Expeditions Mt.Semeru 3676 mdpl

Posted: August 14, 2011 in Expeditions Garis Indonesia

 Gunung Semeru 3676 mdpl

Juni, 2011. Dalam wild expedition kali ini Kpa Garis memilih 3 puncak yaitu Gunung Semeru 3676 mdpl, gunung Rinjani 3726 mdpl dan gunung Agung 3147 mdpl, sebenarnya expedisi ini sudah sempat tertundah sekitar setaun dikarnaka kami mengalihkan ke gunung lain, barulah tahun 2011 kami bisa melaksanakan expedisi ke 3 puncak terindah Indonesia.

Gunung Semeru 3676 mdpl

Dikarnakan expedisi kali ini membutuhkan biaya yang tidak sedikit akhirnya dari kpa Garis palopo hanya mengutus seorang dan sesuai keputusan rapat orangnya jatuh kepada ayyung untuk melaksanakan misi tersebut, sebenarnya ada beberapa utusan dari berbagai organisasi yang ikut bersama kami, tetapi entah alasan apa akhirnya mereka gagal satu per satu. Walaupun demikian expedition harus tetap di lakukan,

Tanggal 25 saya sudah menuju ke Makassar , dan tiket kapal laut KM lambelu sudah di tangan, jadwalnya sih tanggal 26 berangkat pada pukul 13, tetapi seperti biasa di Negara kita yang sangat tercinta ini, jam yang digunakan selalu molor, saya yang di antar oleh Galang dari Kpa Jelajah Nusantara Makassar  harus menunggu sampai jam 8 malam. Jam 7.30 saya yang hanya seorang diri ingin pergi ke jawa, merasa was-was, karna ini kali pertama saya menaiki kapal laut apa lagi kapal sangat penuh di ramaikan oleh perserta pramuka yang mau menuju Sumatra untuk jambore nasional, dan tak dapat di pungkiri bahwa kapal laut banyak terdapal maling dan copet.

Jam 08.10 malam, peoooottt, bunyi terompet kapal telah berdengung di segala penjuru pelabuhan kota Makassar, akhirnya kapat KM Lambelu berangkat juga, saya memilih tempat di Dek sebelah kanan biar langsung dapat melihat laut, kebetulan kapal sangat penuh. Jam demi jam berlalu, akhirnya kapal tiba di Surabaya pada pukul 8 malam, saya kemudian mengambil barang dan turun dengan berdesak-desakan dengan penumpang lain, hal anah pertama yang ku temua adalah “semua orang menggunakan bahasa jawa, dan aku tak mengerti” , begitu turun dari kapal saya langsung berjalan kaki ke luar pelabuhan dan menuju terminal kecil di luar pelabuhan dan menaiki mobil damri menuju terminal induk.

Pasar Tumpang

Dalam perjalanan menuju sangat menyenangkan, berkeliling kota Surabaya yang indah dan ramai, tetapi saya sedikit risih dengan beberapa pengamen yang tak kunjung hentinya naik dan turun. Sekitar 30 menit menaiki bus damri saya pun tiba di terminal induk, dan langsung mencari bus tujuan malang. Saya berangkat dari Surabaya menuju malang sekitar jam 9.30malam, untung saja daerah kawasan lumpur lapindo tidak macet jadi dapat sampai ke malang dengan durasi waktu 2 jam, sesampainya di terminal malang udara yang tadi panas di Surabaya tiba-tiba dingin, rasa ngantukkau sudah tak tertahankan, begitu turun dari bis saya langsung menuju mobil angkot tujuan tumpang, untung saja transportasi di daerah jawa 24 jam jadi bias langsung menuju tumpang deh,,, seorang diri lagi dalam perjalanan berharap ada pendaki yang ku temui, sekitar 30 menit dari terminal malang saya sampai di pasar tumpang,, dengar-dengar sih di pasar tumpang ada sebuah rumah sopir truk yang bernama pak nuh  yang biasa mengantar pendaki menuju ranu pani kaki gunung semeru.Sekitar jam 12.00 saya berjalan menuju rumah pak nuh, saya terkaget bercampur senang ternyata di rumahnya ada sekitar 30-an pendaki yang mau berangkat menuju Ranu Pani, salam-salaman dengan para pendaki lain, kemudian saya pergi belanja mie instan, maklum saya belum makan dari siang hari…:)

Savana Bromo Kpa Garis

Bangun jam 5 subuh, pasar tumpang sudah mulai ramai dengan para penjual sayuran, kami pun mulai menyiapkan barang2, dan mulai menaikkan ke dalam truck , (ada dua jenis angkutan yang dapat di gunakan pendaki menuju Ranu Pani yaitu : Truck sayur dan mobil jeep , tetapi jika mengunakan mobel jeep, perlu mengeluarkan bayet banyak kurang lebih 300-400 ribu). Sekitar jam 7 kami mulai berangkat meninggalkan tumpang, ada dua tuck pendaki yang berangkat, perjalanan menuju ke kaki gunung sedikit buruk, (Tapi Lumayan lah, disbanding dengan jalur transport di Sulawesi, wk wk wk )

Resor Ranupani Kpa. Garis Palopo

Kurang lebih Jam 8 kami tiba di ranu pani, panitia pendakian bersama mulai melapor di pos taman nasional bromo tengger (Ranu Pani) dengan ketinggian 2200 mdpl, setelah semuanya beres kami berdoa bersama, dan mulai melakukan pendakian sekitar jam 10. Kami pun melewati sebuah perkebunan penduduk, menuju pos 1 memakan waktu sekitar sejam, lokasinya berupa Pos yang di jadikan tempat peristirahatan bagi para pendaki.

Dilanjutkan menuju pos dua, dengan durasi 30 menit, kemudian di lanjutkan ke pos3 sekitar 1 jam, dari pos tiga dilanjutkan, ke danau Ranu Kumbolo 2390 mdpl sekitar 30 menit, dari semua perjalanan pertama start hingga sampai ke Ranu kumbolo masalah jalur, saya rasa cukup sangat jelas, dan penuh dengan petunjuk pendakian,,.

Resor Ranupani Kpa. Garis Palopo

Saya sampai di ranu kumbolo sekitar jam 4 sore, tanpa tunggu lama-lama saya langsung mendirikan tenda, lalu masak, setelah semua beres saya kemudian makan di tepian Danau Ranu Kumbolo, danaunya sangat indah dan di apit dua buah gunung di depannya, danau dengan ketinggian 2390 mdpl membuat airnya sangat dingin apabila di sentuh, para pendaki sangat banyak yang mengisi waktu dengan memancing, tapi sayang ikan di kumbolo jarang yang besar. Malam pun tibah, waktunya memulikan tenaga buat perjalanan esok hari,

Bagun dengan suara bising dari tenda lain, suasana di pagi hari di ranu pani lumayan dingin, dengan secangkir kopi dan beberapa biscuit saya dan teman-teman dari KPA kompala sawerigading (har), mido, roup menikmati hangatnya sinar mentari, kemudian saya pun bersama teman dari koplag (memet) mandi di ranu kumbolo dengan rasa dingin yang luar biasa. Setelah peaking kami pun berangkat menuju camp berikutnya yaitu Kali Mati ,,, tak lupa foto bareng di pinggir danau J

Kami berangkat dari danau sekitar jam 9,, selepas dari danau kami di sambut dengan tanjakan cinta , sebuah tanjakan yang di percaya dapat mengabulkan permintaan pendaki apa bila mendaki dari bawah dan sampai ke atas (2 pohon pinus) tanpa berhenti dan menoleh kebelakang tapi tentang kebenarannya masih di ketahui, selepas dari tanjakan cinta kami lalu menurun di sebuah savanna yang di beri nama oro-oro ombo, sekitar 15 menit melewati savanna kemudian tiba di sebiah shelter yang bernama cemoro kandang dengan ketinggian 2500 mdpl, di sana kami istirahat sambil menunggu team yang lain.. suasananya lumayan dingin dan banyak di tumbuhi pohon cemara,

Danau Ranukumbolo , Kpa. Garis

Tanjakan Cinta Gunung Semeru

Setelah istirahat di cemoro kandang kami melanjutkan ke kalimati, jalurnya lumayan landai hingga menemukan bekas aliran lahar yang berupa batu-batu pulkanik kecil, sesampainya di sana hujan sempat menghentikan kami, tetapi tidak begitu lama kami pun melanjutkan perjalanan, selepas dari aliran lahar kami di sambut dengan tanjakan yang lumayan menguras keringat, tak sampai sejam kami berjalan sampailah di kali mati, tetapi sayang hujan sedikit membasahi kami kembali, dengan segera saya mendirikan tenda, dan team yang lain pergi mengambil air di sumber  wiring, jaraknya cukup jauh dari kali mati sekitar 1,5 kilo meter, setelah beres, kami pun istirahat sambil memasak makanan, sore itu sangan cerah, puncak semeru terlihat sangat jelas dari kali mati, lautan pasir yang menjulang terjal menuju puncak begitu mengerikan di lihat dari bawah,

Oro-oro Ombo, Kpa. Garis

Kalimati . Gunung Semeru , Kpa, Garis

Malam pun tiba, kami berkumpul di tenda masing2, ada sekitar 20 tenda yang ada di Kalimati pada saat itu,, sekitar jam 8 kami pun beristirahat untuk perjalanan di malam hari menuju puncak Mahameru, posisi tenda yang kurang bagus membuat tidur kami kurang nyaman, suara bising pun kembali terdengar seakan membangunkan kami, ternyatajam sudah menunjukan jam 12 malam, dengan segera kami bersiap-siap untuk get the summit, ada sekitar 40 pendaki yang nanjak pada saat itu, suasana kalimati yang tadinya ramai akhirnya sunyi ketika kami mulai berjalan berlahan menuju puncak. Satu persatu kami berjalan melewati jalan setapak di antara pepohonan pinus yang menjulang tinggi menuju ArcoPodo,, hanya ada satu kendala kami pada saat itu yaitu, karna jumlah kami yang lumayan banyak jadi kami mesti antri untuk melewati jalur, sekitar jam 2 malam kami tiba di arcopodo dengan ketinggian 2900 mdpl,  beristirahat sejenak sambil mengumpulkan tenaga, para wanita pun di tempatkan berjalan paling depan agar lebih mudah di pantau.

Puncak G .Semeru 3676 mdpl, Garis Palopo

Puncak Mahameru 3676 mdpl, Kpa Garis Palopo

Sekitar jam 3 kami mulai memasuki batas pegetasi, tanjakan pasir yang menjulang tinggi sudah mulai tampak, kembali lagi kami harus antri melewati tanjakan pasir, dan berhati-hati dengan bebatun yang di tempati berpijak, jangan sampai bergelinding dan mengenai pendaki yang ada di belakang. Sekitar jam 7 saya sampai di puncak , hal ini di sebabkan saya mengalami mual yang luar biasa saya memang belum pernah jalan malam sebelumnya, mungkin hal inilah yang menyebabkan saya masuk angin kemudian muntah L apa lagi semalam tidak  sempat makan,,  sesampai di puncak saya pun sujud sukur karnah sudah menginjakkan kaki di puncak mahameru 3676 mdpl sekaligus puncak tertinggi di Pulau Jawa. Tak lupa juga berfoto-foto dengan para pendaki yang lain, sekitar sejam saya di puncak. Kami pun turun apa lagi foto yang kami ambil sudah sangat banyak, wk wk wk

Puncak Mahameru, Kpa Garis

Puncak Mahameru , Kpa Garis

Sekitar 10 meter dari puncak gunung pun berguncang hebat, ternyata terjadi letupan di atas kawah, asapnya sampai menjulang tinggi, hal ini tak kami sia-siakan dengan segera kami mengambil kamera dan mengambil beberapa gambar setelah itu dengan segera kami berlari ke bawah wedus gembel menutupi puncak, tetapi yang kami khawatirkan masih ada orang lain yang berada di belakang kami yang tidak kami ketahui keadaanya, kami pun turun hingga batas vegetasi sambil menunggu kabar team yang masih ada di puncak, kemudian samar-samar kami melihat mereka berjalan dari atas ketika kami yakin bahwa team semuanya selamat kami melanjutkan perjalanan kembali ke kalimati ,

Puncak Gunung Mahameru , Kpa Garis

Sekitar jam 12 kami sampai di kalimati, makan kemudian beristirahat, ketika mengecek logistic ternyata cukup hingga malam nanti, mau tidak mau saya harus pisah dengan team yang lain dan menuju Ranu Pani dengan segera, setelah peaking dan pamit  saya bersama har dan teman lain yang sudah mulai kehabisan ransume mulai turun perjalanan pulang serasa agak mudah karna jumlah team sudah sangat sedikit. Sekitar jam5 sore saya tiba di Ranukumbolo setelah memeriksa carrel ternyata masih ada tersisa sebungkus mie instan, saya kemudian memasak makanan sambil menikmati suasana sunset di danau Ranukumbolo . setelah makan 2 orang porter mengajak kami menuju Ranupani tetapi melewati arek ayek, sebuah jalur lama Gunung Semeru. jalurnya cukup terjal dan sulit. Apalagi headlamp yang kami gunakan sudah mulai redup.. dalam kegelapan malam kami melewati hutan taman Nasional Bromo tengger Semeru. Di puncak Arek Ayek kami melihat cahaya lampu desa Ranupani, dengan segera kami mempercepat langkah menuju kampung. Jam 8 tepat kami tiba di pos pendakian Ranupani. Suasana lembah di Ranupani yang sangat dingin membuat kami cepat terasa lapar, setelah makan kami pun tidur.

Jam7 pagi saya bagun dan pergi mencari signal Hp, dan menghubungi keluarga yang ada di Sulawesi dan mengabari bahwa saya baik-baik saja dan berhasil menggapai Puncak Mahameru. Saya pun sempat bercerita dan berbagi pengalaman dengan bang Erik dari Wanadri , jam demi jam berlalu tak terasa sore hari semua team mulai tiba satu per satu di ranupani. Setelah semua team lengkap kami pun meninggalkan Ranu pani sekitar jam 4 menggunakan truck menuju Tumpang , perjalanan di truck sangat mengasikkan tetapi sayang kabut tebal turun jadi pemandangan sangat terbatas. Sekitar jam 6.30 kami tiba di pasar Tumpang, dengan segera saya berpamitan dengan penumpang yang lain dikarnakan saya harus lanjut ke pulau bali dan mendaki di Gunung Agung 3147 mdpl puncak tertinggi di pulau dewata Bali.

makameru & Garis palopo

Itulah segelintir cerita singkat saya di Puncak Mahameru 3676 mdpl dalam Wild Expedition 12 Part 1, sampai jumpa di Puncak Gunung Rinjani dalam Wild Expedition 12 Part 2, Wassalam

Posting By Ayyung KPA Garis Palopo Sulawesi Selatan

Comments

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s