Expeditions Mt.Rinjani 3726 mdpl

Posted: October 31, 2011 in Expeditions Garis Indonesia

Gunung Rinjani 3726 mdpl

Kpa Garis Palopo G, Rinjani 3726 mdpl

Tanggal 1 juli, ketika saya turun dari puncak Mahameru 3676 mdpl saya langsung menuju pulau bali, rencananya expedisi saya kali ini menargetkan 3 puncak yaitu Semeru, Agung dan Rinjani, target pertama sukser besar tanpa kendala, jam 6.30 malam saya tiba di Pasar Tumpang , setelah berpamitan dengan para pendaki Semeru, saya langsung bergegas menuju Terminal Malang, sesampai di sana untung saja masih ada mobil Bus yang mau ke Bali, di daerah jawa biasanya kendaraan terutama Bus melakukan perjalanan antar pulau antara lain, bali, Lombok, bahkan ada yang sampai di Bima (Sumbawa). Saya tiba di terminal sekitar jam 7.30, bus yang saya naiki adalah bus tujuan bali terakhir pada malam itu karna hal itu, ongkos busnya yang tadinya 80.000 menjadi 110.000,

Jam 9 malam bus baru mulai berangkat. Saya pun mulai berhati-hati dengan copet dan rampok. Saya bertanya kepada kondektur bus kira-kira tiba di bali jam berapa , trus dia menjawab “sekitar jam 1 siang besok” , saya cukup kaget mendengarnya. Ternyata mobil bus itu transfer penumpang di Jember, sekiar jam 2 malam, mobil pun tiba di terminal jember, disini saya melihat begitu banyak modus penipuan terjadi, untung saya tidak tergoda dengan tipu muslihat mereka, kami pun pindah kendaraan, saya sempat cerita dengan seorang penumpang dan di pun menertawai hobi saya yang suka mendaki gunung, tetapi bodoh amat yang penting saya enjoy aja dan tidak menggau orang J.

Tanggal  2 juli , Jam 6 pagi saya tiba di banyuwangi, mobil pun mulai memasuki pelabuhan dan mau transip ke pulau bali, sekitar sejam kapal yang di tumpangi mobil bus tiba di pulau bali, seluruh penumpah di turunkan dan di cek satu per satu kartu tanda identitas, setelah semuanya aman saya dan para penumpang lainya naik kembali ke atas bus, dan mulailah pemandangan pesisir pantai di bali mulai terlihat, awalnya sih perjalanan menyenangkan tetapi pada saat tengah hari, sekitar jam 11 jalanan menuju terminal dempasar mengalami macet kurang lebih 2 jam lamanya.

Jam 2 tepat saya tiba di dempasar, saya pun menyuruh teman saya yang bernama satkay dari mapala giri sakti untuk menjemput di terminal, tanpa menunggu lama satkay pun tiba, dan membawa saya ke sebuah took outdoor punya Mbak Wie,orangnya cantik dan baik sati, kami habskan hari itu dengan bercerita dan minum arak bali bersama-sama wk wk wk J. Tetapi ada kabar buruk yang harus saya terima ternyata Masyarakat bali sedang mengadakan upacara besar yaitu Galungan jadi untuk sementara Gunung Agung di tutup untuk sementara. Saya pun mengambil keputusan  unTtuk  melanjutkan ke Gunung berikutnya yaitu Gunung rinjani , untung saja esok harinya ada teman yang bernama mas Dian beserta temannya mau mendaki ke Gunung Rinjani, tanpa piker panjang saya langsung bergabung dengan tiem mereka

tanggal 3 juli, bangun tanpa sarapan langsung menuju palabuhan padang bai menggunakan motor di antar oleh beberapa teman dari Mapala Giri Sakti Bali. Perjalanan cukup jauh dan melelahkan kurang lebih sejam kami pun tiba di Pelabuhan. Tanpa menunggu lama kami pun langsung segera membeli tiket kapal menuju mataran (Nusa Tenggara Barat) dengan membayar 35.000 rupiah. Serine kapal pun berbunyi pada jam10. kami pun naik ke atas kapal dan langsung menuju dek yang paling atas. Perjalan menuju pelabuhan lembar lumayan lama sekitar 4-5 jam, ditambah dengan ombak yang lumayan membuat mual.

Jam 2.30 kami tiba di pelabuhan lembar. Setelah kapal sandar tanpa menunggu kami langsung turun dan mencari warung untuk mengisi perut yang kelaparan. Sememtara makan tiba-tiba datang seorang kondektur menawarkan mobil menuju kab.Lombok timur. Tujuan kami yang berikutnya adalah MPA Oastipala yang berada di Selong dengan membayar 30 ribu/orang. Mesti di perhatikan jika ingin ke selong kita mesti pintar-pintar berbicara dengan sopir atau kondektur karna salah sedikit kita bisa membayar lebih atau atau yang paling parah bisa saja kita di pindahkan ke mobil lain dengan bayaran tambahan. Tepat jam 5 sore kami tiba di taman Kota Selong. Kami langsung menelpon kepada MPA oastipala yang bernama Asu. Tak cukup 5 menit Asu pun tiba dan membawa kami ke secretariat yang sangat dekat dengan Taman Kota Selong. Sore itu kami bercanda riang hingga larut malam sambilil meminum brum (Minuman Khas Asli Lombok).

Esok paginya kami memulai perjalanan kembali menuju kaki gunung rinjani jalur sembalun. Tetapi terlebih dahulu kami belanja di sebuah pasar. Sekitar jam 1 kami pun tiba di kantor taman nasional rinjani Sembalun setelah melapor dan membayar tiket masuk sebesar 10.000 kami langsung memulai perjalanan melalui jalan rintisan dan memasuki savanna yang tak terlihat ujungnya. Sekitar jam jam 5 saya sampai di pos 2, kami dengan segera mendirikan tenda di tengah padang ilalang dan melalui malam dengan indah.

Pagi pun tiba, cahaya mentari menembus sela-sela tenda. Setelah sarapan kami melanjutkan menuju pos 3. Dan dilanjutkan menuju plawangan. Disinilah para pendaki benar-benar menguras keringat melalui padang yang tandus, sesekali pohon pinus . track menuju plawangan biasa juga di bukit penyesalan memang pendakian dari pos 3 serasa tiada henti. Tepat jam 2 saya tiba di plawangan sembalun di sini para pendaki beristirahat sejenak sambil mencari lokasi camp. Lokasi mendirikan tenda begitu strategis karna dari tenda kita dapat melihat puncak rinjani 3726 mdpl yang menjulang jauh memanjang. Semakin sore semakin banyak pendaki yang tiba di plawangan sembalun, selain pendaki lokal pendaki yang datang dari luar negri juga ada. Malam ini cuacanya lumayan dingin karna tenda berada tepat di atas punggungan.

Jam 1 tepat kami mulai perjalanan menuju puncak rinjani, susahnya mendaki di jalur berpasir membuat saya teringat di pendakian mahameru yang membuat saya sampai mual. Para team kembali berjuang selangka demi selangka menggapai puncak rinjani. Sesekali kami istirahat sambil menunggu team yang berada di belakang. Sebelum puncak salah seorang team yang bernama pak handoko mengalami nyeri di bagian lutut sehingga membuat pendakian sedikit agak lambat, di tambah rasa haus yang saya alami semakin mencekik leher. Jam 6.30 tepat saya dan pak handoko bersama dian tiba di puncak rinjani dengan ketinggian 3726mdpl. Puncak rinjani ini juga menjadi gunung tertinggi ke 3 di Indonesia setelah peg. Jayawijaya 4800 dan gunung Kerinci 3800

Setelah berfoto-foto kami kembali ke camp plawangan dan mulai packing. Setelah makan siang dan semua peralatan rampung kembali kami berjalan menuju danau segara anak yang merupakan danau kawah dari gunung rinjani perjalanan menuju danau cukup berbahaya karna begitu banyak tebing yang curam yang mesti kami lalui. Sekitar jam 3 saya, peres dan edot tiba pertama di danau segara anak , tanpa basa basi kami langsung menyimpan carrel kemudian menuju ke permandian air panas yang berada di lembah danau segara anak yang berjarak sekitar 100 mter.

Sungguh  nyaman rasanya berendam air panas di cuaca yang sangat dingin . tak terasa saya dan edot sudah berendam 30 menit, kami berdua kembali ke danau dan mendirikan tenda. Suasana sore hari di danau segara anak sangatlah indah, hamparan kabut yang menutupi danau seakan membius pandangan kami. Dikala malam kami menikmati sebotol arak bali dan popcorn , sungguh senang rasanya.malam itu cuaca sangat dingin meski memakai sleeping bag tetapi saja rasa dingin terasa di tubuh kami. Mungkin di sebabkan karna tenda kami berdiri tepat di samping danau segara anak.

Pagi ini kami harus kembali berjalan.  Ada teman yang menyarankan agar melalui jalur gua susu. Jalurnya agak sedikit landai dan tidak menguras tenaga. Jam 10 tepat kami kami mulai berjalan pulang. Menyusuri pinggiran tebing yang di penuhi alang-alang. Kami juga melalui air terjun susu yang sangat tinggi tetapi berada tepat di bawah jurang. Harisudah mulai gelap tetapi kami masih berada di dalam hutan. Team juga terbagi menjadi dua. Jam 6 saya, dian dan suci tiba di penampungan air milik warga tetapi jarak ke kampung masih sangat jauh. Rasa cemas Nampak dari wajah suci yang berjalan di kegelapan . saya berada di paling depan sambil mencari jejak jalan di tengah kegelapan. Alhamdulillah kami keluar dari hutan tepat jam 7 malam dan para team yang berada di depan telah menunggu kami sejak jam 6. Setelah makan seadanya kami semua berjalan kembali menuju perkampungan. Tetapi sial kami mengambil jalur memutar sehingga kami mesti berjalan di daerah yang kami sendiri tidak ketahui. Kami baru menemukan rumah penduduk tepat jam 10 malam. Barulah kami bisa bernafas lega sambil beristirahat di rumah mereka.

Jam 6 kami sudah bangun pagi kemudian sarapan, pemilik rumah adalah suku sasak asli. Dia menolong kami mencarika sebuah mobil menuju kota selong kab.lombok timur. Tak lama kemudian mobil pun tiba. Kami dengan segera meninggalkan kawasan kaki gunung rinjani. Tepat jam 11 siang itu kami tiba di secretariat kpa Oastipala. Sambil beristirahat kami bercerita tentang pengalaman kami di gunung rinjani. Saya pun pergi ke salah satu agen travel menanyakan pesawat menuju Makassar tetapi tiketnya sangat mahal mungkin dikarnakan musim arus balik liburan. Akhirnya saya memutuskan untuk kembali ke bali , karna kata dian di bali sangat mudah mendapatkan tiket menuju Makassar. Setelah melalui malam yang panjang dan indah di temani minuman khas suku sasak yaitu brum kami pun beristirahat untuk perjalanan esok hari.

Pagi tiba dengan segera kami pecking barang kemudian berpamitan kepada seluruh anggota kpa Oastipala terutama peres yang mengantar kami. Tujuan kami hari ini adalah pelabuhan lembar dan menyebrang ke Pulau Dewata Bali. Jam 3 tepat kami tiba di pelabuahan padang bai Bali. Sambil menunggu jemputan dari jebber dian dengan segera menghubungi temannya bekerja di travel untuk mencari tiket pesawat. Jam 5 kurang jeber dan kawan-kawan tiba datang menjemput kami dengan segera para team kembali ke dempasar. Dan saya pun menuju rumah dian untuk makan malam. Pada saat makan tiba-tiBa Hp dian berbunyi ternyata telpon dari salah satu agen travel, katanya pesawat hanya ada 3 hari. Apa boleh buat saya harus menunggu selama 3 hari. Terlintas dalam pikiran saya bahwa mendaki gunung agung pada esok harinya. Setelah menanyakan kepada jeber tentang rencana mendaki gunung agung esok hari ternyata dia setuju. Dengan rasa senag Kemudian saya menujuh rumah salah satu kerabat jeber untuk beristirahat untuk persiapan mendaki esok hari di gunung agung 3147 mdpl puncak tertinggi di pulau dewata Bali ….. bersambung Wild Expedition 12 part 3

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s