Diklat sar angkatan 5 di Kaki gunung Buntu Puang tanggal 9 Oktober 2011 dengan peserta 5 orang yaitu Muh.Siddik, Yelma Bannang, Nurmala, Yusniar, Ikka.DSC08423

Advertisements

Diklat sar Angkatan 4 di Desa Siteba,Andulan Kab.Luwu tanggal 29 Desember 2009 dengan peserta 5 orang yaitu Akram,Yunior,Erwin,Supriadi,Tanto dan telah lolos 100%

29122009030

Berikut ini Nama-nama Pendiri dari Organisasi Garis Indonesia

AYYUNG

Nama : Khairul Takdir Syahri S.Pd

TTL : Wotu,Sulawesi Selatan 21-02-1986

Alamat : Palopo

NRA: 01.01.GRS.0808008.PA

Status : Menikah

Akademic : Aktif

RAMLI

Nama : Alm, Ramli

TTL : Kaili, Belopa Sulawesi Selatan

Alamat : Palopo

NRA: 01.02.GRS.0808008.PA

Status : –

Akademic : Aktif Selama Hidupnya

HAMKA

Nama : Hamka S.Pd

TTL : Sangkin, Palopo, Sulawesi Selatan

Alamat : Palopo

NRA: 01.03.GRS.0808008.PA

Status : Bujang

Akademic : Aktif

Nama : Ratno SP

TTL : Lamasi, Belopa, Sulawesi Selatan

Alamat : Lamasi

NRA: 01.04.GRS.0808008.PA

Status : Bujang

Akademic : Aktif

HERI-BERTUS

Nama : Hamka S.Pd

TTL : Ruteng, Nusantenggara Timur

Alamat : Maumere

NRA: 01.05.GRS.0808008.PA

Status : Bujang

Akademic : Aktif

IKBAL-SANDI

Nama : Ikbal SandiS.Pd

TTL :  Palopo, Sulawesi Selatan

Alamat : Mamuju

NRA: 01.06.GRS.0808008.PA

Status : Bujang

Akademic : Aktif

fATMAWATI-sUMANG

Nama : Fatmawati Sumang S.Pd

TTL : Palopo, Sulawesi Selatan

Alamat : Palopo

NRA: 01.07.GRS.0808008.PA

Status : Bujang

Akademic : Aktif

ILO

Nama : Niwayan Sri Astini S.Pd

TTL : Bone-Bone, Sulawesi Selatan

Alamat : Bone-Bone

NRA: 01.03.GRS.0808008.PA

Status : Bujang

Akademic : Aktif

Itulah daftar Pendiri Garis Indonesia yang mana di Kukuhkan di Gua Ilan Batu, Batusitanduk, pada tanggal 08-08-2008, dan di saksikan oleh Kelompok Pecinta Alam Walet Palopo.

Posting By: Syamsinar (Siput)

Jalur-Gps-Lintas-11-Puncak-Pegunungan-Latimojong

Gunung Leuser

Posted: June 23, 2015 in Gunung Aceh

Trianggulasi Puncak Loser

Gunung Leuser adalah Gunung tertinggi di Provensi Aceh dan merupakan salah satu puncak di Taman Nasional Gunung Leuser

Gunung Sikolong 2754 mdpl Puncak ter Extrime di sulawesi selatan

Garis Indonesia

Jajaran Puncak Sikolong di latimojong

Pendakian gunung memang sudah menjadi hobby yang di minati di kalangan masyarakat indonesia, tidak hanya anak muda, anak remaja, bahkan orang tua juga menyukai olah raga yang cukup mahal ini.

Ada beberapa type pendaki yang ada sekarang ini. Ada yang suka naik gunung karna pemandangannya yang indah, ada yang suka dengan tingkat kesulitannya bahkan ada juga yang suka karna suasana yang masih Asri dan Alami.

Kali ini, kami akan membahas salah satu gunung  gunung yang menurut kami cukup Extrime untuk di gapai puncaknya. Pilihan kami tertuju pada puncak Sikolong.

Gunung Sikolong 2754 mdpladalah Gunung yang berada di sekitar  Pegunungan Latimojong lokasinya berada perbatasan antara kabupaten Luwu dan Kabupaten Tanah Toraja, hal yang menarik dari gunung ini adalah puncaknya adalah sebuah batu yang di perkirakan setinggi 30 meter dan lebar sekitar 7 meter, hal ini lah yang membuat gunung ini cukup sulit dan mengerikan untuk menggapai puncak batu Gunung Sikolong. Apa lagi semakin ke atas batunya semakin ke atas semakin mengecil dan posisinya condong atau miring ke arah barat. Coba bayangkan jika kita berada di puncak batu sikolong. di tambah lagi, jika anda ingin menggapai kaki batu sikolong anda harus berjalan kaki sekitar 2 sd 3 hari dari enter poin perkampungan warga

untuk akses sendiri ada 5 yaitu

  1. Desa Tabang dan Desa Rante Rante Kec.Bastem Kab.Luwu
  2. Desa Roni, Kec.Mingkendek, Kab.Tanah Toraja
  3. Desa Uluwai, Kec.Mingkendek Kab.Tanah Toraja
  4. Desa Kumila Kec. Bastem Kab.Luwu
  5. Desa Karangan, Kec.Baraka Kab.Enrekang,

Untuk akses ter cepat dan ter aman melalui desa Uluwai, Mingkendek Tanah Toraja. Mari kita ramaikan pendakian Gunung-gunung Sulawesi Selatan.

itulah beberapa data tentang Gunung sikolong 2754 mdpl Untuk Info Lengkap Hubungi  Garis Indonesia , 085299960666

Catatan:

  • Harus membawa Perlengkapan Rock Climbing
  • Membawa Persedian air yang cukup
  • Alat Navigasi
  • Harus ahli di dalam memanjat Tebing

Garis Indonesia, Puncak Sikolong Latimojong

Posting By: Ayyung Garis Indonesia,

Salam Lestari

Garis Indonesia

Image  —  Posted: July 15, 2013 in Contact

LATAR BELAKANG

3 tahun sudah KPA GARIS Palopo berdiri. Banyak suka duka yang telah mengiringi perjalanan Organisasi ini. Banyak orang – orang tangguh dan berkompeten telah dilahirkan dari KPA GARIS Palopo.

Impian anggota KPA GARIS Palopo menjadi lebih besar dan masih terbentang dalam pikiran seluruh anggotanya. Semua masih memiliki keinginan untuk mengibarkan bendera dan mengharumkan nama KPA GARIS Palopo diseluruh penjuru tanah air.

 Pendakian 3 puncak gunung to’langi, balease, dan kabentonu ( TOBAKU )di sulawesi selatan merupakan moment yang tepat untuk menambah kembali dan membangkitkan semangat mendaki gunung yang menjadi ciri khas KPA GARIS Palopo. Dan moment pendakian 3 puncak ini diharapkan bisa menjadi moment untuk berkumpul kembali bersama seluruh keluarga besar KPA GARIS Palopo. Dan juga moment penting untuk mempererat tali persaudaraan antar pecinta alam.

Kegiatan ini merupakan sebagian kecil dari kegiatan-kegiatan yang sudah pernah ada, yaitu WILD EXPEDITION yang sudah sukses hingga sudah beberapa kali di adakan oleh KPA GARIS Palopo.

MANFAAT DAN TUJUAN

1.       Meningkatkan ketaqwaan kepada Tuhan YME.

2.       Mengibarkan bendera KPA GARIS Palopo di 3 puncak to’langi, balease, kabentonu.

3.       Mempererat tali persaudaraan antar anggota baik anggota aktif maupun anggota pasif dan juga sesama pecinta alam.

4.       Mermperkenalkan nama KPA GARIS Palopo ke seluruh nusantara.

5.       Wahana inspirasi yang dilakukan secara bersama-sama di alam bebas.

6.       Mensosialisasikan aktifitas kepecintaalaman sebagai manifestasi kepedulian terhadap alam dan lingkungan.

Sebagai wahana untuk liburan alternatif bagi para pecinta alam.

NAMA KEGIATAN

”EXPEDITION TOBAKU 2012”

TEMA KEGIATAN

“PENDAKIAN BERSAMA UNTUK MEMPERERAT TALI PERSAUDARAAN ANTAR PENCINTA ALAM”

PELAKSANAAN KEGIATAN

Hari                :       Selasa – jum’at

Tanggal         :       10 – 20 januari 2012

Pukul             :       07.00 WITA – Selesai

Lokasi            :       Desa bantimurung , bone-bone

PESERTA KEGIATAN

Peserta kegiatan  ”EXPEDITION TOBAKU 2012” adalah anggota aktif KPA GARIS Palopo dan anggota KPA JELATANG.

  1. HAMKA S.Pd                                                 ( KPA GARIS PALOPO )
  2. BEJO SETIAWAN   S.Com                   ( KPA GARIS PALOPO )
  3. FRANS                                                               ( KPA JELATANG)

KESIMPULAN DAN SARAN

Atas terlaksananya kegiatan EXPEDITION TOBAKU 2012 ini , kami selaku panitia dan peserta mengucapkan terima kasih  kepada semua pihak baik peserta, panitia, pengurus, maupun pihak – pihak yang telah berpartisipasi, mendukung serta bekerjasama dengan baik. Dengan segala kerendahan hati kami menyadari bahwa kegiatan ini tidak dapat berjalan dengan lancar tanpa adanya dukungan moril maupun materil dari semua pihak.

Walaupun sebenarnya sebelum keberangkatan pendakian direncanakan ada sekitar 15 orang  yang menyatakan  akan ikut tapi kenyataannya hanya 3 orang , itu semua tidak mengurangi semangat kami untuk menyukseskan kegiatan EXPEDITION TOBAKU 2012. karena semua pengurus tidak ingin kegiatan ini hanya menjadi slogan pepesan kosong. Akhirnya kegiatan ini berjalan dengan sukses walaupun menguras banyak tenaga namun itu semua terbayarkan dengan senyum yang selalu melekat di bibir para peserta, semua terbayang akan keindahan maha karya sang pencipta selama perjalanan EXPEDITION TOBAKU 2012

Demikian Laporan pertanggung jawaban ini kami buat dan dilaksanakan agar dapat dijadikan   bahan pertimbangan serta bahan evaluasi untuk kegiatan berikutnya.

 Laporan pendakian

NO

TEMPAT

WAKTU

TEMPAT

WAKTU

CAMP

1

RUMAH KEPALA DUSUN  (start)

07.00

AIR TERJUN

08.30

 

 

POS 1

12.00

 

 

14.00

2

CAMP (start)

08.25

POS 2

09.10

 

 

POS ITINK

11.40

POS 3

14.00

17.00

3

CAMP  (start)

08.25

POS 4

09.10

13.15

4

CAMP  (start)

08.20

TO’LANGI

10.15

12.00

5

CAMP  (start)

08.35

LEMBAH WARU

10.14

 

 

BALEASE

12.30

 

 

17.00

6

CAMP  (start)

09.00

———————-

11.00

 

 

—————–

15.00

 

 

16.30

7

CAMP  (start)

08.25

———————-

13.00

15.00

8

CAMP  (start)

08.30

KABENTONU

11.00

15.30

9

CAMP  (start)

08.42

DANAU

09.00

 

 

BALEASE

11.40

LEMBAH WARU

15.00

15.00

10

CAMP  (start)

09.05

TO’LANGI

11.05

 

 

——————-

12.40

POS 4

16.16

16.16

11

CAMP  (start)

08.16

AIR TERJUN

14.45

 

 

RUMAH KEPALA DUSUN

15.15

 

 

 

 

 

·        

Laporan perjalanan

 Keterangan Perjalanan :

  1. Start dari sekretariat KPA GARIS Palopo menuju Rumah bapak Nas yang saat itu menjabat sebagai Kepala Dusun dengan menggunakan mobil carteran.
  2. Sesampai di sana menunggu kedatangan dari tuan rumah (seyogianya sebelum melakukan pendakian kita bermalam di rumah Bapak Nas untuk mendapatkan info terbaru dan juga petuah – petuah dari beliau.
  3. Keesokannya barulah kita melakukan pendakian.
  4. Diawali dengan jalan pengerasan yang melewati perkampungan kemudian memotong lewat persawahan serta menyusuri  anak sungai untuk sampai ke tempat air terjun sebelumnya kita akanmenjumpai kembali jalan pengerasan dan  melewati jalan setapak di samping rumah ( pondok ) yang terletak di perkebunan coklat.
  5. Sebenarnya lewat jalur pengerasan juga bisa tetapi rutenya terlalu lama.
  6. Untuk sampai ke pintu rimba kita akan berbelok ke kiri ke arah utara dengan medan sedikit mendaki.
  7. Dalam perjalanan ke pos 1 kita akan menjumpai sisa-sisa  tebangan pohan akibat ulah para penebang liar.
  8. Dari camp kita menuju pos 2 dan beristarahat minum kemudian lanjut ke pos itink ( nama salah satu anggota organisasi pecinta alam di Palopo ).
  9. Menuju ke pos 3 kita melewati jalur pendakian dan penurunan yang cukup menyulitkan.
  10. di jalur ini sudah banyak tumbuhan rotan yang durinya siap mencabik para pendaki.
  11.  Hari ke 3 merupakan perjalan yang cukup sulit untuk mencapai pos 4 disini suasana sudah mulai dingin karena tempatnya daerah lembab.
  12. Akhirnya sampai juga di pos 5 tempat  camp untuk hari ke 3.
  13. Hari ke 4 di awali dengan keceriaan karena  menurut leader ( Hamka S.Pd ) puncak to’langi sudah dekat sekitar 2 setengah jam.
  14. Sesampai di puncak cuaca kian memburuk badai hujan datang secara tiba – tiba. Leaderpun memutuskan untuk melanjutkan perjalanan keesokan harinya saja untuk menjaga kemungkinan – kemungkinan yang tidak di inginkan akan terjadi.
  15. Hari ke 5 pagi yang cerah perjalanan pun berlanjut ke lembah waru , kurang lebih luasnya seukuran lapangan futsal.
  16.  Sambil membuat dokumentasi , peserta melanjutkan perjalaan ke puncak balease dengan jalur pendakian dan penurunan terjal meskipun ada juga jalur yang landai.
  17. Sampai di puncak balease kita istirahat untuk mengisi kekosongan perut.
  18. Puncak balease, susana dingin meski sudah tengah hari, kamera pun kembali beraksi untuk dokumentasi.
  19. 1 jam sudah beristirahat, saatnya menuju puncak ke 3 kabentonu. Menurut data yang kami dapat di Rumah Bapak Dusun ( Pak Nas ) di buku tamu puncak kabentonu baru beberapa orang saja yang pernah ke sana, salah satunya team The Tree Musketeer dari KORPLA Unhas tahun 2004.
  20. Melewati punggungan dengan penurunan yang landai di sertai keindahan panorama pegunungan balease ini.
  21. Perjalanan pun berlanjut dengan menyusuri jalan setapak yang samar-samar dengan bantuan sisa – sisa string yang sudah tua, sesekali kompas dan peta pun di buka untuk memastikan bahwa arahnya sesuai dengan puncak kabentonu.
  22. Waktu sudah menunjukkan 16.50 hujan pun turun cukup deras dan haripun mulai gelap kami pun memasang tenda di tempat yang bisa di bilang kurang layak. ( tempat pasang tenda darurat ). Ini memang cukup menyedihkan tapi inilah kehidupan di alam bebas.
  23. Pukul 09.00 kami sudah siap melanjutkan perjananan, di sini kami sempat kebingungan karena string dan jalan setapak pun sudah tidak nampak lagi. Akhirnya peta dan kompas pun menjadi andalan utama.
  24. Menyusuri punggungan, perjalanan pun berlanjut dengan melewati medan jalur yang cukup sulit sampai harus merayap-rayap hanya untuk menembus rapatnya pepohonan yang tumbuh liar di tempat ini.
  25. Pukul 15.00 kami sempat di hantam badai gunung, kami bertahan dengan memasang flysheet, menunggu badai reda.
  26. Badai reda perjalanan berlanjut dengan melewati pendakian dan penurunan sampai waktu menunjukkan pukul 16.30 lalu kemudian memasang tenda untuk camp.
  27. Hari ke 7  mungkin ini adalah hari yang cukup membosankan dalam perjalanan expedisi ini. Karena sudah kelelahan tetapi puncak belum juga di temukan. Setiap sampai di puncak punggungan masih ada puncak di sebelahnya begitu seterusnya sampai waktu menunjukkan pukul 15.00, dan akhirnya kami pun camp.
  28. Hari ke 8 pagi yang cukup cerah, namun tak secerah raut wajah kami karena perjalanan kami ini hanya mengandalkan peta , kompas, dan insting semata, namun itu semua tak mampu memadamkan semangat kami untuk mencapai puncak terakhir expedisi ini.
  29. Masih dengan kontur pegunungan yang masih kebanyakan pendakian dan penurunan namun pepohonan tak serapat perjalanan kemarin.
  30.  Akhirnya semangat para peserta kembali bertambah setelah mendapatkan string tua yang terikat pada ranting pohon. Paling tidak itu semua membuktikan bahwa kita berjalan pada jalur yang benar.
  31. Tepat pukul 10.50 kami sudah berada di puncak kabentonu….., yah puncak kabentonu, puncak terakir expedisi. Akhirnya rasa bahagia pun tak lagi dapat di tutupi lagi, semua tertawa haru…, Kami pun menemukan peninggalan dari team the tree musketeer , sebuah pesan dalam botol yang berisi tulisan nama- nama team dari korspala unhas pada expedisi 2004.
  32. Tanpa beristirahat terlalu lama kami langsung mengarah perjalanan pulang  dan camp pukul 15.30.
  33. Hari ke 9 kami berjalan dengan semangat sekali sampai menembus puncak balease kembali pada pertengahan hari dan berlanjut  untuk memasang tenda buat camp di lembah waru.
  34. Hari ke 10 pertengahan haripun puncak to’ langi 3016 mdpl sudah kami injak dan berlanjut sampai pada pukul 16.16 untuk camp.dan camp kami berada di pos4.
  35. Hari ke 11 kami melanjutkan perjalan dengan sisa sisa tenaga yang ada hingga mencapai air terjun. Sampai di air terjun kami singgah sebentar untuk membersihkan badan dan pakaian yang kotor sebelum tiba di perkampungan.
  36. Pukul 15.15 kami sampai di rumah bapak dusun dengan selamat dan terus berpamitan kepada beliau untuk langsung menuju ke palopo .
  37. Selesai dan sampai jumpa di expedisi Tobaku Part-2

Writer By : Bejo Setiawan S.Com

(Kpa.Garis Palopo)

Peta-Latimojong

Peta Kontur Pegunungan Latimojong yang berhasil kami Update sampai 8 Februari 2015, silakan klik gambar di atas. mohon maaf kalau agak lambat, karna Resolusi Gambar yang agak besar.

Thanks : By Garis Indonesia

Gunung Latimojong sebuah gunung yang hampir dikenal dikalangan pendaki. Puncak latimojong adalah salahsatu puncak yang berada pegunungan latimojong. Titik primernya mencapai elevasi 3305 mdpl. Namun sayang puncak latimojong sangat jarang di daki oleh para pengiat alam, hal ini di sebabkan karna masih kurangnya pemahaman kita tentang puncak rantemario yang selama ini di juluki puncak latimojong padahal kedua gunung itu berbeda.

Puncak Rantemario dan Puncak Latimojong

Pegunungan Latimojong

Gunung latimojong berada pada deretan selatan pegunungan latimojong adapun nama lain dari puncak latimojong adalah tomoupa yang berarti orang beruntung, penduduk kampong di lembah seputaran gunung latimojong menamainya karna hanya orang yang beruntunglah yang dapat menggapai puncaknya. Puncaknya tidak terlalu jauh berbeda dengan puncak-puncak lain yang di atas ketinggian 3000 hanya saja untuk menggapai puncak latimojong tomoupa merupakan kebanggaan tersendiri.

Puncak Sejati Latimojong (Tomoupa)Puncak Latimojong Tomoupa 3305 mdpl

Puncak Gunung Latimojong Tomoupa 3305 mdplPuncak Gunung Latimojong Tomoupa 3305 mdpl

Titik primernya di tandai sebuah batu yang di susun setinggi satu meter dan luas ukurannya sekitar 2 meter. Konon katanyanya batu batu itu di susun oleh paman sawerigading. Masyarakat di desa terdekat yaitu tibussan kab.Luwu menyatakan bahwa kerajaan langit dimana sawerigading berasal lokasinya berada di puncak latimojong tomoupa tetapi itu hanya kepercaan masyarakat sekitar benar atau tidaknya tergantung anda yang menyikapinya.

Gunung Latimojong 3305m

Gunung Latimojong Tomoupa 3478 mdpljalur menuju puncak

Gunung Latimojong 3305m Jalur menuju Puncak

Sebuah cerita kuno dari masyarakat tibussan juga menceritakan bahwa dahulu kala disaat bumi ini di penuhi oleh air (air Bah saman nabi nuh) seluruh bumi di penuhi oleh air hanya puncak latimojonglah yang tidak di genangi oleh air bah. Ada sepasang lelaki dan wanita yang mendaratkan perahunya di puncak latimojong. Karena lokasinya sangat kecil makanya sang wanita melangkah ke gunung sinaji sebuah puncak yang berada di paling utara pegunungan latimojong dan mereka percaya pula bahwa kedua orang itu adalah kakek dan nenek dari sawerigading, dan masih banyak lagi hal-hal yang menarik terdapat di puncak Gunung Latimojong 3305 mdpl yang tak bisa di beberkan di sini.

Sampai saat ini 2013, jalur pendakian ke puncak latimojong tomoupa bulum ada yang paten jika ingin menaikinya mesti melalui semak belukar dan merintis beberapa jalur. Ada beberapa jalur yang dapat di lalui untuk menggapai puncak latimojong yaitu dari desa bungin kab. Enrekang dimana memakan waktu sekitar 2 sd 3 hari dan dari desa tibussan kac.latimojong kab.luwu. bisa juga merintis dari sidrap tetapi memakan waktu yang cukup lama.

Sisi Utara Pegunungan Latimojong

Pasa Bombo Camp

Jika melaluli desa tibussan ada beberapa hal penting yang mesti di perhatikan diantaranya : kita sama sekali di larang untuk menggunakan segala macam yang berwarna kuning dan itu mutlak harus di laksanakan, sumber air hanya berada di hutan sekitar kampong saja jadi di haruskan membawa banyak-banyak persediaan air, ada 3 puncak yang harus di lalui jika ingin menggapai puncak latimojong tomoupa yaitu Gunung PantaraSiruk 2930m, Gunung Aruan 3037m, Gunung Pasabombo 3200m. ada 8 pos daki menuju puncak (jika masih ada).ada sebuah danau kecil berada di lereng sisi selatan puncak latimojong yang di berinama ma’tan, Ada baiknya membawa salah seorang dari kampong yang pernah menggapai puncaknya karna warga biasa tidak mengijinkan pendaki naik apabila tidak ada warga yang menjadi pemandu. Camp terakhir sebaiknya di puncak Gunung Pasabombo yang merupakan tanah yang sedikit lapang dan aman di jadikan lokasi camp.

Gunung Pasa Bom'bo

Gunung Pasa Bombo 3200 mdpl

Itulah sedikit data tentang puncak sejati Gunung Latimojong (Tomoupa). Semoga dengan adanya artikel ini dapat menjadi motivasi kita untuk menjelajahi puncak Latimojong Tomoupa dan jalur Pendakian Sisi Timur Pegunungan Latimojong lebih ramai di lalui di kalangan pengiat alam.amin

Artikel By: Ayyung Garis CP:085299960666

G.Latimojong 3305m

 IMG_1316