Expeditions Mt.Mekongga 2620mdpl

Posted: January 2, 2011 in Expeditions Garis Indonesia

Didalam Wild Expedition III ini kami megadakannya di Provinsi Sulawesi Tenggara yaitu di Gunung Mekongga yang terletak di Desa Tinokari, Kec Rante Angin Kabupaten Kolaka Utara dari kata Mekongga berarti tempat matinya burung Garuda Raksasa, konon dahulu kala desa tersebut diserang oleh burung garuda raksasa dan hadirlah seorang kesatria yang berhasil membunuhnya di puncak tersebut dengan cara menusuk jantung sang Garuda.dan menurut kepercayaan masyarakat sekitar gunung mekongga adalah tempat berkumpulnya para jin dari seluruh sulawesi tenggara makanya gunung mekongga juga dikenal sebagai puncak kerajaan jin.

Kami memulai perjalan dari kota palopo sulawesi selatan menuju soroako karna beberapa teman kami tinggal di kota tambang tersebut, kami star pukuk 10am  dan tiba di soroako pukul 01pm, kami disambut dengan pesta rakyat yaitu minuman asli daerah (tuak) dan ayam panggang pokoknya malam itu kami semua melepas lelah.

Keesokan harinya kami melanjutkan perjalanan dari soroako ke sulawesi tenggara sebelum memasuki perbatasan kami melewati pesisir pantai teluk bone yang begitu indah dan jalan yang sangat menanjak dan terjal apa lagi dipenuhi lubang berdiameter 1 meter.pada dasarnya kami belum pernah ke sulawesi tenggara makanya kami singgah untuk bertanya kepada masyarakat agar tidak tersesat. Tujuan kami adalah kec. Pomala kabupaten kolaka, pada pukul 06pm kami tiba di kab. Kolaka Utara kami singgah sejenak untuk melepas lelah dan sambil mengisi perut yang keroncongan setelah itu kami langsung melanjutkan perjalanan menuju kolaka. Pukul 11pm kamipun tiba di kota kolaka, kotanya begitu ramai kamipun singgah bertanya sambil meminum kopi setelah itu kami melanjutkan perjalan menuju kec.Pomala, pukul 00 tepat kami pun tiba di kec Pomala dan kami disambut riang dari saudara yang ada disana, keesokan harinya kami melepas lelah di sebuah pantai yang diberi nama pantai Harapan tak terasa waktu berlalu begitu cepat sorepun menjelang kami pulang ke tempat tinggal kami yaitu sekertariat ANPALA (Anoa Pencinta Alam), perintis Anpala mengutus anggotanya 2 orang untuk ikut serta dalam pendakian tersebut.pagi menjelang kami pun berangkat ke kota kolaka karena mapala USN (Universitas 19 November) ikut serta sebanyak 9 orang dan jumlah kami dalam expedition ini berjumlah 13 orang.

Kamipun menuju kembali ke kolaka utara kec.rante angin desa tino kari. Kami sesampai disana sorepun menjelang kami bermalam di rumah kepala desa yang dijadikan sebagai bastcamp para pendaki. Pagi pun tiba setelah sarapan kami pun memulai pendakian yang diawali dengan doa bersama.

Kami star pukul 08am setelah sarapan dan berdoa Trak pertama kami langsung disambut dengan penyebrangan basah ada sekitar 4 kali penyebrangan sengan satu aliran sungai yang sama.disarankan harus membawa webbing karna apabila terjadi hujan debit air bias mencapai dada.

Setelah melalui penyebrangan basak kami kemudian menuju pos I dimana terletak di sebuah perkebunan kakau (coklat) pada pukul 11am, dilanjutkan menuju pos II kami harus membuka jalan karna jalan lama sudah tertutup. Tajamnya duri rotan dan serangan kutu babi sudah mulai membuat para peserta kewalahan ditambah lagi kami sempat nyasar keluar dari trak setelah menyusuri hutan kami pun kembali kejalur normal dan sampai di pos II pukul 05.30pm, kami pun istirahat karna lokasihnya masih perkebunan kakau kami pun istirahat di sebuah pondok kebun milik pak basir, keletihan membuat kami cepat istirahat sambil bercanda tawa sebelum tidur lelap.

Ular Piton 7 Meter

Pagi menyongsong setelah sarapan kami pun melanjutkan perjalanan menuju pos III pada pukul 08.15 am, jalur yang dilalui tidak terlalu susah tetapi kami harus berhati-hati karna disepanjang jalan banyak kami temukan ular piton ada tiga ular yang kami temukan yang pertama dan kedua panjangnya kira-kira 5 meter yang ke tiga kira-kira 7,5 meter.pegunungan mekongga memang masih tempat habitat dari piton. Pukul 10.00am

kami tiba di pos III dan melanjutkan ke pos IV, jalur ke pos IV tidak sulit tetapi dipenuhi dengan pacet istilah penduduk setempat ladang pacet

Gigitan Pacet Mekongga

Kami tiba di pos IV pada pukul 00.01pm, dengan ketinggian 1003 mdpl, istirahat sejenak kemudian melanjutkan perjalanan menuju pos V poya-poya. Menuju poya-poya sudah cukup sulit karena dipenuhi semak-belukar dan serangan kutu babi semakin menggila.tetapi kami terus berjalan tampa kenal lelah sambil melihat tumbuhan kantong semar yang banyak tumbuh di sekitar pegunungan mekongga

Pada pukul 06.05pm kami tiba di poya-poya kami mendirikan tenda kemudian memasak makanan karna sepanjang perjalanan kami belum makan siang karna ditakutkan kami tak dapat menenbus target yang telah di tentukan.pos V 1400 mdpl adalah tempat strategis selain tempatnya yang cukup luas sumber air juga sangat dekat.malam pun tiba kami istirahat untuk melepas letih. Matahari pun menyengat tenda kami bangun lalu sarapan dan melanjutkan perjalanan menuju pos VI pada pukul 0730.am, melewati jalur HBI (Hasil Bumi Indonesia) sebuah perusahaan kayu ternama yang sempat berdiri di Pegunungan Mekongga tetapi sudah tutup karna di demo oleh masyarakat.

Puncak HBI  1800 mdpl

Jalur yang dilalui tidak terlalu sulit karna jalannya sudah terintis dengan baik hanya beberapa tanjakan kecil dengan kemiringan 60-70 drajat. Kami pun sampai di puncak HBI dengan ketinggian 1800 mdpl  pada pukul 11.00am istirahat dan foto bareng

Dari puncak HBI kami pun melanjutkan perjalanan menuju pos VI sebelum sampai pos kami melewati sebuah telaga karna warna airnya yang berwarna coklat maka para pendaki memanggilnya dengan colam Coca-Cola.sebaiknya mengambil air di tempat ini agak banyak karna memasuki hutan hujan sumber air agak sulit

Hanya cuaca sudah mulai dingin dan teman-teman sudah mulali lelah sesampai di pos VII pukul  03.00pm dengan ketinggian 2370 mdpl. kami istirahat lagi sambil berfoto-foto,pos ini di yakini sebagai pintu masuk ke puncak kerajaan jin, disini juga terdapat sebuah batu yang diberi nama sebagai batu meriam oleh warga dan para pendaki karna bentuk dan modelnya menyerupai meriam

Kemudian melanjutkan perjalanan menuju pos VIII.perjalanannya sangat sulit karna sudah sangat tanjakan dan bebatuan lepas dan harus turun naik gunung. Sebelum pos VIII kami singgah di sebuah puncak yang diberi nama puncak salah dari pendaki. Disinilah pendaki biasa terkecoh karna kontur daerahnya seperti puncak tetapi sebenarnya di balik bukit masih ada puncak yang lebih tinggi lagi.

Sesampai di pos VIII  pukul 05.20pm kami disambut dengan hujan ketinggian kami pun bergegas membuat tenda dan perapian sumber air tidak terlalu bagus air yang kami bawa dari kolam Coca_cola sudah habis makanya kami mengambil air dari sebuah anak kali yang hampir mirip dengan kubangan dari anoa. anoa sangat banyak di pegunungan mekongga banyak kotoran yang masih segar yang kami lewati di dalam perjalanan. Ke esokan harinya kami melanjutkan perjalanamn menuju pos IX, kami star dari camp pukul 08.00am melewati hutan dan memanjat bukit bebatuan, sebelum pos kami harus melewati gerbang angin sebuah batu yang mirip menyerupai gerbang.

Melewati gerbang angin tibalah kami di pos IX lokasi ini biasa ditempati sebagai cam darurat di kaki puncak jumlah tenda yang dapat di buat adalah maxsimal 2, dan sumber air tidak ada, hanya mengandalkan air yang di ambil dari kubangan anoa.

Gerbang Agin

Dari pos IX, kami melanjutkan ke pos X melewati tebing-tebing tajam dan terjal, melewati tebing kita harus berhati-hati karna bebatuannya merupakan bebatuan lepas dan rapuh.sesampai di pos X pukul 11.50am. kami pun berteriak dengan sekeras-kerasnya dan mengibarkan bendera tak lupa juga kami membuat tranggulasi karna yang lama sudah hancur.

Setelah dua jam di puncak kami pun kembali ke pos VIII.karna waktu sudah menunjukan pukul 04.30pm kami pun harus tinggal lagi di pos tersebut satu malam, keesokan harinya kami kembali pulang menuju poya-poya.di poya-poya kami sarapan sekaligus makan siang pada jam 00.01 pm, di perjalanan salah satu dari anggota mendapatkan masalah pada kakinya jadi harus menunggunya berjalan dengan menggunakan tongkat.lebih celakanya lagi, tim sebagian sudah sampai di pos II tapi kami masi di pos III di dalam gelapnya malam tampa penerangan karna senter yang kami bawa tiba-tiba mati, kami pun berjalan dengan menggunakan perasaan dan perkiraan melewati tepian jurang sejauh 5 kilometer. sesampai di pos II pukul 08.15pm. kami pun langsung mengucap syukur kepada tuhan karna telah sampai di pos II dengan selamat,

Seperti biasa minum kopi, makan, cerita dan tidur, pukul 07.00am kami bangun tampa sarapan melanjutkan perjalanan menuju pos I, di tengah perjalanan kami ingin memotong rute agar lebih cepat sampai karna teman kami kakinya tambah parah, eeeeeh malah kesasar selama 1 jam. Kamipun kembali ke jalur awal dan memili rute panjang. Kami sampai di pos 1 pukul 09.39am.dan melanjutkan ke rumah kepala desa tinokari, kec.rante angin,kab.kolaka utara propensi sulawesi tenggara.dengan melewati kembali sungai-sungai yang deras.

Setelah berjalan jauh akhirnya kami sampai di rumah pak desa pada pukul 01.00pm, kami meminta tolong pak desa mencarikan mobil pick-up buat mengantar kami kembali ke kabupaten kolaka.di perjalanan kami berteriak menyorakkan keberhasilan kami menaklukkan puncak kerajaan jin G.Mekongga 2620 mdpl.dua hari kemudian saya kembali ke palopo dengan menempu perjalanan selama 14 jam……sekian.

Comments
  1. kpa pelita says:

    salut….semoga expedisi ini dapat berjalan sesuai planning

    salam rimba

  2. shilva wanapal sultra says:

    XPDC yang tdk pernah aq lupakan, apalagi saat jalan malam bersama Alm. Ramli (KPA.Garis Palopo) yg sedang mengalami trouble pada kaki…..Ini kenangan terindah bersama Alm.Ramli…

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s