Expeditions Mt.Rantemario 3440 mdpl

Posted: December 29, 2010 in Expeditions Garis Indonesia

Gunung Rante Mario 3478 mdpl


Gunung Rantemario latimojong 3478 MDPL adalah salah satuh puncak dari beberapa puncak di pegunungan latimojong gunung rante Mario latimojong merupakan puncak tertinggi Se-Sulawesi yang mencapai ketinggian 3478 mdpl. Gunung Rante Mario juga merupakan gunung tersulit ke 4 di Sulawesi selatan menurut data kami setelah baliase, kambuno,dan  Buntu Karua Gunung Rantemario latimojong dapat di capai dengan melewati jalur Makassar,enrekang, cake, Baraka, kemudian karangan bisa juga palopo, tanah toraja, enrekang, cake Baraka dan karangan ada juga yang melalui desa angin-angin tapi jalur ini agak susah dan jarang di lalui pendaki

Dalam wild expedition kami yang ke 2 ini kami ingin menaklukkan Gunung Rantemario latimojong sebenarnya kami tak mempunyai rencana untuk mendaki hanya saja saya dan teman-teman ingin merayakan ulang tahun saya yang ke 23 di puncak  Gunung Rantemario latimojong kami berangkat pada hari minggu tanggal 15 February 2009 sekitar jam 5pm kami personil yang berangkat adalah anggota KPA. GARIS Palopo yaitu ramli, anno, jack dan saya sendiri ayyung kami di antar oleh ayah saya sampai ke kilometer 0 menuju tanah toraja kami berjalan sambil menunggu mobil truck menuju enrekang tatapi hampir jam 9pm mobil pun tak kunjung singgah akhirnya kami istirahat di kilometer 10 tanah toraja di sebuah mesjid sambil makan malam kami pun  menginap di samping mesjid.

Pagi tiba kami pun melanjudkan perjalanan tak cukup sejam kami berjalan ada sebuah mobil truck yang singgah dan mengambil kami ternyata mobil itu mau ke Sudu sebuah kecamatan di kota enrekang tepatnya perbatasan toraja enrekang. Sesampai di suduh sekitar jam 11am kami makan kemudian berjalan kaki menuju ke pasar pana sesampai di sana kami menumpang truck ke Cake tetapi mobil yang kami tumpangi lupa menurunkan kami di cake akhirnya kami sampai di kota enrekang. Dengan rasa sedih kami pun menunggu mobil kembali ke cake. Dengan membayar 30 ribu kami menumpang mobil angkutan kota. Sesampai di cake kami menaiki mobil mikrolet ke Baraka dengan membayar 5ribu/orang sesampai di Baraka jam5pm, di lanjjutkan berjalan kaki menuju ke karangan, sekitar 30 menit berjalan kami pun singgah di rumah pak dusun untuk menginap.kebetulan rumah pak dusun mempunyai anak perempuan yang masuk organisasi pencinta alam lembayu yang bernama Yuli, kami pun berbincang-bicang sampai larut malam.

pagi jam 7 kami melanjutkan perjalanan dari desa Baraka menuju Dusun Karangan dengan menempuh perjalan sekitar 25 kilo dengan melewati beberapa dusun. sebenarnya ada mobil angkutan yang menuju desa karangan dari pasar baraka tapi itu hanya ada pada hari kamis dan hari minggu apabila sedang ada pasar ramai di Desa Baraka. Sekitar jam5 sore  kami pun sampai di dusun karangan istirahat sejenak kemudian tidur.esok paginya kami pamit dengan pak dusun dan memulai perjalanan sekitar jam7 pagi. Kami langsung menuju pos 1 dengan melewati perkebunan kopi dan menyebrang sungai dengan tanjakan yang cukup lumayan sekitar kurang lebih 30 menit kami sampai di pos 1 kami sarapan dan lanjut ke pos 2 dengan perjalanan sekitar sejam di sinilah sumber air terakhir disarankan membawa air karna di pos 5 baru kita dapat menemukan sumber air, dari pos 2 perjalanan ke pos 3 agak sulit karna tanjakan sekitar kemiringan 80-90 drajat. Dari pos 3 menjuju pos 4 agak sedikit mudah dengan melewati hutan dengan pegetasi hutan palem dan hutan hujan tropis.menuju pos 5 agak sedikit mudah tapi waktunya agak lama karna traknya lumayan jauh dan jalur masih banyak terdapat tumbuhan rotan.

Dusun Karangan

menuju pos 1

pos 1

Sesampai di pos 5 sekitar jam1pm kami kemudian mengambil air di bawah sungai sebelah kiri sekitar 100 m ke bawah jurang, kami memasak lalu makan sambil memulihkan kembali stamina yang hilang. di sini juga sering di jadikan camp bagi pendaki yang ke sorean dan tak mau melanjutkan ke pos berikutnya. Jam 2 tepat kami melanjutkan kembali perjalanan menuju pos 6 sekitar 30 menit perjalanan melalui hutan lumut. Dari pos 6 menuju pos 7 lumayan jauh dan cuaca sudah mulai memburuk. Dikarnakan ketinggian sudah mencapai >3000 mdpl dan kabut mulai tiba. Kami akhirnya sampai di pos 7 sikitar jam 4.30pm setengah perjalanan dari pos6 kami lalui bersama dengan badai kerel dan raincoul yang basah  melambatkan langkah kami, kami lalu mendirikan tenda dan membuat kopi……beh..

malam itu kami lalui dengan cuaca yang sangat dingin dan kebetulan salah satu teman kami ulang tahun, kami lalu melakukan pesta ulang tahun  walau Cuma berempat tapi asik loh…, pesta ulang tahun di suhu yang hampir minus..? ketika kami ingin buang air kecil (kencing)  kami ber4 tak sanggup keluar tenda dengan kondisi cuaca yang sangat dingin dengan terpaksa kami kencing di botol beples tempat air minum kami masing-2 di dalam tenda…jangan tertawa yahh.

pagi tiba tanpa sarapan kami langsung berlari ke pos 8 yaitu puncak. sedikit mendaki dari pos 7 kita sampai di percabangan rante mario 3478 mdpl dan nene mori 3300 mdpl. Kami mengambil jalur rante mario kemudian kami menemukan sebuah telaga yang berisi air. Kata Nenek saya telaga itu dulunya luas sekali mungkin karna seringnya terjadi gempa atau semacamnya akhirnya telaga itu jadi kecil. Sekitar melewati beberapa punggungan akhirnya kami sampai di puncak tertinggi dari pulau sulawesi yaitu G. Rante Mario 3478 mdpl. Dari sini kita dapat melihat sulawesi tenggara, enrekang, belopa, luwu, toraja dan lai-lain, Disini juga terdapat tiang tranggulasi buatan mapala 45 makassar tahun pembuatanya tidak kami ketahui maklumlah kami masih junior….?

Puncak Rantemario 3478 mdpl

Setelah foto-foto dan kibar bendera kami lalu kembali ke pos 7 untuk sarapan karna udara semakin dingin. setelah sarapan sekitar jam 9  kami langsung beres-beres dan kembali berlari ke pos 6, 5, dan seterusnya akhirnya kami sampai di dusun karangan sekitar jam 4.30pm,  karna masih sore kami sempatkan mandi di sungai karna badan kami kotor setelah melalui jalur yang lumayan susah. Sangat jarang loh pendaki yang dapat tembus dari Dusun Karangan sampai pos 7 dalam waktu satu hari. malam yang kami lewati di dusun karangan pada hari terakhir sangat nyaman apabila membayangkan rasa dingin dan lelah di atas puncak serasa pengalaman yang tak dapat tergantikan.

Sarapan di pos 7

Pagi tiba lagi tanpa sarapan kami pamit di pak dusun dan kembali berjalan kaki ke desa Baraka tak percaya bahwa kami masih harus berjalan kaki sejauh 25 kilometer. Di dusun Rante Lemo kami singgah untuk sarapan tepatnya di pinggir sungai. Setelah sarapan lanjut lagi ke Baraka. Kami tiba di Baraka sekitar jam 5pm dengan kondisi yang sangat lelah kami naik mikrolet ke Cakke dari cakke kami naik truk sampai ke desa Kalosi dan dari kalosi kami jalan kaki menuju Sudu, di sudu kami menginap di rumah keluarga ramli tepat pukul 10 pm kami berhenti jalan kaki. Pokoknya tak dapat di ungkapkan dengan kata-kata. Keesokan paginya kami berjalan kaki sekitar 10 kilo dari Sudu ke Desa Karangan Kec. Mingkendek Kab. Tanah toraja. dari situ kami naik mobil angkutan sampai di pasar Makale. dari pasar Makale kami berjalan sekitar 5 kilo karna semua personil sudah tak mampu lagi berjalan akhirnya kami memutuskan menunggu mobil truk tapi tak ada yang mau mengambil kami akhirnya dengan sisah uang yang ada kami naik kembali mobil angkutan ke Rantepao di sana kami menunggu mobil truk kembali dan alhamdulillah ada mobil pick-up yang berbaik hati mengambil kami. dan kami pun tiba di sekretariat KPA.GARIS Palopo tepat jam6pm dengan selamat.

Berjalan dari Baraka Ke Karangan Kab. Enrekang

Bejalan ke Desa Karangan Kab. Tanatoraja dari Sudu

itulah segumpal cerita dari kami KPA GARIS Palopo di Gunung Rantemario 3478  mdpl puncak tertinggi di pualu sulawesi .semoga dapat bermanfaat bagi para pembaca.

Terimah kasih kepada :

  • Tuhan yang maha esa allah swt.
  • Istriku yang Tercinta
  • Seluruh Anggota Kpa Garis Palopo
  • Seluruh warga Dusun Karangan
  • Tante di Desa Sudu
  • Seluruh Sopir Truk yang bersedia memuat kami
  • Gunung Rantemario atas segala ke indahannya

Saran :

  • Perhatikan suplay dari pos 2
  • hati-hati apabila mengambil air di pos 5 usahakan jagan sendiri
  • Jangan jalan terlalu dekat dengan jurang
  • Jangan menegur apabila mendegar atau melihat yang aneh-aneh terutama pos2, posutama pos2,5 dan 7ambil air di pos 5 usahakan jagan sendiri mengambil kami.dan kami pun tiba di sekretariat KPA.GARIS mPalop5 dan pos7
  • Membawa masing-masing SB dan peralatan tahan dingin

Catatan :

  • Gunung Rantemario adalah Puncak Tertinggi di Pulau Sulawesi Sulawesi
  • terdapat tiang tanggulasi terbuat dari beton buatan mapala 45 makassar.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s