Expeditions Mt.Sinaji 2430 mdpl & Mt.Bambapuang 1012 mdpl

Posted: January 2, 2011 in Expeditions Garis Indonesia

Di Dalam Wild Expedition 7 ini Kami mengambil 2 Puncak Yaitu Gunung Sinaji 2430 Mdpl dan Gunung Bambapuang 1012 mdpl Berikut adalah Laporan Perjalanannya :

Gunung Sinaji 2430 mdpl : adalah Salah-satu gunung dari beberapa Puncak di Pegunungan Latimojong. Gunung ini terletak di desa uluway kecamatan Mingkendek. Kabupaten Tanah Toraja. Arti dari uluway sendiri adalah kepala air sedangkan arti dari mingkendek adalah menaiki atau naik, jalur untuk masuk ke gunung sinaji adalah bisa dari Makassar menuju sidrap melewati enrekang kemudian masuk ke desa karangan sekitar 5 kilo dari perbatasan toraja enrekang.bisa juga dari palopo menuju toraja kemudian makale. Jarak dari desa karangan ke uluway sekita 15 kilo,

Gunung Sinaji merupakan Gunung Paling Utara di Pegunungan Latimojong dan salahsatu Puncak Tersulit, bagaimana tidak Gunung ini sangat jarang di daki oleh Para Mounteneering jadi jalur yang tertutup sudah menjadi hal mutlak bagi pendaki sinaji. Selain itu sumber air di gunung sinaji sangat susah karna dari ke lima pos hanya di pos 4 dan pos1 yang ada sumber air itu pun terkadang kering apabila kemarau panjang.


Trianggulasi pertama Gunung Sinaji Latimojong

Kami berangkat dari Secretariat KPA Garis Palopo  ada juga peserta dari kpa lain yaitu kpa.Angker dan kpa.Ranting  jumlah kami yang berangkat adalah 6 orang yaitu ayyung garis (saya sendiri) hamka garis, pandi,eiger,ken dari angker dan anry dari ranting. Kami star pada pukulm 5 pm selasa 26 january 2010. kami naik motor dan bermalam di sebuah mesjid desa karangan, ke esokan paginya kami melanjutkan perjalanan ke uluway dengan bertanya sana-sini maklum seperti biasa garis selalu pergi expedisi tampa menggunakan liader. kami pun tiba di sinaji pada pukul 10am kami meminta isin pada penduduk untuk mendaki dan menyimpan kendaraan kami.

Desa Ulu Way Kec Mingkendek

Desa Uluway sangat indah mungkin lebih indah dari pada tempat-tempat lain di tanah toraja.jejeran pohon pinus dan deretan pegunungan latimojong yang berdiri dengan kokohnya. Setelah mengecek perlengkapan kami memulai pendakian pada pukul 11am, jalur pertama di sambut dengan pendakian yang lumayan menguras keringat.menuju pos 1 kami sudah nyasar sekitar 3 jam, bayangkan jam 3pm kami belum menemukan jalur ke pos 1 di karnakan sudah tertutup oleh rumput. Para peserta sebagian sudah ingin pulang ke kampung dan melanjutkan esok hari tapi saya melarang, kemudian ku isap sebatang rokok sambil mencari jalur bersama ken. Dan alhamdullah saya menemukan jalur di samping pohon bambu yang sangat rimbun. Sekitar 30 menit berjalan sampailah kami di pos 1 dan melanjutkan perjalanan ke pos2. jalurnya tertutup lagi oleh semak jadi kami mesti membuka kembali jalur tersebut dengan medan yang cukup sulit.

sekitar 1 jam pendakian kami sampai di pos dua. Kami tiba di pos 2 sekitar jam5pm kami pun mendirikan tenda dan beristirahat. Pada waktu magrib kami pun memasak makanan dengan menghemat air yang kami bawa dari kaki gunung. Suara asan magrib terdengar sayup di telinga entah asli dari mesjid kampong uluway atau suara mistik hanya tuhan yang tahu…..?. malam pun berlalu dengan udara yang tak terlalu dingin.

Ke esokan harinya kami melanjutkan perjalanan pada pukul 8am setelah sarapan kami mengikuti string yang ada sambil membuka kembali jalur yang tertutup. Jalurnya agak sukar hampir tak ada bonus dari pos 1. jam 1am kami pun sampai di pos 4, kami menyisir ke arah kanan turun lembah untuk mencari sumber air, alhamdulillah kami menemukan air tapi agak jauh dari pos 4 dan mungkin kalau musim kemarau sumber air ini kering . setelah istirahat sejenak kami pun melanjutkan perjalanan menuju pos 5 jalurnya agak susah karna melewati lebatnya rotan dan lumut yang dingin dan licin, sekali-kali kami harus merayap apabilah mendapati jalur yang sangat rendah dan sempit

sekitar jam 11.30am kami pun sampai di pos 5 atau puncak dari gunung sinaji latimojong, di sana kami menemukan sebuah tranggulasi yang berbentuk segitiga tetapi yang menjadi pertanyaan masih ada sebua gunung yang kelihatan lebih tinggi dari puncak kami berada. Tak tahan dengan rasa penasaran saya dan hamka mencoba menerobos ke gunung itu dengan jalur yang hampir menyerupai labirin dan penuh dengan tumbuhan yang siap sedia merobek kulit, hampir setengah jam kami berlari, kami pun sampai dan ternyata di sanalah tranggulasi yang sebenarnya yang berbentuk kubus di tandai sebuah sumur kecil tepat berada di samping tiang trianggulasi.

Menurut cerita tranggulasi pertama yang berbentuk segitiga adalah buatan mapala dari pare-pare dan tranggulasi ke dua yang berbentuk kubus adalah buatan dari TNI pada saman dahulu. Setelah pengibaran bendera dan foto-foto di kedua tranggulasi kami pun pulang menuju pos 2, jam pun menunjukan pukul 1pm, kami pun berlari sekencang-kencangnya ke bawah sesekali kami pun terjatuh dan saling menertawai, kami sampai di pos 4 pada jam 2pm dan melanjutkan perjanan ke bawah. Tapi eeeee………hhh kenapa kami menemukan pos 3, sebagai catatan waktu kami naik kami tak menemukan pos 3 tapi kenapa waktu turun kami menemukan pos 3, kami pun berpencar untuk mencari string dan jalur, astagofirillah hujan pun dating menghantam kami. Dengan kedinginan saya berlari kedepan dan mencari jalur. Saya akhirnya menemukan jalur dan string tetapi di perhatikan dengan telitih jalur yang kami lalui sangat melenceng dari titik awal, tapi saya berpikit tak mungkin jalur ini tak mempunyai awal apalagi stringnya sangat mepet dan termasuk baru.

Sekarang jam menunjukan pukul 4pm dan hujan yang belum berhenti tetapi kami belum menemukan pos, allahu akkbar di manakah kami ini semua sebenaranya kami mungkin di sesatkan oleh penjaga hutan gunung sinaji mengapa tidak ada sebuah jalur dengan yakin saya sudah melewatinya berkali-kali, saya merasa dan yakin kami hanya berputar-putar di tempat yang sama, tetapi saya tidak mau memberitahu dengan peserta expedition sekitar jam 5pm saya menyuruh ken memanjat sebuah pohon untuk melihat keadaan sekitar gunung karma hujan sudah redah dea melihat sebuah atap terbuat dari seng, kami pun mengikuti jalur yang kami ikuti semula dari pos 3. dan akhirnya kami menemukan jalan setapak dari penduduk di sebuah lembah, tetapi kami bingung kami harus memilih belok kiri atau belok kiri karna atap seng yang kami lihat sebelah Kiri akhirnya kami belok kanan sekitar sejam berjalan kami menemukan jalan rintisan sekitar 10 kilo berjalan kami sampai di perkampungan dan jam sudah menunjukan pukul 7pm,

Dengan semangat kami pun bertanya kepada warga desa, tetapi jawabannya membuat kami lebih drop lagi ternyata kami tembus di desa KUMILA kecamatan BASTEM kabupaten LUWU,astagofirillah mengapa kami sampai di kabupaten luwu, kami pun menginap di rumah salah satu penduduk yang bernama pak roy karna semua alat dan bekal tinggal di pos 2. untungnya di kumila ada signal jadi saya dapat menghubungi istri dan keluarga bahwa kami semua baik-baik dan nyasar sampai di batem. Kami pun di jamu dengan rokok tembakau dan makanan yang nikmat walau lauknya hanya sambal tetapi enaknya bukan main. Malamnya say sempatkan bercerita dengan pak roy tentang gunung sinaji, katanya dari semua puncak latimojong sinajilah yang paling seram, orang kumila saja yang sudah tau medan terkadang kesasar sampai 2 hari. konon di sinaji terdapat walli yang berdiam di puncak sinaji bahkan lebih dari satu. Di Sinaji juga terdapat sebuah danau yang berupa sawah atau semacamnyalah tetapi itu bias di lihat dengan tidak senganja jika hanya beruntung pada saat tersesat kita dapat melihat sawah itu.tak terasa sudah larut saya pun beristirahat.

Pagi menyingsing pemandangan dari kumila, bastem sangat indah ingin rasanya berlama-lama di kampung ini tetapi kami punya tugas yang belum selesai. Kami bertanya kepada pak roy kalau berjalan dari kumila menuju palopo sekitar berapa hari dia menjawab sekitar 2 hari kalau kembali ke uluway sekitar sehari kalau cepat. Akhirnya kami memutuskan kembali ke kumila karna semua kendaraan kami ada di uluway jalurnya sama dengan yang pertama mestinya pada saat percabangan jalan setapak harusnya kami belok kanan ternyata kumila tepat berada di belakang gunung sinaji. Setelah berpamitan dan sarapan kami melanjutkan perjanan ke uluway. Kami star sekitar jam 8am. Dan kami sampai di uluway sekitar jam 4pm.kami pun mengucap rasa syukur yang sebesar-besarnya kepada allah swt atas pertolongnnya akhirnya kami bisa sampai di uluway dengan selamat Perjalanan sangat mengasikkan karma kami melewati beberapa air terjun.

Kejamnya Gunung Sinaji

Sesampai di uluway kami langsung ke tempat parkiran motor yaitu rumah Pak keamanan atau kepala keamanan desa yang bernama pak Samae Malamnya kami bercerita panjang lebar dan mencocokkan cerita dari pak roy ternyata ceritanya hampir sama pak Samae mengatakan sebenarnya Gunung Sinaji mungkin adalah Gunung Berapi setelah kami piker-pikir mungkin benar karna di toraja terdapat permandian air panas alami mungkin saja sumbernya dari sinaji. Dia juga bercerita tentang sejara uluway yang pernah di jajah oleh para Gerombolan pada tahun 59 uluway mencekam dan di kosongkan tetapi pada tahun 62 penduduk masuk satu-persatu barulah tahun 1975 TNI masuk bersama BRIMOB  dan menyatakan uluway aman dari Grombolan Uluway juga terdapat air terjun Puang Toring yang sangat indah hanya saja susah untuk di jangkau.

Keesokan harinya kami pun kembali ke gunung sinaji pos 2 untuk mengambil alat. Sekitar 3 jam kami pulang-pergi dari pos 2.kami pun bersih-bersih dan bersiap-siap pulang dan melanjutkan perjalanan ke Gunung bambapuang 1012 mdpl karna dalam expedition 7 ini kami menargetkan 2 gunung.Kamipun melanjutkan ke Gunung Bambapuang

Terimah kasih kepada :

  • Tuhan yang maha esa allah swt.
  • Istriku yang Tercinta
  • Seluruh Anggota Kpa Garis Palopo
  • Seluruh warga desa Kumila Kec.Bastem Kab. Luwu
  • Seluruh warga desa Uluway Kec.Mingkendek Kab. Tanah Toraja
  • Jack Maleo di Toraja atas infonya
  • Gunung Sinaji atas segala ke indahannya

Saran :

  • Perhatikan jalur pendakian dari pos 2 sampai 4
  • Membawa botol air masing-masing satu / orang
  • Jangan jalan terlalu dekat dengan jurang
  • Jangan menegur apabila mendegar atau melihat yang aneh-aneh
  • Membawa parang atau alat tebas untuk membuka jalur

Catatan :

  • Gunung Sinaji adalah puncak tersulit dari beberapa puncak pegunungan latimojong
  • Sering terdengar suara-suara aneh di pos 2 yang

Gunung  Bambapuang : 1021 mdpl terletak di Dusun Kotu, Desa Bambapuang, Kec. Anggeraja, Kab. Enrekang sulawesi selatan, sedangkan arti kata dari bambapuang adalah tangga tuhan (menurut yang saya ketahui) sebenarnya Bambapuang tidak terlalu dikenal dikalangan Mountin Climbing tetapi terkenal dengan Tebing Bambapung, tebing Bambapung sering dijadikan lokasi latian, Ajang Lomba dan lain-lain sebagainya. Tebing Bambapuang adalah tebing  tertinggi di Sulawesi Selatan tetapi Bambapuang juga dapat di daki oleh para pendaki dari arah belakang tebing yaitu sebelah barat,

Kami ke Gunung Bambapung dalam rangka Wild Expedition 7 dua puncak yaitu sinaji latimojong 2430 mdpl kemudian melanjutkan ke Gunung Bambapuang 1021 mdpl. Sore itu kami sudah lelah mendaki dari sinaji kami menggunakan kendaraan pribadi (motor) menuju kaki gunung. Gunung Bambapuang bisa di akses dari kotamadya Palopo melewati Toraja , Kab.Makale kemudian tiba di Kab. Enrekang ada juga akses lain dari Makassar menuju Sidrap kemudian tembus di kab. Enrekang , untuk jalur masuk kita dapat bertanya kepada penduduk atau warung-warung di pinggiran jalan

Kami tiba tepat pukul 5pm. Kami langsung memarkir motor di salah satu Café yang tepat di kaki Gunung. Salah satu kekurangan Gunung Bambapuang 1021 mdpl yaitu tak ada air karna sebenarnya  Gunung Bambapuang 1021 mdpl lebih tepatnya bisa dikatakan Gunung batu jadi kita harus membawa air dari kaki Gunung dan kita hanya dapat mendirikan 1 tenda kapasitas 4 org, tapi kita dapat tidur di bawah batu (mirip manusia purba dong….ha ha ha )

Jalur pertama kita melintasi kebun jagung. Yang sedikit menanjak, kemudian melewati padang rumput kemudian mendaki sampai puncak , jalurnya lumayan susah karna sangat miring dan melewati bebatuan rapuk dan tajam. ada 5 pos sampai puncak. Tak cukup sejam kami mendaki  Gunung Bambapuang 1021 mdpl dari puncak kami bisa melihat Lembah Nona dan kota toraja yang begitu indah di kala fajar. Di sini juga terdapat sebuah Gua yang dapat di masuki dan terdapat mata air di dalamnya dan sering kali pendaki mengambil air tersebut jika beruntung air itu dapat di ambil tapi terkadang kering apabila kemarau panjang dan penduduk sekitar percaya bahwa air itu mempunyai wasiat, tapi kami tak sempat masuk karna sudah malam dan penerangan kami sudah berkurang. Ada yang perlu di perhatikan kita tidak boleh kencing sembarang di Gunung ini sering kali para Pendaki menaruhnya di atas wadah atau botol ???????.

Ketika pagi tiba kami segera membongkar tenda dan kemudian berlari kembali ke bawah dan kembali ke kota kami tercinta PALOPO. itulah segumpal cerita dari kami KPA GARIS Palopo di Gunung Rante Mario 3478  mdpl puncak tertinggi di pualu sulawesi .semoga dapat bermanfaat bagi para pembaca.

Terimah kasih kepada :

  • Tuhan yang maha esa allah swt.
  • Istriku yang Tercinta
  • Seluruh Anggota Kpa Garis Palopo
  • Tante di pemilik Cafe
  • Gunung Bambapuang atas segala ke indahannya

Saran :

  • Membawa suplay air
  • Hati-hati dengan batu lepas
  • Usakan mendaki sebelum sore karna kabut dapt menghalangi pandangan
  • Jangan menegur apabila mendegar atau melihat yang aneh-aneh

Comments
  1. JAYA says:

    dsdsdsa

  2. arianto palinnongan says:

    cs

  3. as says:

    ka’ makin mantaf aja fotonya,,,,kembangkan itu

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s