Expeditions Mt.Balease 2894 mdpl

Posted: January 2, 2011 in Expeditions Garis Indonesia

Gunung Balease 2894 mdpl, berada pada Desa bantimurung bone-bone kabupaten luwu utara sulawesi selatan, Banyak yang salah menduga tentang ketinggian Gunung Ini ada yang menyebutkan bahwa ketinggiannya 3016 mdpl tetapi salah, Tolangilah yang memiliki ketinggian tersebut Gunung ini terletak di Pegunungan yang terbentang dari Bone-bone ke Masamba dengan ketinggian 2894 mdpl, akan tetapi kita harus melalui Gunung Tolangi dengan ketinggian 3016 mdpl. Di pegunungan ini bukan hanya dua gunung tersebut tetapi ada 4 gunung yaitu : Tolangi , Balease , Kabentonu , Rantekambola semuanya kurang lebih 3000 mdpl

Didalam Wild Expedition 4 ini kami memilih target yaitu Gunung Balease dengan ketinggian 2894 Tim kami berjumlahkan 5 orang saya ayyung garis, ramli garis, hamka garis, mail dan angel wallet, Kami memulai perjalanan dari secretariat KPA GARIS PALOPO, Naik mobil ke bone-bone dengan ongkos Rp15.000 . tahun 2009 tepatnya turun di depan kantor urusan agama bone-bone jembatan berseblahan dengan jembatan pasar bone-bone. Kemudian kita berjalan kaki sekitar 3kilometer menuju rumah pak nasaruddin yang lebih akrab di panggil pak nas’ sangat disarankan agar menginap di rumah pak nas yang juga sebagai juru kunci gunung balease, sambil mendengarkan nasehat dan saran dari pak nas.

Keesokan harinya kami memulai perjalanan sesudah sarapan pagi yang di siapkan oleh anak gadis pak nas; “ehem ehem” sebelum berangkat kami terlebih dahulu berpamitan dengan pak nas’ kami pun memulai perjanan tepat pukul 7.00. timbul pertanyaan besar dalam rombongan kami “ mengapa kami tak di beri air” karena setiap orang yang mendaki di baliase pasti dibekali oleh air yang di berikan oleh pak nas’ tapi kami tak diberi, awal jalur kami disambut oleh sungai yang tak terlalu deras dan daerah persawahan, melewati persawahan sekitar 2 jam kami pun mendapatkan sungai lagi.dan air terjun.kamipun mengisi jerigen 5 liter dengan air karena tidak ada sumber air di gunung ini kecuali dari tampungan air yang di buat pendaki dari kaleng atau botol dan telaga yang berada tepat di sebuah lembah antara puncak tolangi dan balease jadi setiap orang membawa bekal air 5 liter.

Tujuan pertama kami adalah air terjun yang menjadi pintu rimba gunung baliase yang di jadikan juga sebagai sumber air PDAM bagi warga desa.tetapi kami sempat nyasar mencari trak awal sekitar 1jam. kami pun menyisir ulang dan akhirnya menemukan tanda jalan atau string Memasuki pintu rimbah kami disambut dengan trek yang sangat berat dengan kemiringan 70-80 drajat yang sangat-sangat menguras keringat Kami, 5jam kami berjalan kami pun memasuki hutan pakis dan  Pandan Hutan, berduri yang di hiasi kejamnya duri Rotan kami pun memasang pos I KPA GARIS PALOPO,pos ini tak dapat di jadikan tempat menginap. Kami pun melanjutkan perjalanan 2 jam kami berjalan kami pun mencari lokasi yang tepat untuk mendirikan tenda setelah 9 jam berjalan kamipun istirahat dan makan sambil menikmati udara yang lumayan dingin. Malam hari hujan pun turun kami pun mengucap sukur karena tak harus mnggunakan air yang ada di jerigen hanya perlu membentangkan plesit dan menampungnya.hanya saja sempat terjadi ketegangan pada pukul 7 malam, biasa “mistik rimba raya”

Keesokan harinya kami star pukul 7.30 pagi dengan menelusuri hutan rotan yang mencabik kulit. Dengan kemiringan70-80 bahkan ada yang 90 drajat, 4jam kami berjalan kami pun memasang pos2 KPA GARIS PALOPO lokasinya tidak jauh beda dengan pos1 kami pun beralan lagi sekali-kali berlari sekitar 5 jam berjalan kami memasang pos3 lokasi ini sudah memasuki hutan lumut pos ini dapat menampung 2 tenda dan sekitar 200 meter ke depan terdapat sungai kecil sering terdapat air tergenang apabila telah habis hujan.kami pun tidak menginap di pos 3 karna masih ada waktu sekitar 1 jam sebelum matari beredup. Kami pun melanjutkan perjanan tepat pukul 4.30 sore kami pun mencari lokasi camp lalu istirahat melewati udara yang dingin di Gunung Balease

Esok Pukul 7 kami pun berjalan menyusur hutan lumut mencari string mendaki punggungan dan menurun kemudian mendaki lagi ya begi terus 5jam  kami berjalan kami pun memasang pos4 yang berloksi tepat di punggungan di sini bisa di jadikan camp darurat tak ada sumber air. Kami pun melanjutka perjalanan menyisiri punggungan dari sini kita dapat melihat kota bone-bone dengan trek kemiringan 70-80 drajat saya sebagai lider berjalan lebih awal bahkan terkadang harus berlari mencari jejak dikarnakan saya baru pertama kali mendaki di gunung balease dan tak ada leader yang bisa mengantar kami. sorepun tiba kami memasang PosV KPA GARIS PALOPO yang berlokasi di sebuah lembah dan bisa juga di jadikan camp yang dapat menampung tenda 3 buah ukuran sedang. Kami pun makan dan istirahat dengan udara yang dingin.

Pos 5 Gunung Balease

Keesokan harinya jam7.30  kami mulai jalan lagi dengan melewati hutan lumut hati-hati dengan akar kayu yang dipenuhi lumut di sinilah trak yang paling sulit karma hampir semua jalur dengan kemiringan 80 drajat 3jam kami berjalan kami akhirnya sampai di puncak tolangi ketika mendengar suara teriakan dari saudara hamka “ALLAHU AKBAR” saya, hamka dan mail kami bertiga sempat meneteskan airmata kesenangan akhirnya sampai di puncak ini dengan mengandalkan imsting dan perkiraan dengan bekal yang sangat tipis.

Berfoto-foto sejenak den mengibarkan bendera Di Gunung Tolangi, kemudian melanjutkan perjalanan tetapi mungkin lebih tepatnya di sebut lari karna kami menyimpan semua peralatan di tolangi hal ini membuat tubuh kami terasa ringan dan dapat berlari, karna menurut cerita puncak balease dapat ditempuh dalam waktu 3 jam dari puncak tolangi. 1jam kami berlari menyusuri lebatnya lumut kami sampai di sebuah telaga atau pendaki menyebutnya lembah waruh.

Lembah Waruh Gunung Balease

Di lembah waruh kitah musti berhati-hati karena kondisi alamnya yang sering berubah-ubah ? dan agak angker, tetapi di sinilah suplai air yang sangat berlimpah tetapi bila kemarau panjang telaga ini kering. melewati telaga kita menemukan sebuah daerah terbuka yang mirip lapangan disini kita mesti berhati-hati kembali karna disinilah sarang hewan khas sulawesi yaitu anoa, 1jam 30 menit kami berjalan allahamdullilah kami sampai di puncak balease dengan ketinggian 2894 MDPL, seperti biasa foto-foto jangan lupa bendera juga di kibarkan. kamipun istirahat dan berbicara tentang rencana apa yang akan kami lakukan sehingga kami dapat sampai di desa tanpa harus survival, beras kami sisah stengah liter, mi instant 15 bungkus dan jumlah kami ada 5 orang,kira-kira waktu tercepat sampai di desa sekitar 2 hari, setelah berbicara kami pun kembali ke tolangi pada pukul 1 siang. Kami sempat nyasar sekitar stengah jam pada punggungan dikarnakan medan yang terbuka dan jalur anoa yang dapat mengecoh.

Tepat pukul 5 sore kami disambut dengan hujan di tolangi kami segera mendirikan tenda. Malam pun tiba setelah makan hujan pun redah kami pun berusaha tidur di udara yang sangaaaaat duuuiiingiiiiiiiiiiiiiiiiiiiiiiiiiiiiiin. Kenapa tidak tenda kami tepat berdiri di punggungan gunung dengan ketinggian 3016 MDPL, tengah malam pun saya keluar bersama hamka melihat bulan purnama tapi tak cukup stengah jam kami tak tahan dan langsung berlari kedalam tenda dan berusaha tidur kembali. Saking kencangnya angina fiber tenda kami pun patah di tiup angin.

Keesokan harinya pukul 7 pagi, setelah sarapan yang sangaaaat sedikit sekitar 7-8 sendok. Kami berlari turun gunung 2 jam berlari kami sampai di pos 5 kemudian berjalan terus akhirnya dapat pos 4 pada pukul 2 siang, kami pun istirahat dan makan siang yaitu mi instant 3 bungkus untuk 5 orang. Setelah itu perjalanan di lanjutkan lagi 3 jam kami berjalan akhirnya sampai di pos 3 kami agak sedikit lambat karna teman kami angel dari KPA WALET mengalami sakit engkel pada kaki jadi tak mampu berjalan cepat dan juga hujan yang membuat trak tertutup oleh kabut, untuk keselamatan saya memutuskan camp di pos3.setelah makan secukupnya pada malam hari teman-teman medengarkan suara mistik di sekitar tenda tetapi saya tidak, hanya gelisah susah tidur karna medan yang agak miring.

Pagi tiba jam7 kami pun berjalan kaki setelah sarapan yang menunya tak jauh beda dengan kemarin sekitar 7-8 sendok, teman saya pun belum sembuh malahan ramli dan mail mengalami sakit serupa. Akhirnya kami berjalan sangat pelan. Pada pukul 9 pagi kami sampai di pos2 , tanpa memperdulikan kejamnya rotan yang menyayat kulit dan gigitan pacet yang sampai ke celana dalam kamipun berjalan terus karna bekal kami sudah benar-benar tinggal 4bungkus mie instant.pukul 12 kami sampai di pos1 , tanpa istirahat jalan lagi dan lagi,

Alhamdulillah pukul 2siang kami sampai di air terjun. Kami pun bersih-bersih dan memakan sisah bekal yang ada dan kembali ke desa melewati persawahan dan sungai. Pukul 3 kami sampai di rumah pak nasaruddin, pak nas sangat kaget karna kami dapat pulang dengan waktu 5 stengah hari, bahkan sangat jarang orang yang menempuh waktu seperti itu, biasanya orang paling cepat sekitar 6hari, bahkan ada yang sampai 12 hari.

Sayatan Duri Rotan

Setelah menyantap teh hangat saya pun bertanya kepada pak nas mengapa kami tak diberi air, dia menjawab “saya melihat bahwa kalian semua nekat dan sanggup sampai ke puncak biarpun saya melarang pasti tetap naik makanya saya yakin dan hanya orang yang tidak sangguplah yang di beri air” setelah istirahat kami pun berpamitan dengan pak nas dan saya berjanji akan kembali lagi mendaki di gunung balease. Perjalanan keluar tidaklah melelahkan karna kami sudah senang dapat kembali tanpa cedera hanya bekas goresan mesra duri Rotan.he he he he.di mobil kami sangat gembira dan bercerita lucu untuk menutupi perut yang keroncongan

Puncak Gunung Balese

Gunung Balease 2894 mdpl

Itulah sedikit cerita dari saya khairul takdir syahri SP.d “ayyung GARIS PALOPO” semoga dapat di jadikan bahan pertimbangan apabila ingin mendaki di tolangi dan baliase. Yang menjadi salah satuh gunung paling sulit di Indonesia kategori Rain Fores SALAM LESTARI…….

Terimah kasih kepada :

  • Allah SWT yang memberi keselamatan
  • Pak nasaruddin atas bimbingnnya
  • Yeyen GEMPA swg atas arahanya walau tak dapat mengantar kami
  • Asril KPA BATARA, atas telefonnya di pos 4
  • Seluruh keluarga besar KPA GARIS Palopo
  • Gunung Balease dan Tolangi atas segala keindahannya

Catatan :

  • Mempunyai juru kunci yang bernama nasaruddin
  • Durasi pendakian 5-12 hari
  • Jalur yang hampir sebagian besar kemiringan 80-90 derajat
  • Merayap, tiarap, memanjat dan melompat adalah jalur yang dihadapi.
  • Hati-hati terhadap mistik. Anoa dan jurang
  • Hemat persediaan air, 5 liter/orang
  • Duri rotan, pakis berduri, Palem hutan dan gigitan pacet hindari
  • Hati-hati apabila menurun karna sangat licin.
Comments
  1. firdal says:

    this is the real adventure……
    i always support your way brother…
    go GARIS…..
    never give up to standing on top of mountain…..

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s