Archive for the ‘Fauna’ Category

Nama latin 100 hewan atau fauna (binatang) Indonesia ini melengkapi daftar nama latin tumbuhan yang telah saya publish di blog ini. 100 Nama hewan ini selain saya lengkapi dengan nama ilmiah (latin) juga saya lengkapi dengan penyebutannya dalam bahasa Inggris dan Indonesia.

Sebagian besar daftar nama latin hewan (fauna) Indonesia ini pernah saya bahas sebelumnya. Sehingga jika menginginkan informasi atau diskripsi secara lebih detail, silahkan untuk meng-klik tautan yang tersedia (kata berwarna biru).

Langsung saja ini daftar nama latin (ilmiah) binatang atau hewan Indonesia dilengkapi dengan penyebutannya dalam bahasa Indonesia dan bahasa Inggris. Namun lantaran daftar ini sangat panjang maka kali ini saya batasi hanya hewan mamalia saja.

Nama Latin (Ilmiah) dan Inggris Hewan Mamalia Indonesia:

  • Ajag atau Asiatic Wild Dog (Cuon alpinus)
  • Anjing atau Dog (Canis lupus familiaris)
  • Anoa Pegunungan atau Mountain Anoa (Bubalus quarlesi)
  • Anoa Dataran Rendah atau Lowland Anoa (Bubalus depressicornis)
  • Babirusa atau Babiroussa (Babyrousa babirussa)
  • Bajing Hitam atau Black-striped Squirrel (Callosciurus nigrovittatus)
  • Bajing Kelapa atau Plantain squirrel (Callosciurus notatus)
  • Bajing Tanah atau Three-striped Ground Squirrel (Lariscus insignis)
  • Bajing Terbang Ekor Merah atau Javanese Flying Squirrel (Iomys horsfieldi)
  • Badak Jawa atau Javan rhino (Rhinoceros sondaicus)
  • Badak Sumatera atau Sumatran rhino (Dicerorhinus sumatrensis)
  • Banteng (Bos javanicus)
  • Bekantan atau Long-Nosed Monkey (Nasalis larvatus

    Seekor Bekantan JantanSeekor Bekantan Jantan 

  • Beruang Madu atau Sun Bear (Helarctos malayanus)
  • Beruk Mentawai atau Pagai Macaque (Macaca pagensis)
  • Binturung atau Binturong (Arctictis binturong).
  • Cecurut rumah atau Asian House Shrew (Suncus murinus)
  • Domba atau Sheep (Ovis aries)
  • Duyung atau Dugong (Dugong dugon)
  • Gajah Sumatera atau Asian Elephant (Elephas maximus sumatranus)
  • Harimau Bali atau Bali Tiger (Panthera tigris balica)
  • Harimau Jawa atau Javan Tiger (Panthera tigris sondaica).
  • Harimau Sumatera atau Sumatran Tiger (Panthera tigris sumatrae)
  • Hiu Tutul atau Whale Shark (Rhincodon typus).
  • Jelarang atau Black Giant Squirrel (Ratufa bicolor)
  • Kambing Hutan Sumatera atau Sumatran Serow (Capricornis sumatraensis)
  • Kambing Ternak atau Domestic Goat (Capra aegagrus hircus)
  • Kancil atau Pelanduk atau Java Mouse-deer (Tragulus javanicus)
  • Kancil Napu atau Greater Mouse-deer (Tragulus napu)
  • Kanguru Pohon Mantel Emas atau Golden-mantled Tree Kangaroo (Dendrolagus pulcherrimus)
  • Kelinci Jawa atau Black-naped Hare (Lepus nigricollis)
  • Kelinci Sumatera atau Sumatran Striped Rabbit (Nesolagus netscheri)
  • Kera Hitam Sulawesi atau Celebes Crested Macaque (Macaca nigra)
  • Kerbau atau Asian Water Buffalo (Bubalus bubalis)
  • Kijang atau Red Muntjac (Indian Muntjac)
  • Kucing atau Cat (Felis catus)
  • Kucing Bakau atau Fishing Cat (Felis viverrinus)
  • Kucing Emas atau Asian Golden Cat (Felis temmincki)
  • Kucing Hutan atau Leopard Cat (Prionailurus bengalensis)
  • Kucing Merah atau Borneo Bay Cat (Pardofelis badia)
  • Kubung atau Sunda Flying Lemur (Cynocephalus variegatus)
  • Kukang Besar atau Greater Slow Loris (Nycticebus coucang)
  • Kukang Borneo atau Bornean Slow Loris (Nycticebus menagensis)
  • Kukang Jawa atau Javan Slow Loris (Nycticebus javanicus)
  • Kuskus Beruang atau Bear Cuscus (Ailurops ursinus)
  • Kuskus Gebe (Phalanger alexandrae)
  • Kuskus Gunung atau Mountain Cuscus (Phalanger carmelitae)
  • Kuskus Matabiru atau Blue-eyed Cuscus (Phalanger matabiru)
  • Kuskus Pulau Obi atau Obi Cuscus (Phalanger rothschildi)
  • Landak atau Malayan Porcupine (Hystrix brachyura)
  • Landak Jawa atau Sunda Porcupine (Hystrix javanica)
  • Landak Sumatera atau Sumatran Porcupine (Hystrix sumatrae)
  • Landak Kalimantan atau Bornean Porcupine (Thecurus crassispinis)
  • Lumba-lumba hidung botol atau Common bottlenose dolphins (Tursiops truncatus)
  • Lutra (Lutra lutra)
  • Lutung Dahi Putih atau White-fronted Langur (Presbytis frontata)
  • Lutung Jawa atau Javan Langur (Trachypithecus auratus)
  • Lutung Merah atau Maroon Leaf Monkey (Presbitys rubicunda)
  • Macan Dahan Sumatera atau (Neofelis diardi diardi)
  • Macan Dahan Kalimantan atau (Neofelis diardi borneensis)
  • Macan Tutul Jawa atau Java Leopard (Panthera pardus melas)
  • Mentilin atau Horsfield’s Tarsier (Tarsius bancanus)
  • Monyet Ekor Panjang atau Crab-eating Macaque (Macaca fascicularis)
  • Monyet Jambul atau Tonkean Macaque (Macaca tonkeana)
  • Musang Air atau Otter Civet (Cynogale bennettii)
  • Musang Akar atau Small-toothed Palm Civet (Arctogalidia trivirgata)
  • Musang Luwak atau Common Palm Civet (Paradoxurus hermaphroditus)
  • Musang Rase atau Small Indian Civet (Viverricula indica)
  • Orangutan Kalimantan atau Bornean Orangutan (Pongo pygmaeus)
  • Orangutan Sumatera atau Sumatran Orangutan (Pongo abelii)
  • Owa Jawa atau Silvery Javan Gibbon (Hylobates moloch)
  • Paus Bongkok atau Humpback Whales (Megaptera novaeangliae)
  • Paus Biru atau Fin Whale (Balaenoptera physalus)
  • Pesut Mahakam atau Irrawaddy Dolphin (Orcaella brevirostris)
  • Pulusan atau Hog Badger (Arctonyx collaris)
  • Rungka atau Thomas’s Langur (Presbitys thomasi)
  • Rusa Bawean atau Bawean Deer (Axis kuhlii)
  • Rusa Sambar atau Sambar Deer (Cervus unicolor)
  • Rusa Timor atau Timor Deer (Cervus timorensis)
  • Rusa Totol atau Axis Deer (Axis axis)
  • Tapir atau Asian Tapir (Tapirus indicus)  

    TapirSeekor Tapir 

  • Sapi Ternak atau Cattle (Bos taurus)
  • Siamang atau Siamang Gibbon (Symphalangus syndactylus)
  • Sigung atau Indonesian Stink Badger (Mydaus javanensis)
  • Surili Jawa atau Javan Surili (Presbytis comata)
  • Tarsius (Tarsius spectrum)
  • Tarsius Kerdil atau Pygmy Tersier (Tarsius pumilus)
  • Tarsius Siau atau Siau Island Tarsier (Tarsius tumpara)
  • Trenggiling Jawa atau Sunda Pangolin (Manis javanica)
  • Tupai Ke

10 Hewan Terlangka Di Dunia

Posted: March 11, 2011 in Fauna

1. The Pinta Island tortoise


Adanya di kepulauan pinta. Msuk dalam spesies Giant Galapagos Turtoise. Paling langka di dunia soalnya tinggal 1 doang yang masih hidup, which is gak bias berkembang biak lagi.

2. Baiji (Yangtze River Dolphin)

Cuma ada 10 dari binatang ini. Adanya di Cina. Aneh yah lumba – lumba nya

3. The Vancouver Island Marmot

Adanya di Vancouver Island, di British Columbia. Tinggal tersisa 75 ekor doang. Tapi udah berhasil dikembang biakan menjadi sekitar 150 ekor dan sekitar 44 yang baru lahir.

4. Seychelles Sheath-tailed Bat

Tinggal di Madagascar, Cuma ada kurang dari 100 ekor di dunia. Tapi para ahli masih berusaha buat ngembangin lagi.
5. Javan Rhino

BADAK JAWADari 60 yang diketahui, tempat tinggalnya Cuma ada 2 di jawa ( Indonesia) sama di Vietnam. Nih badak masih sering diburu di Malaysia, Sumatra, India buat diambil culanya.

6. Hispid hare

Biasa disebut “Bristly Rabbit” bias ditemukan di Himalaya, Nepal, Bengal, and Assam. Cuma bias ditemukan sekitar 110 ekor di dunia.

7. Northern Hairy-nosed Wombat

Gw sendiri gak tau ni binatang apa. Bisa ditemukan di New South Wales and Victoria (Ausi ) tapi sekarang Cuma bias ditemukan di taman nasional dekat Epping Forest Station di Queensland. Cuma ditemukan sekitar 113 ekor doang.

8. Tamaraw (Dwarf Water Buffalo)

Ditemukan di Philippines. Lucu yah ni kerbau, liat kupingnya deh. Pertama kali dinyatakan terancam punah tahun 2000. kini tinggal tersisa sekitar 30 – 200 ekor. Masih sering diburu sama pemburu liar.

9. Iberian Lynx

The Lynx. Ini kucing, bukan singa. Sesuai namanya, nih kucing adanya di Iberian ( kalo gak salah di spanyol). Cuma sekarang biasa ditemukan hanya di Andalusia. Kebanyakan mati karena kena perangkap, yang sebenarnya digunakan buat nangkap hewan buruan kayak kelinci. Cuma ada 100, turun dari 400 saat tahun 2000.

10. Red Wolf

Serigala ini masih sodaraan sama gray wolf, tapi ukurannya lebih kecil. Sekarang tempat tinggal mereka ada di timur laut North Carolina. Tinggal 20 ekor red wolves murni ditemukan tahun 1980, tapi sekarang sudah berkembang lebih dari 200 ekor.

10 Hewan paling mematikan

Posted: March 11, 2011 in Fauna

10. Katak Panah Beracun

Katak ini memiliki cairan beracun yang dapat membunuh 10 orang sekaligus dan sangat pintar menyamar. Banyak ditemukan di Amerika Selatan bagian tengah.

9. Kerbau Africa

Hewan ini memiliki berat 1,5 tons dan jika sedang marah akan menusuk dengan kedua tanduknya yang tajam. Jika berdiri akan memiliki tinggi 1,7 meter dan memiliki panjang 2,8 meter. Banyak ditemukan di Africa.

8. Beruang Kutub

Hewan yang paling buas di Kutub Utara, sangat suka memakan gajah laut, selain itu juga memakan walrus, paus, dan hewan lainnya.

7. Gajah Africa

Gajah dengan taring besar kurang bersahabat dengan sebagaian orang. Setiap tahunnya membunuh kurang lebih 500 orang dengan cara menimpa. Hewan ini memiliki berat 16 ton.

6. Buaya Air Asin

Memiliki berat 1,6 ton dan dapat membunuh seekor kerbau dengan cepat, dia dapat berpindah secepat lumba-lumba dan dapat membunuh suatu mangsa kurang 1 menit.

5. Singa Africa

Hewan seperti macan yang dapat membunuh 70 orang per tahun.

4. Hiu Putih Besar

Memiliki berat 5 ton. Sebenarnya hiu bukan memangsa manusia, tetapi karena ia kelaparan atau diganggu keberadaanya. Hiu membunuh beberapa orang dan anjing setiap tahunnya.

3. Ubur-ubur Kotak

Hewan ini meiliki kurang lebih 60 tentacle dan memiliki panjang 15 kaki. Tentaclenya mengandung racun yang dapat membunuh 50 orang. Sejak tahun 1884 sudah ada 5.567 orang yang menjadi korban hewan ganas ini.

2. Ular Cobra Asia

Bisanya mampu membunuh korban sebanyak 50 ribu jiwa setiap tahunnya.

1. Nyamuk

Nyamuklah yang membawa virus malaria. Dan setiap tahunnya membunuh 2 milliar jiwa per tahun, dan menyebarkan penyakit ke 70 milliar jiwa di dunia per tahun. Nyamuk juga yang menularkan virus demam berdarah.

10 Hewan paling kecil di dunia

Posted: March 11, 2011 in Fauna

1. Anjing Terkecil

Anjing yang berasal dari Massachusetts Amerika Serikat ini memegang rekor Anjing terkecil di dunia Oleh Guinness Record, dengan tinggi badan hanya 5,4 inci.

2. Ular Terkecil

Leptotyphlops Carlae adalah ular terkecil di dunia, dengan ukuran panjang 4 centimeter pada ular dewasa. Ular ini ditemukan di pulau Karibia Barbados, dengan ukuran yang kecil mirip mie dan dapat beristirahat diatas uang logam.

3. Ikan Terkecil

Ikan terkecil ditemukan di Pulau Sumatera Indonesia dengan ukuran 7,9 mm. Jenis ikan ini termasuk hewan bertulang belakang yang masuk di dalam kelompok ikan Paedocypris progenetica.

4. Kuda Terkecil

Kuda Thumbelina adalah kuda terkecil di dunia yang dilahirkan di pembiakan kuda kerdil Paulus & Goessling Kay, dengan tinggi badan hanya 17 inci saja.

5. Kucing Terkecil

Dengan umur 2 tahun, berat kucing ini hanya 3 pon, dan oleh keunikan beratnya yang relatif sangat kecil dibandingkan umurnya, kucing ini telah diverifikasi sebagai kucing terkecil di dunia oleh Guinness Book Of World Record pada tahun 2004.

6. Hamster Terkecil

Hanya sedikit lebih besar dari ukuran uang logam, dan itu adalah hamster terkecil di dunia. Dengan berat badan kurang dari 1 ons.

7. Bunglon Terkecil

Ukuran bunglon ini hanya 1,5 inci. Ditemukan di sebelah utara pantai Madagaskar, dan untuk jenis bunglon ini betina lebih besar dari pejantan.

8. Kadal Terkecil

Kadal ini dapat tidur di atas uang logam dengan ukuran panjang sekitar 16 milimeter untuk kadal dewasa. Nama ilmiah dari kadal ini adalah Sphaerodactylus Ariasae merupakan kadal terkecil di dunia.

9. Sapi Terkecil

Sapi ini berasal dari India, dan di sana disebut sapi vechur. Rata-rata ketinggian sapi ini hanya 31 sampai 31 inci. Foto di atas menunjukkan sapi vechur yang sudah berumur 16 tahun dan tampak sapi yang lebih besar adalah jenis HF dengan umur 6 tahun.

10. Kuda Laut Terkecil

Unduk-unduk Kyla adalah kuda laut terkecil di dunia dengan ukuran panjang badan hanya 13 melimeter. Kyla hidup di perairan tropis Samudra Fasipik barat, antara 13 sampai 90 meter di bawah permukaan laut.

9 Spesies Hewan Terbaru Di tahun 2009

Posted: March 11, 2011 in Fauna

1. keluarga Hydrobiidae-22 Oktober 2009 – Ini baru ditemukan di bawah tanah bekicot dalam keluarga Hydrobiidae tinggal di aquifers di jantung Australia, sekitar 100 mil (180 kilometer) barat laut Alice Springs.
0.5-inch-panjang (1.3-sentimeter-lama) bekicot adalah salah satu invertebrata baru 850 – hewan sederhana yang mencakup krustasea kecil, laba-laba, dan cacing – ditemukan selama empat tahun survei pedalaman Australia yang kering.

2. blind cave eel-yang baru ditemukan ini belut tidak membutuhkan mata dalam habitat bawah tanah, suatu sifat bersama oleh sebagian besar dari makhluk-makhluk bawah tanah yang baru baru-baru ini ditemukan di Australia.

di 16 inches (40 cm) lama, belut langka – ditemukan di aquifers sepanjang Cape Range gunung. adalah spesies bawah tanah terpanjang dikenal di Australia, kata peneliti.

3. Unnamed-Uniquely diadaptasi untuk hidup di permukaan mata air, baru ini, tidak disebutkan namanya Crustacea dalam genus Austrochiltonia hanya ditemukan di Great Artesian Basin of South Australia.

Makhluk kecil yang menghadapi risiko kepunahan harus dengan mata air asli terganggu oleh pertambangan atau pertanian, kata para ilmuwan yang baru-baru ini melakukan survei empat tahun di Australia habitat bawah tanah.

Secara keseluruhan, banyak dari 850 spesies baru diidentifikasi selama survei itu ditemukan di dekat kota, kata para peneliti.

“Apa yang telah kami temukan adalah bahwa Anda tidak harus pergi mencari di kedalaman samudera untuk menemukan spesies baru hewan invertebrata – Anda hanya perlu melihat di halaman belakang Anda sendiri,” anggota tim Andy Austin, dari Universitas Adelaide, mengatakan dalam sebuah pernyataan.

4. unnamed-Menggenggam sebuah woodlouse kaki, jenis yang tidak disebutkan namanya ini buta pseudoscorpion ditemukan tinggal di ruang-ruang udara di atas tanah di aquifers.

0,1-inci panjang (3-milimeter-lama) hewan adalah salah satu dari banyak kalajengking-seperti arakhnida ditemukan selama penelitian ilmiah baru-baru ini, yang diidentifikasi hanya seperlima dari yang belum diketahui spesies dipercaya ada di Australia di bawah tanah, ilmuwan mengatakan.

5. unnamed-Ini baru ditemukan, 0.1-inch-lama (3-milimeter-lama) wereng remaja dalam genus Hemipteran feed pada getah dari bawah tanah akar tanaman.

Selama empat tahun terakhir di Australia survei bawah tanah critters, peneliti mengalami-105-derajat Fahrenheit (40 derajat Celcius) panas, biawak dan ular cozying cokelat hingga lokasi penelitian, dan gas hidrogen sulfida dari lubang ventilasi, anggota tim Steve Cooper, dari Museum Australia Selatan, mengatakan pada Oktober 2009.

6. blind cave fish Milyeringa veritas-yang baru ditemukan, terlihat di atas, Cape sama mendiami Range aquifers sebagai gua buta belut ditemukan selama survei yang sama di Australia habitat bawah tanah.

Satu-satunya ikan gua buta dikenal di Australia, 2-inci-lama (5.1-sentimeter-lama) spesies yang “sangat fleksibel,” hidup di air tawar atau air laut di kawasan pesisir di bawah tanah selama berbagai tahap kehidupannya, para peneliti mengatakan.

7. blind spider-Banyak dari 850 spesies baru ditemukan selama survei di Australia habitat bawah tanah, seperti laba-laba buta ini, ternyata “benar-benar hal-hal tak terduga di tempat tak terduga,” anggota tim Steve Cooper, dari Museum Australia Selatan, mengatakan pada Oktober 2009.

Sebagai contoh, seorang ilmuwan menemukan sebuah arakhnida di barat Australia yang kering pastureland yang telah dipikirkan hanya ada di hutan hujan – pertama kalinya spesies dalam kelompok yang pernah ditemukan di Australia, kata Cooper.

8. The Crustacea Phreatomerus latipes-yang sebelumnya dianggap satu spesies, sebenarnya dibagi menjadi delapan spesies yang berbeda yang secara geografis terisolasi berevolusi di mata air di South Australia.

Up hingga 0,8 inci (2 cm) panjang, makhluk – ditemukan di tempat lain di Bumi – bergantung sepenuhnya pada air bawah tanah dikeluarkan dari mata air bawah tanah untuk kelangsungan hidupnya.

Banyak dari 850 spesies ditemukan di Australia selama empat tahun belakangan ini berkembang dalam isolasi survei di bawah tanah dan gua-gua kecil. Mungkin hewan-hewan berlindung di bawah tanah setelah tengah dan selatan australia kering sekitar 15 juta tahun yang lalu, kata tim.

Penemuan-penemuan baru menyediakan “jendela menakjubkan” dalam perubahan iklim masa lalu dan bagaimana hewan berevolusi dari permukaan ke bawah tanah jenis hewan, anggota tim Steve Cooper, dari Museum Australia Selatan, mengatakan pada Oktober 2009.

 

9. Paroster mesosturtensis, dan Paroster microsturtensis-Tiga spesies buta, tak bersayap kumbang air di dalam keluarga Dytiscidae (gambar, dari kiri ke kanan, Paroster macrosturtensis, Paroster mesosturtensis, dan Paroster microsturtensis) baru-baru ini ditemukan tinggal di tanah di bagian barat Australia yang kering pastureland.

Larva (tidak digambarkan) adalah “ganas bertampang predator” yang mungkin memakan krustasea lebih kecil – dan bahkan satu sama lain, para ilmuwan mengatakan pada bulan Oktober 2009.

Kalajengking purba (Pterygotus) muncul pada pertengahan Masa Paleozoikum, kira-kira 400 juta tahun yang lalu.

 

Berbeda dengan kalajengking pada umumnya, bentuk kalajengking purba lebih sederhana. Tubuhnya terdiri dari banyak ruas-ruas yang terlindung cangkang tipis. Perbedaan lainnya adalah ukuran tubuh beberapa jenis kalajengking purba yang mencapai 100 kali ukuran kalajengking masa sekarang, 2 hingga 3 meter. Selain itu, kalajengking purba juga hidup di air.


Pterygotus Hidup sezaman dengan ikan hiu purba. Ia memiliki capit bergerigi untuk menangkap mangsanya.seperti yang telah disebutkan panjang tubuh Pterygotus dapat mencapai 2 meter. Walaupun tidak bertulang belakang, Pterygotus memiliki rangka luar yang keras.

Burung Hantu Burung Raja Mitos

Posted: December 31, 2010 in Fauna

Burung hantu memang burung raja mitos. Selain mempunyai nama yang seram, muka yang mengerikan, aktifitasnya pun dilakukan di malam hari. Karenanya berbagai mitos dan kepercayaan mistis sering disandangkan pada burung hantu ini.

Tidak hanya di Indonesia, di luar negeri pun berbagai mitos mistik selalu menyertai keberadaan burung hantu. Rata-rata mitos tersebut berbau hal-hal menakutkan dan menyeramkan. Meskipun di beberapa negara justru mempunyai mitos yang sebaliknya, sebagai penolong dan sumber kebijaksanaan.

Burung hantu yang mendatangiku

Burung hantu merupakan sekumpulan jenis burung dari ordo Strigiformes. Burung ini sedikitnya terdiri atas 222 spesies (jenis) dan tersebar di seluruh dunia, kecuali di Antartika. Indonesia termasuk negara yang kaya akan spesies burung hantu. Sedikitnya belasan jenis burung mitos ini hidup di Indonesia bahkan beberapa di antaranya merupakan burung endemik. Di Indonesia burung ini disebut juga sebagai celepuk, serak, jampuk, kokok beluk, beluk ketupa, dan punggok atau pungguk.

Ciri-ciri Burung Hantu. Kesemua jenis burung hantu mempunyai ciri khas yang hampir sama. Burung ini termasuk binatang nokturnal (aktif di malam hari), bisa terbang tanpa suara. Mata burung hantu menghadap ke depan seperti mata manusia dengan bola mata besar yang selalu melotot, serta kepalanya bisa berputar hingga 180 derajat, bahkan ada yang hingga 230 derajat.

Rata-rata burung hantu memiliki bulu lurik berwarna kecoklatan atau abu-abu dengan bercak hitam dan putih. Ekornya pendek, tetapi sayapnya justru sangat lebar. Rentang sayap burung hantu mampu mencapai tiga kali panjang tubuhnya.

Burung hantu merupakan binatang karnivora dan pemburu yang handal. Paruh yang tajam dan kuat, kaki dan kuku tajam yang cekatan mencengkeram, kemampuannya berdiam mengintai ditunjang dengan kepala yang mampu berbutar 230 derajat, Matanya yang meghadap ke depan mampu mengukur jarak dengan tepat, ditambah dengan kemampuannya terbang dengan tanpa mengeluarkan suara. Bahkan beberapa spesies burung hantu selain mempunyai pendengaran yang baik juga mempunyai bulu-bulu di wajah yang ikut mengarahkan suara sehingga mampu mendeteksi keberadaan mangsa hanya dengan menggunakan suara.

Kekomplitan indera dan kemampuan Sang Raja mitos ini membuat berbagai binatang burunannya seperti serangga, katak, tikus dan binatang kecil lainnya sering tidak berkutik.

Mitos Burung Hantu.

Kemampuan terbang di malam hari yang gelap tanpa suara yang dimiliki burung ini konon yang menyebabkan burung ini di Indonesia dinamakan burung hantu. Ditambah dengan rentang sayapnya yang sangat lebar. Pun dengan bentuk muka, mata, dan bulunya ketika burung ini bertengger di dahan pohon tak jarang langsung membuat bulu kuduk berdiri layaknya melihat penampakan hantu. Mengerikan, meski sebagian orang justru menganggapnya imut dan menggemaskan.

Burung hantu sebagai pemberi tanda (firasat) buruk termasuk kematian. Bahkan banyak yang beranggapan burung hantu merupakan penjelmaan hantu atau binatang peliharaan hantu. Mitos ini semakin mengukuhkan nama burung ini sebagai burung hantu.

Dari penampakan burung hantu baik ketika terbang maupun ketika bertengger inilah lahir berbagai mitos di seluruh belahan dunia terkait burung hantu. Tidak terkecuali di Indonesia. Beberapa mitos yang sering saya dengar berkaitan burung hantu di antaranya adalah:

  • Pertanda ada hantu. Saat terdengar suara burung hantu banyak yang percaya bahwa sedang muncul penampakan hantu.
  • Suara burung hantu sedang memanggil roh. Menurut mitos ini jika ada orang yang menirukan suara burung hantu dan sang burung tidak segera menyahut berarti si orang tersebut akan segera meninggal.
  • Pertanda ada orang hamil. Jika suara burung hantu terdengar, menurut mitos ini berarti di sekitar tempat itu tengah ada wanita yang mengandung (hamil).
  • Mimpi bertemu burung hantu mempunyai mitos akan kehilanggan barang dengan paksa (dirampok).

Di mancanegara mitos tentang burung hantu juga banyak berkembang seperti sebagai perlambang kematian dan kesialan. Namun tidak semua mitos burung hantu bernuansa mengerikan. Oleh bangsa Indian, burung hantu dianggap sebagai penolong dan perlambang kebijaksanaan. Pada masa Yunani, burung ini diyakini sebagai pelindung pasukan yang bertempur. Pun di Inggris, burung dari ordo Strigiformes ini dipercaya membawa keberuntungan.

Terlepas dari berbagai mitos, keberadaan burung hantu di alam bebas semakin langka di Indonesia. Langkanya burung hantu di Indonesia selain karena kerusakan lingkungan juga diakibatkan oleh perburuan untuk diperdagangkan sebagai binatang peliharaan. Celepuk Siau (Otus siaoensis) merupakan salah satu dari 18 burung paling langka di Indonesia. Pun Celepuk Flores (Otus alfredi), Serak Taliabu (Tyto nigrobrunnea), dan Celepuk Biak (Otus beccarii) yang dicap berstatus endangered (Terancam Punah) oleh IUCN Redlist.

Mungkin sobat mengenal berbagai mitos lainnya tentang burung hantu ini. Tapi yang pasti hampir setiap malam aktifitas blogging saya (termasuk saat menulis artikel ini) ditemani kicauan burung ini yang seperti bersarang tidak jauh dari rumah saya. Selain itu, saat setahun yang lalu saya didatangi burung hantu dan sempat mengambil gambar beberapa kali senang bukan main. Berbagai mitos itu pun terlupakan.

Klasifikasi ilmiah: Kerajaan: Animalia. Filum: Chordata. Kelas: Aves. Ordo: Strigiformes. Famili: Strigidae.

Referensi:

Gambar: koleksi foto pribadi.

By : KPA GARIS

Klasifikasi dan Jenis Ikan Lele

Posted: December 31, 2010 in Fauna

Ikan Lele (Clarias) adalah marga (genus) ikan yang hidup di air tawar. Ikan ini mempunyai ciri-ciri khas dengan tubuhnya yang licin, agak pipih memanjang serta mimiliki sejenis kumis yang panjang, mencuat dari sekitar bagian mulutnya. Ikan ini sebenarnya terdiri atas berbagai jenis (spesies). Sedikitnya terdapat 55 spesies (jenis) ikan lele di seluruh dunia.

leleIkan-ikan marga Clarias ini dikenali dari tubuhnya yang licin memanjang tak bersisik, dengan sirip punggung dan siripanus yang juga panjang, yang terkadang menyatu dengan sirip ekor, menjadikannya nampak seperti sidat yang pendek. Kepalanya keras menulang di bagian atas, dengan mata yang kecil dan mulut lebar yang terletak di ujung moncong, dilengkapi dengan empat pasang sungut peraba (barbels) yang amat berguna untuk bergerak di air yang gelap. Lele juga memiliki alat pernafasan tambahan berupa modifikasi dari busur insangnya. Terdapat sepasang patil, yakni duri tulang yang tajam, pada sirip-sirip dadanya.

 

Nama-nama Ikan Lele:

Lele, secara ilmiah, terdiri dari banyak spesies. Tidak mengherankan pula apabila Lele di Indonesia mempunyai banyak nama daerah. Antara lain (jika ada yang terlewat, silahkan sobat ikut menambahkan):

  • Ikan Kalang (Sumatra Barat)
  • Ikan Maut (Gayo dan Aceh)
  • Ikan Kalang Putih (Padang)
  • Ikan Duri (Sumatera Selatan)
  • Ikan Sibakut (Karo)
  • Ikan Pintet, ikan Kaleh (Kalimantan Selatan)
  • Ikan Penang (Kalimantan Timur)
  • Ikan Keling (Makassar)
  • Ikan Cepi (Sulawesi Selatan)
  • Ikan Lele, Wais, dan Lindi (Jawa Tengah)
  • Ikan Wiru (Jawa Barat)

Sedang di negara lain dikenal dengan nama Keli (Malaysia) Mali (Afrika), Plamond (Thailand), Gura Magura (Srilangka), Ca Tre Trang (Jepang). Dalam bahasa Inggris disebut pula Catfish, Siluroid, Mudfish dan Walking Catfish. Nama ilmiahnya, Clarias, berasal dari bahasa Yunani “chlaros”, yang berarti ‘lincah’, ‘kuat’, merujuk pada kemampuannya untuk tetap hidup dan bergerak di luar air.

Spesies Ikan Lele:

Sedikitnya terdapat 55–60 spesies anggota marga Clarias diseluruh dunia. Dari jumlah itu, di Indonesia kini diketahui belasan spesies lele, beberapa di antaranya baru dikenali dan dideskripsi dalam 10 tahun terakhir. Berikut ini adalah daftar jenis (spesies) Ikan Lele menurut Ferraris (2007), yang terdapat di Indonesia.

  1. Clarias batrachus (Linnaeus, 1758). Disebut juga Lele kampung, Kalang, Ikan Maut, Ikan Pintet. Menyebar di Asia Selatan dan Asia Tenggara termasuk di Sumatera, Jawa dan Kalimantan.
  2. Clarias gariepinus (Burchell, 1822). Disebut sebagai Lele Dumbo (King Catfish). Menyebar luas di Afrika dan Asia Kecil, kini diternakkan di Asia Tenggara, termasuk di Indonesia.
  3. Clarias insolitus (Ng, 2003). Endemik di aliran Sungai Barito, Kalimantan.
  4. Clarias intermedius (Teugels, Sudarto & Pouyaud, 2001). Endemik di Kalimantan Tengah, di antara Sampit dengan Sungai Barito.
  5. Clarias kapuasensis (Sudarto, Teugels & Pouyaud, 2003). Endemik di Kalimantan Barat, di sekitar aliran Sungai Melawi dan Kapuas.
  6. Clarias leiacanthus (Bleeker, 1851). Endemik di Kalimantan Barat, di aliran Sungai Kapuas.
  7. Clarias meladerma (Bleeker, 1846). Disebut juga dengan Wiru, Wais, Ikan Duri, atau Lele Hitam. Terdapat di lembah Sungai Mekong, Sumatra, Jawa, Kalimantan dan Filipina.
  8. Clarias microstomus (Ng, 2001). Endemik di Kalimantan Timur, di sekitar aliran Sungai Mahakam dan Kayan.
  9. Clarias nieuhofii (Valenciennes, 1840). Disebut juga dengan Limbat, Lembat. Terdapat di Sumatra, Kalimantan, India, Filipina, Thailand, dan pesisir Kamboja, serta kemungkinan di sisi Pegunungan Cardamom di arah Sungai Mekong.
  10. Clarias nigricans (Ng, 2003). Endemik di Kalimantan Timur, di sekitar aliran Sungai Mahakam.
  11. Clarias olivaceus (Fowler, 1904). Endemik di Sumatera Barat, di sungai-sungai dataran tinggi.
  12. Clarias planiceps (Ng, 1999). Disebut juga sebagai Lele Kepala-pipih. Endemik Kalimantan. Habitatnya meliputi hulu Sungai Rajang dan Kapuas, Kalimantan Barat, serta Sungai Kayan, Kaltim.
  13. Clarias pseudoleiacanthus (Sudarto, Teugels & Pouyaud, 2003). Endemik Kalimantan.
  14. Clarias pseudonieuhofii (Sudarto, Teugels & Pouyaud, 2004). Endemik Kalimantan Barat, pada sistem Sungai Kapuas bagian hulu.
  15. Clarias teijsmanni (Bleeker, 1857). Dinamakan juga sebagai Lele Kembang. Menyebar di sekitar aliran Sungai Kapuas, Kalimantan Barat, dan Jawa.

Klasifikasi ilmiah: Kerajaan: Animalia. Filum: Chordata. Kelas: tinopterygii. Ordo: Siluriformes. Famili: Clariidae. Genus: Clarias (Scopoli, 1777)

Sinonim: Chlarias (Scopoli, 1777). Macropteronotus (La Cepède, 1803). Clarias (Cuvier, 1816). Cossyphus (M’Clelland, 1844). Phagorus (M’Clelland, 1844). Dinotopteroides (Fowler, 1930). Prophagorus (Smith, 1939). Anguilloclarias (Teugels, 1982). Brevicephaloides (Teugels, 1982). Clarioides (Teugels, 1982). Platycephaloides (Teugels, 1982)

Referensi:

Gambar:

Daftar hewan (binatang) berkelas burung (aves) yang langka dan terancam punah di Indonesia tidak sedikit. Secara ilmiah burung digolongkan dalam hewan kelas aves yang terdapat sekitar belasan ribu spesies di seluruh dunia. Di Indonesia sendiri terdapat sedikitnya 1.500 jenis burung. Dari jumlah tersebut tidak sedikit yang terdaftar dalam kategori terancam punah (Critically endangered) bahkan sangat terancam punah (Endangered).

Kritis (Critically endangered) adalah status konservasi yang diberikan terhadap spesies yang memiliki risiko besar akan menjadi punah di alam liar (Extinct in the wild; EW) atau akan sepenuhnya punah (Extinct; EX) dalam waktu dekat. Sedangkan status terancam (Endangered) adalah spesies yang berada dalam risiko kepunahan karena jumlahnya sedikit, maupun terancam punah akibat perubahan kondisi alam atau hewan pemangsa.

Sedikitnya saya mendapati 18 spesies burung Indonesia yang masuk dalam kategori “Sangat Terancam Punah” dan 31 spesies burung Indonesia yang tergolong dalam kategori “Terancam Punah”. Daftar binatang (hewan) ini belum termasuk yang dikategorikan sebagai “Rentan” yang daftarnya berlipat panjangnya.

Daftar Hewan (Burung) Berstatus Kritis (Critically endangered; CR)

Berikut adalah daftar hewan dari kelas aves (burung) yang ada di Indonesia dan dikategorikan oleh Redlist IUCN dalam status “Critically endangered” (Kritis; CR) atau sangat terancam punah. Status Kritis berada di bawah status EW dan EX. Daftar burung langka itu antara lain:

  1. Anis Bentet Sangihe (Colluricincla sanghirensis)
  2. Celepuk Siau (Otus siaoensis); sejenis Burung Hantu
  3. Cikalang Christmas (Fregata andrewsi)
  4. Dara Laut China (Sterna bernsteini)
  5. Elang Flores (Spizaetus floris)
  6. Gagak Banggai (Corvus unicolor)
  7. Ibis Karau (Pseudibis davisoni)
  8. Jalak Bali (Leucopsar rothschildi)
  9. Kacamata Sangihe (Zosterops nehrkorni)
  10. Kakatua Kecil Jambul Kuning (Cacatua sulphurea)
  11. Kehicap Boano (Monarcha boanensis)
  12. Merpati Hutan Perak (Columba argentina)
  13. Perkici Buru (Charmosyna toxopei)
  14. Punai Timor (Treron psittaceus)
  15. Seriwang Sangihen (Eutrichomyias rowleyi)
  16. Sikatan Aceh (Cyornis ruckii)
  17. Trulek Jawa (Vanellus macropterus)
  18. Tokhtor Sumatera (Carpococcyx viridis)

Daftar Hewan (Burung) Berstatus Terancam (Endangered; EN)

Berikut adalah daftar hewan dari kelas aves (burung) yang ada di Indonesia dan dikategorikan oleh Redlist IUCN dalam status “Endangered” (Terancam; ER) atau terancam punah. Status “Terancam” berada di bawah status “Kritis” (CR). Daftar burung langka itu antara lain:

  1. Angsa Batu Christmas (Papasula abbotti)
  2. Bangau Storm (Ciconia stormi)
  3. Berkik Gunung Maluku (Scolopax rochussenii)
  4. Burung Madu Sangihe (Aethopyga duyvenbodei)
  5. Celepuk Flores (Otus alfredi); sejenis Burung Hantu
  6. Celepuk Biak (Otus beccarii); sejenis Burung Hantu
  7. Delimukan Wetar (Gallicolumba hoedtii)
  8. Elang Jawa (Spizaetus bartelsi)
  9. Gagak Flores (Corvus florensis)
  10. Jalak Putih (Sturnus melanopterus)
  11. Kasturi Ternate (Lorius garrulus)
  12. Kehicap Biak (Monarcha brehmii)
  13. Kehicap Flores (Monarcha sacerdotum)
  14. Kehicap Tanah Jampea (Monarcha everetti)
  15. Kuau Kerdil Kalimantan (Polyplectron schleiermacheri)
  16. Kowak Jepang (Gorsachius goisagi)
  17. Luntur Gunung (Apalharpactes reinwardtii)
  18. Maleo Senkawor (Macrocephalon maleo)
  19. Mandar Talaud (Gymnocrex talaudensis)
  20. Mentok Rimba (Cairina scutulata)
  21. Nuri Talaud (Eos histrio)
  22. Opior Buru (Madanga ruficollis)
  23. Pergam Timor (Ducula cineracea)
  24. Punai Timor (Treron psittaceus)
  25. Pterodroma baraui
  26. Serak Taliabu (Tyto nigrobrunnea); sejenis Burung Hantu
  27. Serindit Flores (Loriculus flosculus)
  28. Serindit Sangihe (Loriculus catamene)
  29. Sikatan Lompobattang (Ficedula bonthaina)
  30. Sikatan Matinan (Cyornis sanfordi)
  31. Trinil Nordmann (Tringa guttifer)

Tulisan ini berawal dari SMS seorang ‘adik’ yang menanyakan daftar hewan langka di Indonesia yang sekalian saya posting. Daftar binatang (hewan) lainnya insa Allah menyusul.

Referensi: Redlist IUCN; Gambar: wikipedia

BY : KPA GARIS

Jenis-jenis Anoa Sulawesi

Posted: December 31, 2010 in Fauna

Anoa adalah satwa endemik pulau Sulawesi, Indonesia. Anoa juga menjadi fauna identitas provinsi Sulawesi Tenggara. Satwa langka dan dilindungi ini terdiri atas dua spesies (jenis) yaitu: anoa pegunungan (Bubalus quarlesi) dan anoa dataran rendah (Bubalus depressicornis). Kedua satwa ini tinggal dalam hutan yang jarang dijamah manusia. Kedua spesies anoa tersebut hanya dapat ditemukan di Sulawesi, Indonesia. Diperkirakan saat ini terdapat kurang dari 5000 ekor yang masih bertahan hidup. Anoa sering diburu untuk diambil kulitnya, tanduknya dan dagingnya.

Baik Anoa Pegunungan (Bubalus quarlesi) maupun Anoa Dataran Rendah (Bubalus depressicornis) sejak tahun 1986 oleh IUCN Redlist dikategorikan dalam binatang dengan status konservasi “Terancam Punah” (Endangered; EN) atau tiga tingkat di bawah status “Punah”.

Secara umum, anoa mempunyai warna kulit mirip kerbau, tanduknya lurus ke belakang serta meruncing dan agak memipih. Hidupnya berpindah-pindah tempat dan apabila menjumpai musuhnya anoa akan mempertahankan diri dengan mencebur ke rawa-rawa atau apabila terpaksa akan melawan dengan menggunakan tanduknya.

Anoa Dataran Rendah (Bubalus depressicornis)

sering disebut sebagai Kerbau kecil, karena Anoa memang mirip kerbau, tetapi pendek serta lebih kecil ukurannya, kira-kira sebesar kambing. Spesies bernama latin Bubalus depressicornis ini disebut sebagai Lowland Anoa, Anoa de Ilanura, atau Anoa des Plaines. Anoa yang menjadi fauna identitas provinsi Sulawesi tenggara ini lebih sulit ditemukan dibandingkan anoa pegunungan.

Anoa dataran rendah (Bubalus depressicornis) mempunyai ukuran tubuh yang relatif lebih gemuk dibandingkan saudara dekatnya anoa pegunungan (Bubalus quarlesi). Panjang tubuhnya sekitar 150 cm dengan tinggi sekitar 85 cm. Tanduk anoa dataran rendah panjangnya 40 cm. Sedangkan berat tubuh anoa dataran rendah mencapai 300 kg.

Anoa dataran rendah dapat hidup hingga mencapai usia 30 tahun yang matang secara seksual pada umur 2-3 tahun. Anoa betina melahirkan satu bayi dalam setiap masa kehamilan. Masa kehamilannya sendiri sekitar 9-10 bulan. Anak anoa akan mengikuti induknya hingga berusia dewasa meskipun telah disapih saat umur 9-10 bulan. Sehingga tidak jarang satu induk terlihat bersama dengan 2 anak anoa yang berbeda usia.

Anoa dataran rendah hidup dihabitat mulai dari hutan pantai sampai dengan hutan dataran tinggi dengan ketinggian 1000 mdpl. Anoa menyukai daerah hutan ditepi sungai atau danau mengingat satwa langka yang dilindungi ini selain membutuhkan air untuk minum juga gemar berendam ketika sinar matahari menyengat.

Anoa pegunungan (Bubalus quarlesi)

sering disebut juga sebagai Mountain Anoa, Anoa de montagne, Anoa de Quarle, Berganoa, dan Anoa de montaña. Dalam bahasa latin anoa pegunungan disebut Bubalus quarlesi.Anoa pegunungan mempunyai ukuran tubuh yang lebih ramping dibandingkan anoa datarn rendah. Panjang tubuhnya sekitar 122-153 cm dengan tinggi sekitar 75 cm. Panjang tanduk anoa pegunungan sekitar 27 cm dengan berat tubuh dewasa sekitar 150 kg. Anoa pegunungan berusia antara 20-25 tahun yang matang secara seksual saat berusia 2-3 tahun. Seperti anoa dataran rendah, anoa ini hanya melahirkan satu bayi dalam setiap masa kehamilan yang berkisar 9-10 bulan. Anak anoa akan mengikuti induknya hingga berusia dewasa meskipun telah disapih saat umur 9-10 bulan. Sehingga tidak jarang satu induk terlihat bersama dengan 2 anak anoa yang berbeda usia.

Anoa pegunungan berhabitat di hutan dataran tinggi hingga mencapai ketinggian 3000 mdpl meskipun terkadang anoa jenis ini terlihat turun ke pantai untuk mencari garam mineral yang diperlukan dalam proses metabolismenya.

Anoa pegunungan cenderung lebih aktif pada pagi hari, dan beristirahat saat tengah hari. Anoa sering berlindung di bawah pohon-pohon besar, di bawah batu menjorok, dan dalam ruang di bawah akar pohon atau berkubang di lumpur dan kolam. Tanduk anoa digunakan untuk menyibak semak-semak atau menggali tanah Benjolan permukaan depan tanduk digunakan untuk menunjukkan dominasi, sedangkan pada saat perkelahian, bagian ujung yang tajam menusuk ke atas digunakan dalam upaya untuk melukai lawan. Ketika bersemangat, anoa pegunungan mengeluarkan suara “moo”.

Populasi dan Konservasi. Anoa semakin hari semakin langka dan sulit ditemukan. Bahkan dalam beberapa tahun terakhir anoa dataran rendah (Bubalus depressicornis) yang menjadi maskot provinsi Sulawesi Tenggara tidak pernah terlihat lagi. Karena itu sejak tahun 1986, IUCN Redlist memasukkan kedua jenis anoa ini dalam status konservasi “endangered” (Terancam Punah).

Selain itu CITES juga memasukkan kedua satwa langka ini dalam Apendiks I yang berarti tidak boleh diperjual belikan. Pemerintah Indonesia juga memasukkan anoa sebagai salah satu satwa yang dilindungi dalam Peraturan Pemerintah (PP) Republik Indonesia Nomor 7 Tahun 1999 tentang Pengawetan Jenis Tumbuhan dan Satwa.

Beberapa daerah yang masih terdapat satwa langka yang dilindungi ini antaranya adalah Cagar Alam Gunung Lambusango, Taman Nasional Lore-Lindu dan TN Rawa Aopa Watumohai (beberapa pihak menduga sudah punah).

Anoa sebenarnya tida mempunyai musuh (predator) alami. Ancaman kepunahan satwa endemik Sulawesi ini lebih disebabkan oleh deforestasi hutan (pembukaan lahan pertanian dan pemukiman) dan perburuan yang dilakukan manusia untuk mengambil daging, kulit, dan tanduknya.

Pada tahun 2000, masyarakat Kabupaten Buton dan Konawe Selatan dibantu pihak BKSDA pernah mencoba untuk membuka penangkaran anoa. Tetapi usaha ini akhirnya gagal lantaran perilaku anoa yang cenderung tertutup dan mudah merasa terganggu oleh kehadiran manusia sehingga dari beberapa spesies yang ditangkarkan tidak satupun yang berhasil dikawinkan.

Tahun 2010 ini, Taman Nasional Lore-Lindu akan mencoba melakukan penangkaran satwa langka yang dilindungi ini. Semoga niat baik ini dapat terlaksana sehingga anoa datarn rendah (Bubalus depressicornis) dan Anoa Pegunungan (Bubalus quarlesi) dapat lestari dan menjadi kebanggan seluruh bangsa Indonesia seperti halnya Panser Anoa buatan Pindad.

Klasifikasi ilmiah: Kerajaan: Animalia, Filum: Chordata, Kelas: Mamalia, Ordo: Artiodactyla, Famili: Bovidae, Upafamili: Bovinae, Genus: Bubalus, Spesies: Bubalus quarlesi, Bubalus depressicornis. Nama binomial: Bubalus quarlesi (Ouwens, 1910). Bubalus depressicornis (H. Smith, 1827).

Referensi: