 2010
  • G.Gandang Dewata  3037 MDPL  thn 2010
  • G.Nenemori Latimojong  3397  MDPL   thn  2011

Target :

  • Semua Gunung Di Dunia HA…Ha…ha…..???

Gunung Lumut 2284 Mdpl

Posted: December 30, 2010 in Gunung Sulawesi Tengah

Gunung Lumut adalah Salah satu gunung yang memiliki pesona panorama alam dan kehidupan masyarakat lokal (tau Taa Wanba) yang masih sangat kental dalam menjalankan tradisi dan kearifan leluhur mereka ,  Gunung Lumut atau dalam bahasa masyarakat setempat dinamai Tongku BarengeBerada pada Pegunungan Balingara .

Meski Gunung Lumut, memiliki Beragampotensi alam yang menakjubkan, kawasan gunung ini masih sangat jarang dieksplorasi para penggemar kegiatan petualangan khususnya pendaki gunung. Salah satu faktor penyebab adalah minimnya informasi yang tersedia mengenai Gunung ini. Selain itu terbatasnya akses untuk lokasi pendakian yang ideal merupakan faktor penyebab lainnya.

Gunung Lumut ini secara administrative termasuk dalam wilayah Kabupaten Morowali, akan tetapi akses termudah untuk memulai titik start pendakian dari wilayah kabupaten Tojo Una-una. Selain keindahan alam rimba belantara yang masih jarang tersentuh serta kekayaan aneka ragam satwa merupakan daya pikat yang dimiliki gunung lumut ditambah tantangan jalur pendakian yang belum pernah dibuka, merupakan tantangan yang sangat mengasyikan bagi para pengemar olahraga dan kegiatan pendakian gunung.

Itulah data yang kami ketahui tentang Gunung Lumut , Semoga ada manfaatnta, makasih

By: KPA GARIS

Rekor :

  • G.Bawakaraeng 2800 MDPL  thn 2009
  • G.Rante Mario Latimojong 3478 MDPL thn 2009
  • G.Mekongga 2620 MDPL thn 2009
  • G.Tolangi 3016 MDPL thn 2009
  • G.Baliase 2894 MDPL thn 2009
  • G.Sesean 2100 MDPL   thn 2002-2009
  • G.Buntu Puang 1904 MDPL  thn 2009
  • G.Bambapuang 1012 MDPL thn 2010
  • G.Sinaji latimojong 2600 MDPL   thn 2010
  • G.kambuno 2950 MDPL   thn 2010
  • G.Gandang Dewata  3037 MDPL  thn 2010
  • G.Nenemori Latimojong  3397  MDPL   thn  2011

Target :

  • Semua Gunung Di Dunia HA…Ha…ha…..???

Gunung Katopasa 2865 mdpl

Posted: December 30, 2010 in Gunung Sulawesi Tengah

Gunung katopasa merupakan jalur pegunungan (verbek) dengan memiliki puncak yang tertinggi di antara puncak-puncak di sekitarnya, berada di wilayah kabupaten Tojo Una-Una Sulawesi Tengah, dengan jarak sekitar 350 km dari Kota Palu. Di kelilingi oleh beberapa desa, sungai dan pegunungan yaitu utara berbatasan dengan desa Podi, selatan dengan desa Mire, timur dengan sungai Ulu Bongka dan bagian barat dengan Cagar alam Morowali dan hanya berjarak sekitar 30 km dari Cagar Alam Tanjung Api Ampana.

Puncak gunung katopasa berada pada ketinggian 2865 mdpl (meter dari permukaan laut) yang merupakan puncak tertinggi di sulawesi tengah, dengan medan bervariasi (dari dataran sampai scrambling) dan flora fauna yang beraneka ragam. Hal ini di pengaruhi oleh kontur-kontur yang sangat rapat, tekstur tanah dan termasuk hutan hujan tropis sehingga sangat memungkinkan tumbuh-tumbuhan dan hewan untuk hidup dan berkembang biak serta merupakan surga dan tempat favorit bagi para penggiat alam bebas (pendaki gunung) di Indonesia karena jalur pendakiannya yang eksotik dan ekstrim tersebut.

Penduduk yang berada di sekitar pegunungan katopasa sampai saat ini masih sangat tergantung pada hutan yang merupakan kekayaan alam yang wajib di jaga dan lestarikan, dengan beberapa jenis flora dan fauna yang masih sering di temukan, antara lain :

  • Flora : Rotan, pohon Damar, pohon Gaharu, dan pohon-pohon jenis lainnya.
  • Fauna : Kijang, babi, sampai jenis hewan endemik dan di lindungi yaitu Anoa.

dan semua kekayaan alam tersebut, di kelola dengan cara yang masih sangat tradisional, penduduk menggunakan dan memanfaatkan hasil hutan secukupnya dengan berbasis pada kearifan budaya local dan system hutan kerakyatan. Untuk memenuhi kebutuhan sehari-hari, penduduk lokal masih mengandalkan kebun dan ladang (jagung, palawija, sayur mayur, ubi, karet dan jati super) serta mengambil beberapa tumbuhan di sekitar hutan untuk keperluan obat-obatan tradisional dan keperluan lainnya (perumahan, bahan makanan, getah damar dan lain-lain).

Untuk melakukan aktivitas pendakian ke puncak katopasa, para penggiat alam bebas (pendaki gunung) dapat memulai titik star melalui desa Mire, yang merupakan satu-satunya gerbang pendakian semenjak di rintis (buka jalur) dalam team ekspedisi mahasiswa Pecinta Alam Lalimpala FKIP univ. Tadulako, Palu Sulawesi Tengah pada tahun 1996. Dan pendakian membutuhkan waktu antara 4 – 6 hari, dengan jalur bervariasi serta mata air pegunungan yang slalu ada di saat haus dan lapar, Dengan panorama alam yang sangat indah, aneka flora fauna pegunungan sehingga sangat menarik bagi penelitian dan fotografer lingkungan, dan Gunung Katopasa sangat cocok menjadi salah satu pilihan bagi penggiat alam bebas dan tujuan wisata (eko wisata) di negeri ini.

Di Poskan Oleh Lalimpala

  • Gunung Katopasa yang berada di wilayah kabupaten Tojo Una-Una Sulawesi Tengah, dengan jarak sekitar 350 km dari Kota Palu. Di kelilingi oleh beberapa desa, sungai dan pegunungan yaitu sebelah utara berbatasan dengan desa Podi, selatan dengan desa Mire, timur dengan sungai Ulu Bongka dan bagian barat dengan Cagar alam Morowali dan hanya berjarak sekitar 30 km dari Cagar Alam Tanjung Api.
  • Jenis Hutan Gunung Katopasa adalah Hutan Hujan Tropis dan masih dapat dijumpai tumbuh-tumbuhan dan satwa endemic Sulawesi.
  • Jalur pendakian Katopasa di mulai dari desa mire kecamatan Ulubongka kabupaten Tojo Una-una dengan koordinat 121° 27’ 10” BT dan 01° 07’ 20” jalur pendakian ini di rintis oleh MAPALA LALIMPALA FKIP UNTAD pada tahun 1996.
  • Desa mire merupakan titik start menuju puncak Katopasa, dengan jumlah penduduk hingga Februari 2010 mencapai 214 kk yang merupakan mayoritas suku Taa dan seluruh penduduknya memeluk agama Islam.
  • 90% penduduk desa mire bertani, namun terkadang ada beberapa yang menjerat anoa, mengambil dammar serta rotan.
  • Memiliki luas wilayah 19.614 Ha, dan difasilitasi sebuah mesjid, sebuah sekolah dasar, sebuah polindes, dan aliran listrik yang bergiliran, hanya pukup 6 sore sampai 12 malam.
  • Jarak dari kota ampana ± 54 km dan berada pada ketinggian 400 meter dari permukaan laut.
  • Desa ini disebelah utara berbatasan dengan Watusongu, sebelah selatan berbatasan dengan katopasa, sebelah timur berbatasan dengan desa bone bae 1 (yapi), dan sebelah barat berbatasan dengan wilayah kecamatan Tojo timur yakni desa Podi.

Dipos Oleh Angelina Turang

TITIK KOORDINAT DAN KONDISI MEDIA

JALUR PENDAKIAN KATOPASA

Pos Titik Koordinat Kondisi Medan Flora & Fauna
 

I

 

 

01° 08´ 53´´ LS

121° 26´ 48´´ BT

720 mdpl

- melewati ilalang dan perkebunan penduduk 

- ada aliran air sungai yang kecil

- pos ini dapat menampung 7-8 tenda

- untuk menuju pos ini memakan waktu ± 1,5 jam

Pepohonan besar, agas, ilalang, pohon enau, serta aneka macam tanaman perkebunan penduduk.
 

II

 

 

01° 09´ 27´´ LS

121° 26´ 47´´ BT

810 mdpl

- ada air pancuran kecil 

- melewati tanjakan yang cukup panjang

- dapat menampung 5-6 tenda

- untuk menuju pos ini dibutuhkan waktu ± 10 menit

- ada pondok penduduk yang mengambil rotan

Terdapat ilalang, bambu, dan pohon mangga.
 

III

 

 

01° 10´ 10´´ LS

121° 26´ 48´´ BT

1320 mdpl

- dibutuhkan waktu ± 2 jam 

- melewati beberapa tanjakan

- ada bivak penduduk yang mengambil rotan

- dapat menampung 5 – 6 tenda

Banyak rotan, lintah, bambu, serta pepohonan tinggi.
 

IV

 

 

01° 10´ 41´´ LS

121° 26´ 22´´ BT

1420 mdpl

- ada pondok yang sudah lapuk 

- dapat menampung 9-10 tenda

- terdapat air sungai yang mengalir jernih

- udara terasa dingin dan pepohonan mulai diselimuti lumut

- dibutuhkan waktu ± 1 jam untuk mencapai pos ini

Banyak lintah, lumut dan rotan
 

V

 

 

01° 11´ 28´´ LS

121° 26´ 08´´ BT

1620 mdpl

- dapat menampung 1 tenda saja 

- dibutuhkan waktu ± 2 jam untuk mencapai pos ini

- pos ini sangat jauh dari aliran sungai

- banyak pepohonan tumbang dan medan yang agak landai

Terdapat pohon pinang, pepohonan tinggi beserta lumut, kutu babi, lintah, serta agas.
VI 

 

01° 11´ 42´´ LS 

121° 26´ 07´´ BT

1700 mdpl

 

- tidak jauh dari aliran sungai yang jernih 

- dapat menampung 5-6 buah tenda

- dibutuhkan waktu ± 20 menit untuk mencapai pos ini

Anggrek, lintah, kutu babi, agas, damar, rotan, serta pepohonan yang diselimuti lumut 

 

VII 

 

01° 12´ 0´´ LS 

121° 26´ 07´´ BT

2180l

- Melewati tanjakan yang terjal dan diselimuti lumut serta udara yang sangat dingin 

- hanya dapat menampung 1 tenda saja/tak ada air

- dibutuhkan waktu ± 2 jam untuk mencapai pos ini

Pohon pandan hutan, lintah, lumut, serta kantung semar
 

VIII

 

 

01° 12´ 15´´ LS

121° 26´ 09´´ BT

2600 mdpl

- Melewati tanjakan yang diselimuti lumut dan pepohonan tumbang 

- terdapat air sungai yang mengalir jernih

- dapat menampung 4-5 tenda

- dibutuhkan waktu ± 2 jam untuk mencapai pos ini

Terdapat anoa dan beberapa jenis burung
 

IX

 

 

01° 12´ 47´´ LS

121° 26´ 01´´ BT

2740 mdpl

- Puncak lalimpala ini dapat menampung 

8-9 tenda

- tidak terdapat pos air

- ditumbuhi pepohonan kecil dan melewati istana lumut

- dibutuhkan waktu ± setengah jam untuk menuju pos ini

Beragam jenis Burung serta anoa
 

X

 

 

01° 13´ 27´´ LS

121° 26´ 02´´BT

2740 mdpl

- puncak tjatjo taha ini dapat menampung 6-7 tenda 

- tidak terdapat air

- melewati istana lumut dan udara yang sangat dingin

- dibutuhkan waktu ± 1,5 jam untuk mencapai pos ini

Anoa dan kantung semar
 

XI

 

 

01° 14´ 00´´ LS

121° 25´ 57´´ BT

2700 mdpl

- dapat menampung 2-3 tenda 

- tidak terdapat air

- masih melewati istana lumut yang sangat dingin

- dibutuhkan waktu ± 1,5 jam untuk mencapai pos ini

Anoa dan kantung semar
 

XII

 

 

01° 14´ 25´´ LS

121° 25´ 33´´ BT

3000 mdpl

- tidak terdapat air 

- dapat menampung 7- 8 tenda

- melalui medan yang masih berlumut berbahaya dan berbatu

- dibutuhkan waktu ± 1,5 jam untuk mencapai puncak.

Masih di temui Anoa

 

Gunung Gawalise 2023 mdpl

Posted: December 30, 2010 in Gunung Sulawesi Tengah

Gunuga Gawalise

Kalau anda gemar mendaki gunung dan kebetulan tengah berada di kota Palu, maka mendaki gunung Gawalise adalah sebuah kesempatan yang sungguh sayang bila terlewatkan. Betapa tidak, gunung yang berada tepat di sebelah barat kota Palu ini bukan hanya menawarkan tantangan olahraga alam bebas namun juga pesona panorama alam dan khazanah budaya masyarakat setempat yang sangat indah.

Gunung Gawalise merupakan salah satu gunung di Sulawesi Tengah yang menjadi tujuan para pendaki, baik dari sulteng sendiri maupun dari luar.Gunung ini terletak disisi barat kota Palu, dengan ketinggian mencapai2023 m,Jalur pendakian ke Gunung melalui kelurahan Silae tepatnya dari lokasi Taman Ria kota Palu atau dibibir pantai teluk Palu.

Pendakian ke gawalise termasuk ideal, hal ini dikarenakan akses para pendaki yang cukup mudah, dapat ditempuh sekitar 10 menit dari pusat kota palu dengan angkutan umum. 1 jam perjalanan dari pelabuhan pantoloan atau cukup 15 menit dari bandara mutiara Palu.

Selain lokasi yang mudah dan murah dicapai, Puskesmas atau rumah sakit juga cukup dekat, Puskesmas lengkap yang terdekat adalah puskesmas Kamonji sekitar 3 Kilometer dari titik start dan Rumah Sakit Umum Anutapura 3 kilometer yang mudah dicapai dengan angkutan umum.

Pos Polisi juga tidak begitu jauh, kantor Polsek Palu Barat hanya berkisar 2,5 kilometer.Saat anda mengakhiri pendakian, tak ada salahnya anda mampir di tepi pantai Taman ria yang akan anda lalui nantinya, selain sekedar melepas lelah disini anda bisa menikmati pemandangan khas Teluk Palu sembari mencicipi aneka makanan khas Palu di warung-warung tenda yang berjejeran di sepanjang garis pantainya. Nah, semoga anda berkesempatan menjajal tantangan sekaligus menikmati keindahan gunung gawalise.

Gunung Gawalise berada di sebelah barat kota Palu tepatnya di kelurahan silae. Gunung ini merupakan pilihan alternatif para pendaki di Palu  karena jaraknya yang cukup dekat dari pusat kota. hanya sekitar 15 menit perjalanan mobil, kita telah sampai di kaki gunung.
gunung gawalise tak hanya sebagai tempat pendakian tapi juga sebagai tempat observasi para ilmuwan yang ingin meneliti berbagai jenis flora dan fauna di gunung ini. tak hanya itu gunung ini juga menawarkan panorama kota palu dari ketinggian.
Perjalanan di mulai dari pelabuhan pantoloan kemudian naik mobil ke kelurahan silae (palu barat) dan turun di rumah makan “simpang lima” dari sini anda harus menyusuri jalan aspal sekitar 500 m untuk sampai ke desa Dombu (kaki gunung Gawalise). desa Dombu di diami oleh suku da’a sub etnis suku kaili. warga desa dombu juga masih sangat primitif dan sangat menjaga adat istiadat mereka.
Kaki Gunung – POS 1 :

jalur dari kaki gunung ke pos 1 bisa di bilang cukup menantang, karena banyak nya tanjakan terjal hingga sampai kemiringan + 80′ dan ilalang – ilalang yang tingginya melewati kepala kita juga sawah – sawah warga yang kadang harus di rusak tanamannya untuk bisa di lewati. lama perjalanan ke pos 1 di tempuh dalam 5-6 jam dan berada di ketinggian + 1000 mdpl. perlu di ketahui bahwa ketersediaan air di pos 1 sangat sedikit saran saya jika ingin mendaki gunung ini bawalah air yang jumlahnya lebih. karena sumber air hanya ada di pos 1. daerah datar di pos 1 juga terbatas sehingga kita harus bangun tenda di kemiringan.
KET POS 1 :
Ketinggian : + 1000 mdpl
Suhu : 35 sampai 33 derajat celcius
Air : Pancuran Mata Air (sangat sedikit)
POS 1 – POS 2 :
Setelah melalui perjalanan panjang ke pos 1 kita dapat melanjutkan kembali ke pos 2 yang dimana jalurnya hampir sama dengan jalur pos 1. yaitu banyaknya tanjakan terjal dan ilalang – ilalang yang menutupi kepala. dan bahkan parahnya kita harus memanjat susunan batu – batu alami untuk sampai ke pos 2. dari sini (pos 2) kita dapat menyaksikan keindahan kota Palu yang di kelilingi gunung dan di belah oleh sungai di tengah – tengahnya, sungguh menawan. di pos 2 juga kita dapat menemui tanaman bunga abadi “edeilweys” jika anda ingin memetiknya jangan sampai ketahuan pendaki lain okee.. he he he…
KET POS 2 :
Ketinggian : + 1500 mdpl
Suhu : 34 sampai 33 derajat celcius
Air : tidak ada
POS 2 – POS 3 :
Setelah istirahat sejenak perjalanan di lanjutkan ke pos 3. beda halnya dengan pos 1 & pos 2, Pos 3 ini memiliki keistimewahan karena di jalur ini terdapat bangkai pesawat Merpati Fokker yang menabrak di gunung ini sekitar tahun 1994 juga jalurnya yang agak bersahabat dengan kita di mana banyak jalan rata di banding tanjakan. tapi keadaan pos 3 sangat sempit untuk bangun tenda sehingga kebanyakan para pendaki hanya beristirahat sebentar dan lanjut lagi perjalanan ke Puncak.
KET POS 3 :
Ketinggian : + 1800 mdpl
Suhu : 35′ (siang) 20′ (malam)
Air : tidak ada
POS 3 – PUNCAK :
Perjalanan dari Pos 3 ke Puncak dapat di tempuh dalam 1-1,5 jam jalurnya melewati punggung – punggung bukit dan menerobos hutan tropis lebat. keadaan di puncak cukup dingin dan selalu di selimuti oleh kabut sehingga membatasi jarak pandang. Dan juga kurangnya StringLine (penunjuk arah). di puncak kita akan mendapati tugu yang menandakan titik tertinggi gunung gawalise dan terdapat sebuah tempat penampungan air hujan untuk para pendaki yang kehausan. saran saya sebelum minum air hujan itu saring terlebih dahulu karena banyak jentik – jentik nyamuk di dalamnya..ckckck benar – benar Survive.
KET PUNCAK :
Ketinggian : 2023 mdpl
Suhu : 33 sampai 28 derajat celcius
Air : penampungan hujan (sangat sedikit)
PUNCAK – KAKI GUNUNG :
dapat di tempuh dalam waktu 5 jam. kemudian berjalan lagi 500 m ke pinggir jalan raya untuk menumpang mobil.
NB :
  • Gawalise merupakan satu – satunya gunung di sulawesi tengah yang berada di pinggir kota. jadi akses kendaraan sangat mudah.
  • warga yang mendiami sekiar gunung sangat primitif sehingga saran saya jika kebutuhan logistik kita melebihi cukup tak ada salahnya kalau kita memberi sedikit makanan buat mereka separti beras, mie instan, dan kopi / rokok.

Post By:  Eagle Eyes

 

Itulah Info Yang dapat kami berikan, Selaman Melakukan Pendakian

By : KPA GARIS

Rekor :

  • G.Bawakaraeng 2800 MDPL  thn 2009
  • G.Rante Mario Latimojong 3478 MDPL thn 2009
  • G.Mekongga 2620 MDPL thn 2009
  • G.Tolangi 3016 MDPL thn 2009
  • G.Baliase 2894 MDPL thn 2009
  • G.Sesean 2100 MDPL   thn 2002-2009
  • G.Buntu Puang 1904 MDPL  thn 2009
  • G.Bambapuang 1012 MDPL thn 2010
  • G.Sinaji latimojong 2600 MDPL   thn 2010
  • G.kambuno 2950 MDPL   thn 2010
  • G.Gandang Dewata  3037 MDPL  thn 2010
  • G.Nenemori Latimojong  3397  MDPL   thn  2011

Target :

  • Semua Gunung Di Dunia HA…Ha…ha…..???