Expeditions Mt.Karua 2653 mdpl

Posted: June 22, 2012 in Expeditions Garis Indonesia

Buntu Karua atau Gunung delapan (8) adalah sebuah gunung yang terletak di pedalaman tanah toraja, tepatnya di lembang (Desa) balla kecamatan bituang, Makale, kabupaten tanah tanah Toraja. Buntu Karua memiliki ketinggian sekitar 2653mdpl dan merupakan salah satu puncak yang masih jarang di kunjungi oleh para pengiat alam bebas.

Buntu Karua (Kpa.Garis Palopo)

Banyak dugaan bahwa buntu puang adalah salah satu gunung berapi, meski tak mempunyai kaldera tetapi jika kita mendaki di buntu karua aroma khas bulerang tercium sangat jelas. Air sungai yang mengalir dari hulu buntu karua berwarna agak ke keruh tidak jernih seperti air sungai pada umumnya hal ini disebabkan adanya campuran bulerang pada air tersebut. Menurut salah satu sumber bahwa dahulu kala buntu karua adalah sebuah gunung yang sangat besar tetapi meletus sehingga dari gunung besar tersebut merubah menjadi gunung-gunung kecil yang berjumlah delapan, maka dari itu puncak tertingginya di sebut buntu karua atau Gunung delapan.

Buntu Karua (Kpa.Garis Palopo)

Keunikan dari gunung ini, selain jalur yang lumayan sulit, kelestarian alamnya sangat terjaga hampir 70% hutannya di penuhi oleh lumut, dan juga terdapat tugu trianggulasi setinggi 1m terbuat dari beton yang di bangun oleh belanda. Terdapat 8 pos daki menuju puncak, dan sumber air hanya terdapat di pos 3 dan pos 6 saja. Hal ini lah yang membuat kami ini melakukan expedisi ke buntu karua bersama kpa garis palopo dan kpa TWT tanah toraja.

Perjalanan kami mulai dari kota palopo menuju Kabupaten tanah toraja, kec. Bituang ,lembang (desa) balla. Perjalanan dari palopo memang mulus melalui aspal, tetapi ketika memasuki lembang balla akses di sana sangat hancur, jalannya di susun dari bebatuan yang besar dan sangat menanjak membuat mesin motor kami menjerit, sekitar 4 jam kami tiba di rumah pendeta setempat, mayoritas penduduk di kec.bituang adalah nasrani dan pak pendeta lah yang dijadikan pos lapor jika ingin melakukan pendakian ke buntu karua.

Kami mulai jalan menyusuri pandang ilalang dengan vegetasi pinus dan tanaman jenis pakis berbatang keras. Menuju pos 1 kami menyusuri pengairan irigasi dan tak di sangka2 team kami di guyur hujan yg lumayan deras. Rasa lapar tak terelakkan dan memaksa kami memasak beberapa mie instan di pengairan tersebut.

Sekitar sejam kami berjalan kami tiba di pos 1. Lokasinya sangat sempit, ditandai sebuah pohon pinus yang besar dan beberapa papan pos dari para team-team sebelumnya. Karna derasnya hujan kami melanjutkan perjalanan tanpa dokumentasi sedikit pun. Beberapa meter dari pos 1 menuju pos 2 kami memasuki hutan yang lumayan rapat. Deretan pohon pinus yang kami lalui berganti menjadi beberapa pohon palem berduri dan semak belukar, jalur menuju pos 2 sangat menanjak di persulit lagi jalannya di penuhi dedaunan yang basah akibat hujan dan membuat track yang dilalui menjadi licin. Entah berapa kali kami beristirahat sambil mengatur nafas. Sekitar jam5 sore kami tiba di pos 2, lokasinya juga di tandai sebuah pohon yang sangat besar di penuhi oleh lumut sayang sekali dokumentasi kami di pos dua juga tidak ada karna kala itu hujan masih mengguyur kami.

Dari pos dua kami menurun lembah yang curang tak jauh dari pos2, sekitar 30 menit kami tiba di pos3, dengan segera kami mendirikan tenda di tengah derasnya hujan. Setelah tenda berdiri kami pun segera masuk ke dalam tenda dan berganti pakaian yang basah kuyuk. Malam yang kami lalui sangat menyenangkan di tengah kedinginan, minum kopi sambil bercerita pengalaman-pengalaman pendakian masing2 , pos 3 sangat sering dijadikan camp karna air sangat melimpah.

Keesokan paginya dengan segera setelah sarapan kami peaking dan bersiap berjalan kaki kembali menuju pos 4, ternyata untuk menuju pos 4 kami harus melalui punggungan yang sangat menanjak, sesekali kami terperosot kembali kebawak akibat licinya jalur menuju pos4. Sekitar sejam  berjalan kami tiba di pos 4, lokasinya lumayan luas tapi tak terdapat sumber air di pos ini. Kami pun melanjutkan ke pos berikutnya, jalurnya kali ini sangat landai dan beberapa kali menurun sekitar 30 menit kami tiba di pos5 dan di lanjutkan ke pos 6, hanya sayang sekali jalur menuju pos 6 hutannya tidak beritu rapat karna adanya aktipitas ilegalonging oleh warga setempat. menuju pos 6 juga sangat banyak di tumbuhi pohon kalpataru dan kami pun memungut beberapa biji dari buah kalpataru tersebut. Sekitar 40 menit kami berjalan kami tiba di pos 6 disini sumber air terakhir, lokasinya dapat menampung sampai 3 tenda ukuran sedang sangat cocok di jadikan camp. Dengan segera kami mengisi beberapa botol air untuk persediaan di puncak karna kami berencana ngecamp di puncak.

Setelah istirahat sejenak kami pun melanjutkan perjalanan, menuju pos7, tiba2 hujan turun mengguyur kami, perjalan menyusuri hutan kembali agak sulit ditengah kabut dan jalan yang sudah tidak jelas dikarnakan jalur menuju pos 7 adalah jalur yang paling panjang dan sulit, butuh sekitar 2 jam agar kita bisa tiba di pos berikutnya.jalurnya juga dipenuhi lumut dan sangat sulit menentukan jalur di antara lumut. Maklum lah pendaki yang melakukan expedisi di buntu karua masih dapat di hitung jari.

Setibanya di pos 7 kami istirahat sejenak, lokasinya dapat menampung 2 tenda tapi tak terdapat sumber air. Setelah mengisap sebatang rokok, team melanjutkan ke pos 8 yaitu puncak, kali ini kami di hadapkan jalur yang sagat menanjak, beberapa kali kami terjatuh dari pijakan kami berdiri dikarnakan terkadang kayu yang di selimuti oleh lumut sudah rapuk dan tak dapat di pijak, memanjat akar kayu menuju puncak adalah hal mutlak yang tak dapat di pungkiri. Sekitar sejam berjalan akhirnya kami tiba di puncak pada jam 11.26 dan dengan segera memeluk tembok trianggulasi yang di buat oleh belanda pada saman penjajahan.

Gemuru Guntur mengguncang langit segera kami mendirikan tenda di samping trianggulasi. Dan hujatn turun dengan lebatnya hingga dini hari. Esok paginya dengan segera kami kami berjan  kebawah perkampungan dengan cepat, agar kami tak di landa hujan di siang hari. Di perjalan pulang kami mencium bau bulerang yang sangat menyengat, dan pada pos 3 kami mengambil jalur lain menuju kampung menyusuri sungai yang berwarna  ke abu2an hal ini kemungkinannya air di sunagi itu mengandung bulerang. Di lembah kami kembali di guyur hujan yang sangat deras. Membuat jalur kembali licin dari kejauhan perkampungan sudah terlihat rasa ingin tiba secepatnya sampai mengalahkan rasa lelah dan rasa dingin. Sekitar jam 12 kami tiba di rumah pak pendeta dan total jam yang kami gunakan untuk pulang dari puncak adalah 4jam 30 menit. Tanpa menunggu lagi kami melanjutkan perjalanan di tengah derasnya hujan hingga sampai di kotamadya palopo pada pukul 17.30, memang agak lambat dikarnakan rem motor kami rusak ketika memasuki kota rantepao tanah toraja.

Sekian cerita perjlanan kami, menggapai puncak Gunung delapan (Buntu Karua) pada tanggal 5 mei 2012.

Profil : Kpa Garis palopo

Alamat. Jalan Islamic center. Kel.takalala kec.wara selatan kotamadya palopo Sul-Sel

Telp : 085299960666.

klik juga :

G.Balease : https://latimojong.wordpress.com/2011/01/02/wild-expedition-iv-kpa-garis-palopo/

G.Kambuno: https://latimojong.wordpress.com/2011/01/02/wild-expedition-vi-kpa-garis-palopo/

G.Gandang Dewata: https://latimojong.wordpress.com/2011/01/02/wild-expedition-ix-kpa-garis-palopo/

G.Nenemori: https://latimojong.wordpress.com/2011/01/26/wild-expedition-11-kpa-garis-palopo/

Gunung Sulawesi–Selatan: https://latimojong.wordpress.com/2011/02/21/daftar-gunung-gunung-di-sulawesi-selatan/

https://latimojong.wordpress.com/2011/08/01/3-puncak-tersulit-sulawesi-selatan/

Comments
  1. […] Wild Expedition 15 Kpa Garis Palopo […]

  2. agung says:

    Kapan lagi diklatsarnya bro

  3. ainul wardi says:

    luar biasa…

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s